<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diambang Resesi, Ekonomi RI Minus 5,32% Terburuk sejak 21 Tahun Lalu</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai minus 5,32%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/20/2257565/diambang-resesi-ekonomi-ri-minus-5-32-terburuk-sejak-21-tahun-lalu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/20/2257565/diambang-resesi-ekonomi-ri-minus-5-32-terburuk-sejak-21-tahun-lalu"/><item><title>Diambang Resesi, Ekonomi RI Minus 5,32% Terburuk sejak 21 Tahun Lalu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/20/2257565/diambang-resesi-ekonomi-ri-minus-5-32-terburuk-sejak-21-tahun-lalu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/20/2257565/diambang-resesi-ekonomi-ri-minus-5-32-terburuk-sejak-21-tahun-lalu</guid><pubDate>Kamis 06 Agustus 2020 04:04 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/05/20/2257565/diambang-resesi-ekonomi-ri-minus-5-32-terburuk-sejak-21-tahun-lalu-kWdTm2RTN0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/05/20/2257565/diambang-resesi-ekonomi-ri-minus-5-32-terburuk-sejak-21-tahun-lalu-kWdTm2RTN0.jpg</image><title>Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA -  Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai minus 5,32%. Ekonomi Indonesia pun terancam resesi jika pada kuartal III-2020, ekonomi Indonesia kembali minus.

Kontraksi yang lebih dalam ini terendah sejak tahun 1999 atau 21 tahun yang lalu, di mana ekonomi minus 6,13% pada triwulan I.

&quot;Kalau kita melacak kembali kontraksi 5,32% ini terendah sejak triwulan satu tahun 1999 ini mengalami kontraksi minus 6,13%,&quot; kata Suhariyanto dalam video virtual, Rabu (5/8/2020).
&amp;nbsp;
BPS mengungkapkan, penyebab pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi cukup dalam. Dalam catatannya, ada 17 sektor yang melambat sedangkan 7 sektor yang tumbuh. Adapun konsumsi rumah tangga penyumbang sumber yang tinggi membuat ekonomi negatif.

&quot;Ini konsumsi rumah tangga adalah sumber kontraksi tertinggi yakni sebesar 2,96% karena daya beli rendah,&quot; katanya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan ekonomi ini lebih rendah dibandingkan kuartal I-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 4,19% (qtq). Dan pada kuartal kedua 2019 minus hingga 5,32%.

&quot;Ini jauh lebih rendah dibanding kan tahun lalu dimana mencatat pertumbuhan ekonomi 2,97%, sedangkan pada kuartal II yaitu 5,02% di 2019,&quot; kata Sri Mulyani.

Baca Selengkapnya: Ekonomi RI Kuartal II Minus 5,32%, Terburuk sejak 1999
</description><content:encoded>JAKARTA -  Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai minus 5,32%. Ekonomi Indonesia pun terancam resesi jika pada kuartal III-2020, ekonomi Indonesia kembali minus.

Kontraksi yang lebih dalam ini terendah sejak tahun 1999 atau 21 tahun yang lalu, di mana ekonomi minus 6,13% pada triwulan I.

&quot;Kalau kita melacak kembali kontraksi 5,32% ini terendah sejak triwulan satu tahun 1999 ini mengalami kontraksi minus 6,13%,&quot; kata Suhariyanto dalam video virtual, Rabu (5/8/2020).
&amp;nbsp;
BPS mengungkapkan, penyebab pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi cukup dalam. Dalam catatannya, ada 17 sektor yang melambat sedangkan 7 sektor yang tumbuh. Adapun konsumsi rumah tangga penyumbang sumber yang tinggi membuat ekonomi negatif.

&quot;Ini konsumsi rumah tangga adalah sumber kontraksi tertinggi yakni sebesar 2,96% karena daya beli rendah,&quot; katanya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan ekonomi ini lebih rendah dibandingkan kuartal I-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 4,19% (qtq). Dan pada kuartal kedua 2019 minus hingga 5,32%.

&quot;Ini jauh lebih rendah dibanding kan tahun lalu dimana mencatat pertumbuhan ekonomi 2,97%, sedangkan pada kuartal II yaitu 5,02% di 2019,&quot; kata Sri Mulyani.

Baca Selengkapnya: Ekonomi RI Kuartal II Minus 5,32%, Terburuk sejak 1999
</content:encoded></item></channel></rss>
