<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Senjata Terakhir agar RI Tak Masuk Jurang Resesi</title><description>Pemerintah harus melakukan langkah extraordinary untuk mendorong ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/05/20/2257502/ini-senjata-terakhir-agar-ri-tak-masuk-jurang-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/05/20/2257502/ini-senjata-terakhir-agar-ri-tak-masuk-jurang-resesi"/><item><title>Ini Senjata Terakhir agar RI Tak Masuk Jurang Resesi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/05/20/2257502/ini-senjata-terakhir-agar-ri-tak-masuk-jurang-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/05/20/2257502/ini-senjata-terakhir-agar-ri-tak-masuk-jurang-resesi</guid><pubDate>Rabu 05 Agustus 2020 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/05/20/2257502/ini-senjata-terakhir-agar-ri-tak-masuk-jurang-resesi-IzC2trvuqP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/05/20/2257502/ini-senjata-terakhir-agar-ri-tak-masuk-jurang-resesi-IzC2trvuqP.jpg</image><title>Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Setelah mengalami kontraksi di kuartal II-2020 minus 5,32% (year on year, yoy), Pemerintah harus melakukan langkah extraordinary untuk mendorong ekonomi agar dapat bertahan di kuartal III dan IV tahun 2020.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menurutnya, langkah tersebut perlu diambil agar Indonesia terhindar dari resesi.
&quot;Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha termasuk BUMN harus ikut berpartisipasi,&amp;rdquo; ujar Airlangga Hartarto dalam telekonferensi, Rabu (5/8/2020).
Baca Juga: Dana Pilkada Rp35 Triliun Bisa Selamatkan Ekonomi Indonesia dari Resesi?
Dia menjelaskan strategi utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi adalah melalui peningkatan belanja pemerintah. Optimalisasi belanja pemerintah melalui implementasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), peningkatan daya beli masyarakat dan dukungan di sektor diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi di triwulan III dan IV.
&quot;Kami (pemerintah) pun telah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Pembentukan itu akan meningkatkan koordinasi dan pelaksanaan kebijakan dalam menangani pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Sehingga perencanaan dan eksekusi kedua target kesehatan dan ekonomi dapat berjalan beriringan dan tercapai sekaligus,&quot; jelas dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Rakyat Butuh Duit untuk Geber Pertumbuhan Ekonomi yang Minus&amp;nbsp;
Dia juga menambahkan, program penanganan Covid-19 yang lebih serius dan terstruktur diharapkan akan memulihkan kepercayaan masyarakat dan rumah tangga untuk melakukan aktivitasnya termasuk belanja atau konsumsi dan investasi.
&quot;Penanganan dari aspek kesehatan yakni memperbanyak Testing,Tracing dan Treat (3T), dan kampanye Mencuci tangan, Masker, Menjaga jarak (3M), secara luas kepada masayrakat dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Lalu pengadaan obat dan persiapan produksi dan distribusi vaksin hingga satu tahun ke depan harus dilakukan,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Setelah mengalami kontraksi di kuartal II-2020 minus 5,32% (year on year, yoy), Pemerintah harus melakukan langkah extraordinary untuk mendorong ekonomi agar dapat bertahan di kuartal III dan IV tahun 2020.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menurutnya, langkah tersebut perlu diambil agar Indonesia terhindar dari resesi.
&quot;Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha termasuk BUMN harus ikut berpartisipasi,&amp;rdquo; ujar Airlangga Hartarto dalam telekonferensi, Rabu (5/8/2020).
Baca Juga: Dana Pilkada Rp35 Triliun Bisa Selamatkan Ekonomi Indonesia dari Resesi?
Dia menjelaskan strategi utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi adalah melalui peningkatan belanja pemerintah. Optimalisasi belanja pemerintah melalui implementasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), peningkatan daya beli masyarakat dan dukungan di sektor diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi di triwulan III dan IV.
&quot;Kami (pemerintah) pun telah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Pembentukan itu akan meningkatkan koordinasi dan pelaksanaan kebijakan dalam menangani pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Sehingga perencanaan dan eksekusi kedua target kesehatan dan ekonomi dapat berjalan beriringan dan tercapai sekaligus,&quot; jelas dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Rakyat Butuh Duit untuk Geber Pertumbuhan Ekonomi yang Minus&amp;nbsp;
Dia juga menambahkan, program penanganan Covid-19 yang lebih serius dan terstruktur diharapkan akan memulihkan kepercayaan masyarakat dan rumah tangga untuk melakukan aktivitasnya termasuk belanja atau konsumsi dan investasi.
&quot;Penanganan dari aspek kesehatan yakni memperbanyak Testing,Tracing dan Treat (3T), dan kampanye Mencuci tangan, Masker, Menjaga jarak (3M), secara luas kepada masayrakat dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Lalu pengadaan obat dan persiapan produksi dan distribusi vaksin hingga satu tahun ke depan harus dilakukan,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
