<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Tegur Menteri soal Anggaran Covid-19, Jokowi: Enggak Tahu Prioritas!   </title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyoroti masalah persoalan realisasi anggaran yang masih jauh dari memuaskan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/03/320/2255971/tegur-menteri-soal-anggaran-covid-19-jokowi-enggak-tahu-prioritas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/03/320/2255971/tegur-menteri-soal-anggaran-covid-19-jokowi-enggak-tahu-prioritas"/><item><title>   Tegur Menteri soal Anggaran Covid-19, Jokowi: Enggak Tahu Prioritas!   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/03/320/2255971/tegur-menteri-soal-anggaran-covid-19-jokowi-enggak-tahu-prioritas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/03/320/2255971/tegur-menteri-soal-anggaran-covid-19-jokowi-enggak-tahu-prioritas</guid><pubDate>Senin 03 Agustus 2020 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/03/320/2255971/tegur-menteri-soal-anggaran-covid-19-jokowi-enggak-tahu-prioritas-RdXhK2JNvG.png" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi (Foto: BPMI Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/03/320/2255971/tegur-menteri-soal-anggaran-covid-19-jokowi-enggak-tahu-prioritas-RdXhK2JNvG.png</image><title>Jokowi (Foto: BPMI Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyoroti masalah persoalan realisasi anggaran penanganan Covid-19 yang masih jauh dari memuaskan. Padahal masuk di kuartal III ini pemerintah berusaha menggenjor perekonomian baik soal konsumsi rumah tangga maupun daya beli masyarakat.
&amp;ldquo;Saya melihat memang urusan realisasi anggaran ini masih sangat minim sekali. Sekali lagi dari Rp695 triliun stimulus untuk penanganan covid, baru 20% yang terealisasi. Rp141 triliun yang terealisasi. Sekali lagi baru 20%. Masih kecil sekali,&amp;rdquo; katanya saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, Senin (3/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kecewa Stimulus Penangangan Covid-19 Baru 19%, Jokowi: Kurang Cepat&amp;nbsp;
Dia mengatakan realisasi paling besar ada di sektor perlindungan sosial yang mencapai 38%. Disusul sektor stimulus bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yakni 25%.
&amp;ldquo;Hati-hati ini. Yang belum ada DIPAnya  (daftar isian pelaksanaan anggaran) saja masih gede sekali 40%. Dipanya belum ada. Dipa saja belum ada gimana mau realisasi?,&amp;rdquo; tuturnya.


Jokowi menilai kondisi ini menggambarkan bahwa baik kementerian maupun lembaga belum memiliki aura krisis di tengah situasi pandemi covid-19. Dia menduga jajarannya masih bekerja berdasarkan rutinitas semata.
&amp;ldquo;Artinya apa? Di kementerian, di lembaga aura krisisnya betul-betul belum, ya belum. Masih sekali lagi kejebak pada pekerjaan harian. Enggak tahu prioritas yang harus dikerjakan,&amp;rdquo; tegasnya.
Dia pun meminta Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk menuntaskan masalah ini. Dia ingin agar setiap urusan dijabarkan secara detail.
&amp;ldquo;Oleh sebab itu saya minta pak ketua, urusan ini didetailnya satu per satu dari menteri-menteri yang terkait. Sehingga manajemen krisis kelihatan, lincah, cepat, troubleshooting, smart shortcut, dan hasilnya betul-betul efektif efektif. Kita butuh kecepatan,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyoroti masalah persoalan realisasi anggaran penanganan Covid-19 yang masih jauh dari memuaskan. Padahal masuk di kuartal III ini pemerintah berusaha menggenjor perekonomian baik soal konsumsi rumah tangga maupun daya beli masyarakat.
&amp;ldquo;Saya melihat memang urusan realisasi anggaran ini masih sangat minim sekali. Sekali lagi dari Rp695 triliun stimulus untuk penanganan covid, baru 20% yang terealisasi. Rp141 triliun yang terealisasi. Sekali lagi baru 20%. Masih kecil sekali,&amp;rdquo; katanya saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, Senin (3/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kecewa Stimulus Penangangan Covid-19 Baru 19%, Jokowi: Kurang Cepat&amp;nbsp;
Dia mengatakan realisasi paling besar ada di sektor perlindungan sosial yang mencapai 38%. Disusul sektor stimulus bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yakni 25%.
&amp;ldquo;Hati-hati ini. Yang belum ada DIPAnya  (daftar isian pelaksanaan anggaran) saja masih gede sekali 40%. Dipanya belum ada. Dipa saja belum ada gimana mau realisasi?,&amp;rdquo; tuturnya.


Jokowi menilai kondisi ini menggambarkan bahwa baik kementerian maupun lembaga belum memiliki aura krisis di tengah situasi pandemi covid-19. Dia menduga jajarannya masih bekerja berdasarkan rutinitas semata.
&amp;ldquo;Artinya apa? Di kementerian, di lembaga aura krisisnya betul-betul belum, ya belum. Masih sekali lagi kejebak pada pekerjaan harian. Enggak tahu prioritas yang harus dikerjakan,&amp;rdquo; tegasnya.
Dia pun meminta Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk menuntaskan masalah ini. Dia ingin agar setiap urusan dijabarkan secara detail.
&amp;ldquo;Oleh sebab itu saya minta pak ketua, urusan ini didetailnya satu per satu dari menteri-menteri yang terkait. Sehingga manajemen krisis kelihatan, lincah, cepat, troubleshooting, smart shortcut, dan hasilnya betul-betul efektif efektif. Kita butuh kecepatan,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
