<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Tahunan 1,54%, BPS: Terendah sejak 20 Tahun</title><description>BPS menyampaBadan ikan inflasi tahunan pada Juli 2020 yang sebesar 1,54% merupakan yang terendah sejak 20 tahun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/03/20/2256288/inflasi-tahunan-1-54-bps-terendah-sejak-20-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/03/20/2256288/inflasi-tahunan-1-54-bps-terendah-sejak-20-tahun"/><item><title>Inflasi Tahunan 1,54%, BPS: Terendah sejak 20 Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/03/20/2256288/inflasi-tahunan-1-54-bps-terendah-sejak-20-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/03/20/2256288/inflasi-tahunan-1-54-bps-terendah-sejak-20-tahun</guid><pubDate>Senin 03 Agustus 2020 17:46 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/03/20/2256288/inflasi-tahunan-1-54-bps-terendah-sejak-20-tahun-piJ3h5NxBh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Deflasi Juli (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/03/20/2256288/inflasi-tahunan-1-54-bps-terendah-sejak-20-tahun-piJ3h5NxBh.jpg</image><title>Deflasi Juli (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pusat Statistik (BPS) menyampaBadan&amp;nbsp;ikan inflasi tahunan pada Juli 2020 yang sebesar 1,54%  merupakan yang terendah sejak 20 tahun lalu, atau tepatnya sejak Mei 2000. Pada periode itu inflasi tahunan 1,2%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kondisi itu memang disebabkan rendahnya permintaan barang dari masyarakat akibat keberadaan pandemi Covid-19. Akibatnya terjadi penurunan harga di sejumlah barang.

&quot;Inflasi tahunannya terendah sejak Mei 2000. Jadi pada bulan itu inflasi 1,2%. Wajar atau tidak karena memang 2020 ini situasinya tidak wajar,&quot; ujar Suhariyanto dalam video virtual, Senin (3/8/2020)
Baca Juga:&amp;nbsp;Terungkap, Ini Daftar Penyumbang Deflasi Juli 2020&amp;nbsp;
Dia merinci berdasarkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga terbesar, yaitu makanan, minuman dan tembakau mengalami deflasi 0,73%  dengan andilnya 0,19%.

&quot;Ada beberapa komoditas yang penurunan harga cukup tajam sehingga menyumbang deflasi. Pertama, bawang merah menyumbang deflasi 0,11%, daging ayam ras 0,04% dan bawang putih 0,03%,&quot; katanya
Baca Juga:&amp;nbsp;BPS Catat Juli Terjadi Deflasi 0,10%&amp;nbsp;
Deflasi itu diikuti kelompok pengeluaran transportasi yang juga mengalami deflasi atau penurunan harga hingga 0,17%. Begitu juga perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01%.

&quot;Komoditas yang paling dominan beri andil deflasi ini adalah turunnya tarif angkutan udara, andlinya ke deflasi 0,05%. Penurunan tarif angkutan udara ini cukup dalam,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pusat Statistik (BPS) menyampaBadan&amp;nbsp;ikan inflasi tahunan pada Juli 2020 yang sebesar 1,54%  merupakan yang terendah sejak 20 tahun lalu, atau tepatnya sejak Mei 2000. Pada periode itu inflasi tahunan 1,2%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kondisi itu memang disebabkan rendahnya permintaan barang dari masyarakat akibat keberadaan pandemi Covid-19. Akibatnya terjadi penurunan harga di sejumlah barang.

&quot;Inflasi tahunannya terendah sejak Mei 2000. Jadi pada bulan itu inflasi 1,2%. Wajar atau tidak karena memang 2020 ini situasinya tidak wajar,&quot; ujar Suhariyanto dalam video virtual, Senin (3/8/2020)
Baca Juga:&amp;nbsp;Terungkap, Ini Daftar Penyumbang Deflasi Juli 2020&amp;nbsp;
Dia merinci berdasarkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga terbesar, yaitu makanan, minuman dan tembakau mengalami deflasi 0,73%  dengan andilnya 0,19%.

&quot;Ada beberapa komoditas yang penurunan harga cukup tajam sehingga menyumbang deflasi. Pertama, bawang merah menyumbang deflasi 0,11%, daging ayam ras 0,04% dan bawang putih 0,03%,&quot; katanya
Baca Juga:&amp;nbsp;BPS Catat Juli Terjadi Deflasi 0,10%&amp;nbsp;
Deflasi itu diikuti kelompok pengeluaran transportasi yang juga mengalami deflasi atau penurunan harga hingga 0,17%. Begitu juga perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01%.

&quot;Komoditas yang paling dominan beri andil deflasi ini adalah turunnya tarif angkutan udara, andlinya ke deflasi 0,05%. Penurunan tarif angkutan udara ini cukup dalam,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
