<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Terancam Resesi, Yuk Siapkan Dana Darurat</title><description>Dana darurat menjadi hal yang sangat penting dalam menghadapi kondisi ketidakpastian seperti saat ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/320/2257766/indonesia-terancam-resesi-yuk-siapkan-dana-darurat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/320/2257766/indonesia-terancam-resesi-yuk-siapkan-dana-darurat"/><item><title>Indonesia Terancam Resesi, Yuk Siapkan Dana Darurat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/320/2257766/indonesia-terancam-resesi-yuk-siapkan-dana-darurat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/320/2257766/indonesia-terancam-resesi-yuk-siapkan-dana-darurat</guid><pubDate>Kamis 06 Agustus 2020 10:15 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/06/320/2257766/indonesia-terancam-resesi-yuk-siapkan-dana-darurat-MY9ESAD07A.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/06/320/2257766/indonesia-terancam-resesi-yuk-siapkan-dana-darurat-MY9ESAD07A.jpeg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Dana darurat menjadi hal yang sangat penting dalam menghadapi kondisi ketidakpastian seperti saat ini. Dana darurat ini bisa digunakan untuk mengantisipasi jika keuangan atau situasi ekonomi Indonesia mengalami masalah.
Apalagi saat ini, ekonomi Indonesia berada diambang resesi. Setelah pada kuartal II, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,3% saja.
Baca Juga: Ancaman Resesi Ekonomi di Depan Mata, Saatnya Berhemat!
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, dalam situasi seperti ini perlu menyiapkan dana darurat. Bahkan jika memang memiliki uang lebih perlu juga ditambah untuk nominal dana daruratnya.
Sebenarnya, di saat situasi seperti saat ini, dana darurat yang disiapkan bisa sebesar 30% saja dari penghasilan. Namun jika memiliki penghasilan lebih bisa juga ditambah besaran dana daruratnya.
Baca Juga: Indonesia Diambang Resesi, Perbanyak Pegang Uang Tunai
&quot;Kalau mau ditambahin akan lebih bagus. Karena kan berarti kita mau nambah kita akan mengurangi pos pengeluaran yang lain,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (6/8/2020).
Oleh karena itu lanjut Andi, pengeluaran juga harus bisa dipilah-pilah. Ada baiknya pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu penting atau yang sifatnya untuk memenuhi kebutuhan lifestyle ada baiknya untuk ditunda.&quot;Misalnya oh ingin jajan Boba kopi hal hal seperti itu yang saran  saya kurangi lagi. Karena kita mau alokasikan dana tersebut kita  alokasikan untuk dana darurat,&quot; kata Andi.
Sementara itu jika memang ingin berinvestasi ada baiknya mencair  instrumen investasi yang aman dan rendah risiko. Selain itu carilah  jenis investasi yang mudah untuk dicairkan jika situasi mendesak.
&quot;Kalau mau investasi boleh tapi taruhlah di instrumen investasi yang  cenderung rendah risikonya. Misalnya di deposito lah logam mulia  misalnya gitu dibandingkan misalnya di pasar saham kecuali dia trader,&quot;  jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Dana darurat menjadi hal yang sangat penting dalam menghadapi kondisi ketidakpastian seperti saat ini. Dana darurat ini bisa digunakan untuk mengantisipasi jika keuangan atau situasi ekonomi Indonesia mengalami masalah.
Apalagi saat ini, ekonomi Indonesia berada diambang resesi. Setelah pada kuartal II, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,3% saja.
Baca Juga: Ancaman Resesi Ekonomi di Depan Mata, Saatnya Berhemat!
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, dalam situasi seperti ini perlu menyiapkan dana darurat. Bahkan jika memang memiliki uang lebih perlu juga ditambah untuk nominal dana daruratnya.
Sebenarnya, di saat situasi seperti saat ini, dana darurat yang disiapkan bisa sebesar 30% saja dari penghasilan. Namun jika memiliki penghasilan lebih bisa juga ditambah besaran dana daruratnya.
Baca Juga: Indonesia Diambang Resesi, Perbanyak Pegang Uang Tunai
&quot;Kalau mau ditambahin akan lebih bagus. Karena kan berarti kita mau nambah kita akan mengurangi pos pengeluaran yang lain,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (6/8/2020).
Oleh karena itu lanjut Andi, pengeluaran juga harus bisa dipilah-pilah. Ada baiknya pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu penting atau yang sifatnya untuk memenuhi kebutuhan lifestyle ada baiknya untuk ditunda.&quot;Misalnya oh ingin jajan Boba kopi hal hal seperti itu yang saran  saya kurangi lagi. Karena kita mau alokasikan dana tersebut kita  alokasikan untuk dana darurat,&quot; kata Andi.
Sementara itu jika memang ingin berinvestasi ada baiknya mencair  instrumen investasi yang aman dan rendah risiko. Selain itu carilah  jenis investasi yang mudah untuk dicairkan jika situasi mendesak.
&quot;Kalau mau investasi boleh tapi taruhlah di instrumen investasi yang  cenderung rendah risikonya. Misalnya di deposito lah logam mulia  misalnya gitu dibandingkan misalnya di pasar saham kecuali dia trader,&quot;  jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
