<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Ekonomi Minus 5,32%, Bagaimana Kondisi Sistem Keuangan Indonesia?</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut sistem keuangan nasional pada kuartal II (April-Juni 2020) dalam kondisi normal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/05/20/2257542/ekonomi-minus-5-32-bagaimana-kondisi-sistem-keuangan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/05/20/2257542/ekonomi-minus-5-32-bagaimana-kondisi-sistem-keuangan-indonesia"/><item><title>   Ekonomi Minus 5,32%, Bagaimana Kondisi Sistem Keuangan Indonesia?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/05/20/2257542/ekonomi-minus-5-32-bagaimana-kondisi-sistem-keuangan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/05/20/2257542/ekonomi-minus-5-32-bagaimana-kondisi-sistem-keuangan-indonesia</guid><pubDate>Rabu 05 Agustus 2020 18:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/05/20/2257542/ekonomi-minus-5-32-bagaimana-kondisi-sistem-keuangan-indonesia-OFnfJc7t5p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/05/20/2257542/ekonomi-minus-5-32-bagaimana-kondisi-sistem-keuangan-indonesia-OFnfJc7t5p.jpg</image><title>Ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut sistem keuangan nasional pada kuartal II (April-Juni 2020) dalam kondisi normal meski COVID-19 sangat berdampak pada kegiatan perekonomian yang berujung pada minusnya ekonomi kuartal II-2020 sebesar -5,32%.

&quot;Komite Stabilitas Sistem Keuangan melihat bahwa stabilitas sistem keuangan pada triwulan kedua April-Juni dalam kondisi normal meski kewaspadaan terus ditingkatkan,&quot; kata Sri Mulyani pada konferensi pers KSSK yang disiarkan secara daring, Rabu (5/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;9 Fakta Ekonomi RI Minus 5,32%, Resesi di Depan Mata&amp;nbsp;
Akibat pandemi ini, Sri Mulyani menyebut berbagai lembaga internasional melalukan koreksi pertumbuhan ekonomi global secara sangat tajam. Seperti IMF yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi global minus 4,9%. Lalu Bank Dunia yang menyebut pertumbuhan ekonomi global minus 5,2% .

&quot;OECD memproyeksikan dalam rentang antara minus 7,6% dan minus 6%. Dan ini lebih diakibatkan oleh adanya ketidakpastian apakah akan ada second wave,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Senjata Terakhir agar RI Tak Masuk Jurang Resesi&amp;nbsp;
Dia menambahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga sudah terlihat menurun sejak kuartal I. Ini disebabkan pada kuartal I ekonomi terbesar di dunia, Tiongkok mengalami kontraksi sangat tajam minus 6,8% .

&quot;Dan itu pengaruh ke pertumbuhan ekonomi Indonesia di mana trading partner dan investasi sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global dan regional termasuk ekonomi RRT yang lambat secara drastis akibat COVID-19,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut sistem keuangan nasional pada kuartal II (April-Juni 2020) dalam kondisi normal meski COVID-19 sangat berdampak pada kegiatan perekonomian yang berujung pada minusnya ekonomi kuartal II-2020 sebesar -5,32%.

&quot;Komite Stabilitas Sistem Keuangan melihat bahwa stabilitas sistem keuangan pada triwulan kedua April-Juni dalam kondisi normal meski kewaspadaan terus ditingkatkan,&quot; kata Sri Mulyani pada konferensi pers KSSK yang disiarkan secara daring, Rabu (5/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;9 Fakta Ekonomi RI Minus 5,32%, Resesi di Depan Mata&amp;nbsp;
Akibat pandemi ini, Sri Mulyani menyebut berbagai lembaga internasional melalukan koreksi pertumbuhan ekonomi global secara sangat tajam. Seperti IMF yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi global minus 4,9%. Lalu Bank Dunia yang menyebut pertumbuhan ekonomi global minus 5,2% .

&quot;OECD memproyeksikan dalam rentang antara minus 7,6% dan minus 6%. Dan ini lebih diakibatkan oleh adanya ketidakpastian apakah akan ada second wave,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Senjata Terakhir agar RI Tak Masuk Jurang Resesi&amp;nbsp;
Dia menambahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga sudah terlihat menurun sejak kuartal I. Ini disebabkan pada kuartal I ekonomi terbesar di dunia, Tiongkok mengalami kontraksi sangat tajam minus 6,8% .

&quot;Dan itu pengaruh ke pertumbuhan ekonomi Indonesia di mana trading partner dan investasi sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global dan regional termasuk ekonomi RRT yang lambat secara drastis akibat COVID-19,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
