<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Terancam Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Terburuk sejak 1999</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai minus 5,32%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/20/2257726/indonesia-terancam-resesi-pertumbuhan-ekonomi-terburuk-sejak-1999</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/20/2257726/indonesia-terancam-resesi-pertumbuhan-ekonomi-terburuk-sejak-1999"/><item><title>Indonesia Terancam Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Terburuk sejak 1999</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/20/2257726/indonesia-terancam-resesi-pertumbuhan-ekonomi-terburuk-sejak-1999</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/20/2257726/indonesia-terancam-resesi-pertumbuhan-ekonomi-terburuk-sejak-1999</guid><pubDate>Kamis 06 Agustus 2020 08:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/06/20/2257726/indonesia-terancam-resesi-pertumbuhan-ekonomi-terburuk-sejak-1999-8t3Diqc6b7.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/06/20/2257726/indonesia-terancam-resesi-pertumbuhan-ekonomi-terburuk-sejak-1999-8t3Diqc6b7.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai minus 5,32%. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kontraksi yang lebih dalam ini terendah sejak tahun 1999 yang mana ekonomi minus 6,13% pada triwulan I.
&quot;Kalau kita melacak kembali kontraksi 5,35% ini terendah sejak triwulan satu tahun 1999 ini mengalami kontraksi minus -6,13%,&quot; kata Suhariyanto dalam video virtual.
Baca juga: 9 Fakta Ekonomi RI Minus 5,32%, Resesi di Depan Mata
Suhariyanto menjabarkan penyebab pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi cukup dalam. Dalam catatannya, ada 17 sektor yang melambat sedangkan 7 sektor yang tumbuh. Adapun konsumsi rumah tangga penyumbang sumber yang tinggi membuat ekonomi negatif.
Adapun konsumsi rumah tangga adalah sumber kontraksi tertinggi yakni sebesar 2,96% karena daya beli rendah. Dia melanjutkan, dari data yang yang survei juga sektor transportasi dan pengadaan paling terpukul di kuartal II-2020.
Baca juga: Sri Mulyani Murung Ekonomi RI Minus 5,32%, Ini Jauh Lebih Rendah
&quot;Kalau kita lihat juga kontraksi paling dalam transportasi dan pengadaan kontraksi 30,84%. Dengan pertumbuhan kontraksi akan terjadi pergeseran,&quot; ujarnya.
Di sisi lain, kontribusi sektor pertanian pada kuartal II-2020 naik menjadi 15,46% dari sebelumnya 13,57% pada periode tahun lalu.
&quot;Sebaliknya untuk transportasi kalau pada kuartal II-2019 kontribusinya 5,57% karena terkontraksi maka turun menjadi 3,57%. Tetapi secara umum struktur PDB tidak berubah,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai minus 5,32%. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kontraksi yang lebih dalam ini terendah sejak tahun 1999 yang mana ekonomi minus 6,13% pada triwulan I.
&quot;Kalau kita melacak kembali kontraksi 5,35% ini terendah sejak triwulan satu tahun 1999 ini mengalami kontraksi minus -6,13%,&quot; kata Suhariyanto dalam video virtual.
Baca juga: 9 Fakta Ekonomi RI Minus 5,32%, Resesi di Depan Mata
Suhariyanto menjabarkan penyebab pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi cukup dalam. Dalam catatannya, ada 17 sektor yang melambat sedangkan 7 sektor yang tumbuh. Adapun konsumsi rumah tangga penyumbang sumber yang tinggi membuat ekonomi negatif.
Adapun konsumsi rumah tangga adalah sumber kontraksi tertinggi yakni sebesar 2,96% karena daya beli rendah. Dia melanjutkan, dari data yang yang survei juga sektor transportasi dan pengadaan paling terpukul di kuartal II-2020.
Baca juga: Sri Mulyani Murung Ekonomi RI Minus 5,32%, Ini Jauh Lebih Rendah
&quot;Kalau kita lihat juga kontraksi paling dalam transportasi dan pengadaan kontraksi 30,84%. Dengan pertumbuhan kontraksi akan terjadi pergeseran,&quot; ujarnya.
Di sisi lain, kontribusi sektor pertanian pada kuartal II-2020 naik menjadi 15,46% dari sebelumnya 13,57% pada periode tahun lalu.
&quot;Sebaliknya untuk transportasi kalau pada kuartal II-2019 kontribusinya 5,57% karena terkontraksi maka turun menjadi 3,57%. Tetapi secara umum struktur PDB tidak berubah,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
