<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Positif Covid-19 Semakin Banyak, Ekonomi Makin Nyungsep</title><description>Pemerintah kembali menegaskan bahwa skenario pemulihan ekonomi masih akan berlanjut di tahun 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/04/20/2256689/kasus-positif-covid-19-semakin-banyak-ekonomi-makin-nyungsep</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/04/20/2256689/kasus-positif-covid-19-semakin-banyak-ekonomi-makin-nyungsep"/><item><title>Kasus Positif Covid-19 Semakin Banyak, Ekonomi Makin Nyungsep</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/04/20/2256689/kasus-positif-covid-19-semakin-banyak-ekonomi-makin-nyungsep</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/04/20/2256689/kasus-positif-covid-19-semakin-banyak-ekonomi-makin-nyungsep</guid><pubDate>Selasa 04 Agustus 2020 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/04/20/2256689/kasus-positif-covid-19-semakin-banyak-ekonomi-makin-nyungsep-qd9Sq26Xuz.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/04/20/2256689/kasus-positif-covid-19-semakin-banyak-ekonomi-makin-nyungsep-qd9Sq26Xuz.jpeg</image><title>Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah kembali menegaskan bahwa skenario pemulihan ekonomi masih akan berlanjut di tahun 2021. Pasalnya, dampak pandemi Covid-19 diprediksi masih akan dirasakan hingga tahun depan.
&amp;ldquo;Di tahun 2021 kebijakan pemerintah juga masih dalam skenario pemulihan ekonomi,&amp;rdquo; tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (4/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi: Aturan Kita Ruwet, Padahal Tinggal Telepon&amp;nbsp;
Dia menjelaskan tentang siklus terbalik antara pandemi dan mata pencaharian. Jika penyebaran masih tinggi maka ekonomi akan semakin dalam.
&amp;ldquo;Jika pada saat masalah kesehatan ini tertangani maka ekonomi akan kembali. Maka masyarakat diharapkan mampu melakukan penyesuaian perilaku terhadap Covid-19,&amp;rdquo; ujar Airlangga.
Airlangga juga menuturkan bahwa pihaknya akan mendorong kebijakan kesehatan dengan prioritas tinggi di tahun 2020 dan 2021. &amp;ldquo;Kami harap di tahun 2022 dan 2023 vaksin telah ditemukan, sehingga mereka akan berada pada posisi normal,&amp;rdquo; imbuhnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Presiden Jokowi: Perizinan untuk Investasi Masih Ruwet&amp;nbsp;
Dia menjelaskan program yang dilakukan untuk menghadapi pandemi Covid-19 adalah menjaga kehidupan dan menjaga mata pencaharian kehidupan. Menurutnya hal ini adalah tugas dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
&quot;Menjaga kehidupan dilakukan dengan mengatasi/menekan virus, memperluas testing, karantina dan kapasitas perawatan, mencari obat/riset, meningkatkan kapasitas sektor kesehatan, serta produksi dan distribusi vaksin,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah kembali menegaskan bahwa skenario pemulihan ekonomi masih akan berlanjut di tahun 2021. Pasalnya, dampak pandemi Covid-19 diprediksi masih akan dirasakan hingga tahun depan.
&amp;ldquo;Di tahun 2021 kebijakan pemerintah juga masih dalam skenario pemulihan ekonomi,&amp;rdquo; tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (4/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi: Aturan Kita Ruwet, Padahal Tinggal Telepon&amp;nbsp;
Dia menjelaskan tentang siklus terbalik antara pandemi dan mata pencaharian. Jika penyebaran masih tinggi maka ekonomi akan semakin dalam.
&amp;ldquo;Jika pada saat masalah kesehatan ini tertangani maka ekonomi akan kembali. Maka masyarakat diharapkan mampu melakukan penyesuaian perilaku terhadap Covid-19,&amp;rdquo; ujar Airlangga.
Airlangga juga menuturkan bahwa pihaknya akan mendorong kebijakan kesehatan dengan prioritas tinggi di tahun 2020 dan 2021. &amp;ldquo;Kami harap di tahun 2022 dan 2023 vaksin telah ditemukan, sehingga mereka akan berada pada posisi normal,&amp;rdquo; imbuhnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Presiden Jokowi: Perizinan untuk Investasi Masih Ruwet&amp;nbsp;
Dia menjelaskan program yang dilakukan untuk menghadapi pandemi Covid-19 adalah menjaga kehidupan dan menjaga mata pencaharian kehidupan. Menurutnya hal ini adalah tugas dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
&quot;Menjaga kehidupan dilakukan dengan mengatasi/menekan virus, memperluas testing, karantina dan kapasitas perawatan, mencari obat/riset, meningkatkan kapasitas sektor kesehatan, serta produksi dan distribusi vaksin,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
