<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelaku Usaha Ini Kecipratan Bantuan Modal Rp2,4 Juta</title><description>Pemerintah akan segera merilis program bansos produktif bagi permodalan usaha mikro dan ultra mikro</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/320/2257961/pelaku-usaha-ini-kecipratan-bantuan-modal-rp2-4-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/320/2257961/pelaku-usaha-ini-kecipratan-bantuan-modal-rp2-4-juta"/><item><title>Pelaku Usaha Ini Kecipratan Bantuan Modal Rp2,4 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/320/2257961/pelaku-usaha-ini-kecipratan-bantuan-modal-rp2-4-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/320/2257961/pelaku-usaha-ini-kecipratan-bantuan-modal-rp2-4-juta</guid><pubDate>Kamis 06 Agustus 2020 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/06/320/2257961/pelaku-usaha-ini-kecipratan-bantuan-modal-rp2-4-juta-lhqqSX2btd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Usaha Mikro dan Ultra Mikro Akan Dapat Modal Rp2,4 Juta. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/06/320/2257961/pelaku-usaha-ini-kecipratan-bantuan-modal-rp2-4-juta-lhqqSX2btd.jpg</image><title>Usaha Mikro dan Ultra Mikro Akan Dapat Modal Rp2,4 Juta. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pemerintah akan segera merilis program bansos produktif bagi permodalan usaha mikro dan ultra mikro yang belum tersentuh lembaga pembiayaan (unbankable).
&quot;Pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp28,8 triliun untuk 12 juta pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang masing-masing mendapat modal usaha Rp2,4 juta,&quot; jelas Teten dalam siaran pers yang diterima, Kamis (6/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;85,42% UMKM Terancam Bangkrut, Cuma Tahan Covid-19 Selama 1 Tahun
Untuk itu, Menkop UKM berharap kerjasama dengan seluruh Pemda terkait pendataan bagi siapa yang berhak mendapat bansos tersebut, agar bisa lebih tepat sasaran.
&quot;Seperti misalnya pedagang asongan, kaki lima, bakul pasar, dan sebagainya, yang pasti belum terdata di dinas-dinas terkait,&quot; imbuh Teten.
Setelah itu, lanjut Teten, mereka akan mendapat pembinaan melalui aneka program pelatihan.
Menurut Teten, pemerintah terus melakukan evaluasi program-program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan menelurkan program baru untuk pemulihan ekonomi koperasi dan UMKM.
Baca Juga:&amp;nbsp;Masalah UMKM Harus Dibenahi demi Pulihkan Ekonomi RI
&quot;Karena, untuk bisa cepat pulih, koperasi dan UMKM yang jumlahnya mencapai 99% itu harus cepat dan segera diselamatkan,&quot; tandas Teten.
Khusus untuk koperasi, Teten menyebut koperasi sebagai wadah konsolidator kegiatan UMKM. Oleh karena itu, pembiayaan untuk UMKM sebaiknya dikanalisasi melalui koperasi.
&quot;Bila pembiayaan melalui koperasi maka sudah termasuk pendampingan usaha dan pembinaan bagi UMKM&quot;, kata MenkopUKM.Teten pun berharap koperasi menjadi offtaker bagi produk-produk UMKM. Di mana nantinya, koperasi yang langsung berhubungan dengan pasar.
&quot;Untuk itu, kita butuh skema pembiayaan bagi koperasi sebagai dana talangan. Kita akan terus memperkuat LPDB KUMKM untuk menopang koperasi tersebut,&quot; kata Teten.
Teten selalu mendorong koperasi dan UMKM melakukan trasformasi digitalisasi. Pasalnya, yang bisa eksis adalah yang sudah terhubung dengan marketplace.
&quot;Dengan digitalisasi bisa mengakses pasar yang lebih luas dan bisa mendapat pembiayaan secara mudah,&quot; jelas Teten.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pemerintah akan segera merilis program bansos produktif bagi permodalan usaha mikro dan ultra mikro yang belum tersentuh lembaga pembiayaan (unbankable).
&quot;Pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp28,8 triliun untuk 12 juta pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang masing-masing mendapat modal usaha Rp2,4 juta,&quot; jelas Teten dalam siaran pers yang diterima, Kamis (6/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;85,42% UMKM Terancam Bangkrut, Cuma Tahan Covid-19 Selama 1 Tahun
Untuk itu, Menkop UKM berharap kerjasama dengan seluruh Pemda terkait pendataan bagi siapa yang berhak mendapat bansos tersebut, agar bisa lebih tepat sasaran.
&quot;Seperti misalnya pedagang asongan, kaki lima, bakul pasar, dan sebagainya, yang pasti belum terdata di dinas-dinas terkait,&quot; imbuh Teten.
Setelah itu, lanjut Teten, mereka akan mendapat pembinaan melalui aneka program pelatihan.
Menurut Teten, pemerintah terus melakukan evaluasi program-program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan menelurkan program baru untuk pemulihan ekonomi koperasi dan UMKM.
Baca Juga:&amp;nbsp;Masalah UMKM Harus Dibenahi demi Pulihkan Ekonomi RI
&quot;Karena, untuk bisa cepat pulih, koperasi dan UMKM yang jumlahnya mencapai 99% itu harus cepat dan segera diselamatkan,&quot; tandas Teten.
Khusus untuk koperasi, Teten menyebut koperasi sebagai wadah konsolidator kegiatan UMKM. Oleh karena itu, pembiayaan untuk UMKM sebaiknya dikanalisasi melalui koperasi.
&quot;Bila pembiayaan melalui koperasi maka sudah termasuk pendampingan usaha dan pembinaan bagi UMKM&quot;, kata MenkopUKM.Teten pun berharap koperasi menjadi offtaker bagi produk-produk UMKM. Di mana nantinya, koperasi yang langsung berhubungan dengan pasar.
&quot;Untuk itu, kita butuh skema pembiayaan bagi koperasi sebagai dana talangan. Kita akan terus memperkuat LPDB KUMKM untuk menopang koperasi tersebut,&quot; kata Teten.
Teten selalu mendorong koperasi dan UMKM melakukan trasformasi digitalisasi. Pasalnya, yang bisa eksis adalah yang sudah terhubung dengan marketplace.
&quot;Dengan digitalisasi bisa mengakses pasar yang lebih luas dan bisa mendapat pembiayaan secara mudah,&quot; jelas Teten.</content:encoded></item></channel></rss>
