<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uni Eropa Resesi, Indonesia Tinggal Tunggu Waktu Saja</title><description>Kali ini ekonomi Uni Eropa minus 11,9% pada kuartal II-2020</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/03/20/2255985/uni-eropa-resesi-indonesia-tinggal-tunggu-waktu-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/03/20/2255985/uni-eropa-resesi-indonesia-tinggal-tunggu-waktu-saja"/><item><title>Uni Eropa Resesi, Indonesia Tinggal Tunggu Waktu Saja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/03/20/2255985/uni-eropa-resesi-indonesia-tinggal-tunggu-waktu-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/03/20/2255985/uni-eropa-resesi-indonesia-tinggal-tunggu-waktu-saja</guid><pubDate>Senin 03 Agustus 2020 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/03/20/2255985/uni-eropa-resesi-indonesia-tinggal-tunggu-waktu-saja-dNsNhEtoap.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Uni Eropa Alami Resesi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/03/20/2255985/uni-eropa-resesi-indonesia-tinggal-tunggu-waktu-saja-dNsNhEtoap.jpg</image><title>Ekonomi Uni Eropa Alami Resesi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Gelombang resesi terus meluas ke beberapa negara karena terdampak pandemi virus corona (Covid-19). Kali ini ekonomi Uni Eropa minus 11,9% pada kuartal II-2020, sehingga mengalami resesi karena pada kuartal I juga minus 3,2%.
Ekonomi tersbesar di Eropa, seperti Jerman mengalami pertumbuhan negatif hingga minus 10,1%. Prancis turun hingga 13,8%, Italia 12,4% dan Spanyol anjlok 18,5%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Uni Eropa Masuk Jurang Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Minus 11,9%
Menurut Ekonom Core Piter Abdullah, gelombang resesi akan terus terjadi di beberapa negara, termasuk benua Asia dalam waktu dekat. Keterpurukan ekonomi akibat pandemi vrius corona (Covid-19) terus berlanjut.
&quot;Saya kira  tinggal menunggu waktu saja pengumuman Asia secara official masuk ke jurang resesi. Termasuk di dalamnya Indonesia,&quot; ujar Piter, di Jakarta, Senin (3/8/2020).
Dia melanjutkan, di tengah wabah hampir tidak  ada negara yang mampu dan kuat secara perekonomian. Sehingga jurang resesi pasti diharapi semua negara.
Baca Juga:&amp;nbsp;Uni Eropa Ingin Setop China Beli Perusahaan Strategisnya
&quot;Wabah membatasi aliran manusia, barang dan  juga uang. Negara yang  bergantung kepada  ekspor terkena pukulan yang  paling besar Karena kontraksi Ekspor akibat melemahnya ekonomi global,&quot; katanya.
Negara-negara yang mengandalkan konsumsi domestik walaupun tidak terlalu dalam juga mengalami kontraksi. &quot;Semua negara harus bersiap dengan kondisi yang terburuk,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Gelombang resesi terus meluas ke beberapa negara karena terdampak pandemi virus corona (Covid-19). Kali ini ekonomi Uni Eropa minus 11,9% pada kuartal II-2020, sehingga mengalami resesi karena pada kuartal I juga minus 3,2%.
Ekonomi tersbesar di Eropa, seperti Jerman mengalami pertumbuhan negatif hingga minus 10,1%. Prancis turun hingga 13,8%, Italia 12,4% dan Spanyol anjlok 18,5%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Uni Eropa Masuk Jurang Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Minus 11,9%
Menurut Ekonom Core Piter Abdullah, gelombang resesi akan terus terjadi di beberapa negara, termasuk benua Asia dalam waktu dekat. Keterpurukan ekonomi akibat pandemi vrius corona (Covid-19) terus berlanjut.
&quot;Saya kira  tinggal menunggu waktu saja pengumuman Asia secara official masuk ke jurang resesi. Termasuk di dalamnya Indonesia,&quot; ujar Piter, di Jakarta, Senin (3/8/2020).
Dia melanjutkan, di tengah wabah hampir tidak  ada negara yang mampu dan kuat secara perekonomian. Sehingga jurang resesi pasti diharapi semua negara.
Baca Juga:&amp;nbsp;Uni Eropa Ingin Setop China Beli Perusahaan Strategisnya
&quot;Wabah membatasi aliran manusia, barang dan  juga uang. Negara yang  bergantung kepada  ekspor terkena pukulan yang  paling besar Karena kontraksi Ekspor akibat melemahnya ekonomi global,&quot; katanya.
Negara-negara yang mengandalkan konsumsi domestik walaupun tidak terlalu dalam juga mengalami kontraksi. &quot;Semua negara harus bersiap dengan kondisi yang terburuk,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
