<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Cara Kembangkan Bisnis, Skill Nego Jadi Kewajiban</title><description>Bekerja sambilan membutuhkan komitmen, kerja keras, dan waktu yang tidak sedikit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/04/320/2256864/6-cara-kembangkan-bisnis-skill-nego-jadi-kewajiban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/04/320/2256864/6-cara-kembangkan-bisnis-skill-nego-jadi-kewajiban"/><item><title>6 Cara Kembangkan Bisnis, Skill Nego Jadi Kewajiban</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/04/320/2256864/6-cara-kembangkan-bisnis-skill-nego-jadi-kewajiban</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/04/320/2256864/6-cara-kembangkan-bisnis-skill-nego-jadi-kewajiban</guid><pubDate>Selasa 04 Agustus 2020 20:09 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/04/320/2256864/6-cara-kembangkan-bisnis-skill-nego-jadi-kewajiban-5rqnTZkNLP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Personal FInance (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/04/320/2256864/6-cara-kembangkan-bisnis-skill-nego-jadi-kewajiban-5rqnTZkNLP.jpg</image><title>Personal FInance (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bekerja sambilan membutuhkan komitmen, kerja keras, dan waktu yang tidak sedikit. Selain ketiga hal tersebut, suatu usaha yang baru dirintis juga memerlukan tips dan trik untuk membuatnya maju dan berkembang.

Seperti dikutip dari buku 'Jadi Jutawan dari Bisnis Sampingan' oleh Vicynthia, Jakarta, Selasa (4/8/2020), suatu usaha yang baru dirintis juga memerlukan tips dan trik untuk membuatnya maju dan berkembang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Raup Cuan, Atlet Banting Setir Buka Jasa Servis Sepeda
Oleh sebab itu, berikut tips dan trik untuk mengembangkan Bisnis:

1. Pintar-pintar menego harga
Dengan pintar menego harga, ada kemungkinan modal yang dikeluarkan bisa lebih kecil dari modal perencanaan, sehingga bisa menjual dagangan dengan murah pula.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Kiat Usaha Aksesoris Anak-Anak, Perhatikan Harganya! 
2. Membagi waktu
Untuk para pengusaha makanan berat, ada baiknya untuk membagi waktu kapan harus ke pasar dan kapan harus masak, sehingga warung makanan bisa dibuka tepat waktu dan pembeli pun tidak kabur.3. Mencari tempat yang pas untuk berdagang
Maksudnya  adalah jika berniat mangkal, maka carilah tempat yang dimana daya beli  masyarakatnya bagus, ada peminat dan pembelinya. Tidak ada salahnya  berpindah-pindah tempat.

 
4. Memperhatikan para pembeli
Maksudnya bukan  harus mencurigai seluruh pembeli yang berniat membeli barang, tetapi  waspadailah para pembeli yang tidak membayar barang yang telah diambil.

 
5. Melakukan pencatatan
Tujuan melakukan pencatatan adalah untuk mengetahui kinerja bisnis, laporan pendapatan dan pengeluaran.

 
6. Terakhir adalah menjaga kebersihan</description><content:encoded>JAKARTA - Bekerja sambilan membutuhkan komitmen, kerja keras, dan waktu yang tidak sedikit. Selain ketiga hal tersebut, suatu usaha yang baru dirintis juga memerlukan tips dan trik untuk membuatnya maju dan berkembang.

Seperti dikutip dari buku 'Jadi Jutawan dari Bisnis Sampingan' oleh Vicynthia, Jakarta, Selasa (4/8/2020), suatu usaha yang baru dirintis juga memerlukan tips dan trik untuk membuatnya maju dan berkembang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Raup Cuan, Atlet Banting Setir Buka Jasa Servis Sepeda
Oleh sebab itu, berikut tips dan trik untuk mengembangkan Bisnis:

1. Pintar-pintar menego harga
Dengan pintar menego harga, ada kemungkinan modal yang dikeluarkan bisa lebih kecil dari modal perencanaan, sehingga bisa menjual dagangan dengan murah pula.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Kiat Usaha Aksesoris Anak-Anak, Perhatikan Harganya! 
2. Membagi waktu
Untuk para pengusaha makanan berat, ada baiknya untuk membagi waktu kapan harus ke pasar dan kapan harus masak, sehingga warung makanan bisa dibuka tepat waktu dan pembeli pun tidak kabur.3. Mencari tempat yang pas untuk berdagang
Maksudnya  adalah jika berniat mangkal, maka carilah tempat yang dimana daya beli  masyarakatnya bagus, ada peminat dan pembelinya. Tidak ada salahnya  berpindah-pindah tempat.

 
4. Memperhatikan para pembeli
Maksudnya bukan  harus mencurigai seluruh pembeli yang berniat membeli barang, tetapi  waspadailah para pembeli yang tidak membayar barang yang telah diambil.

 
5. Melakukan pencatatan
Tujuan melakukan pencatatan adalah untuk mengetahui kinerja bisnis, laporan pendapatan dan pengeluaran.

 
6. Terakhir adalah menjaga kebersihan</content:encoded></item></channel></rss>
