<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Diambang Resesi, Siapkan Dana Darurat hingga Asuransi</title><description>Pandemi virus corona membuat perekonomian Indonesia berada dalam tekanan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/320/2258057/indonesia-diambang-resesi-siapkan-dana-darurat-hingga-asuransi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/320/2258057/indonesia-diambang-resesi-siapkan-dana-darurat-hingga-asuransi"/><item><title>Indonesia Diambang Resesi, Siapkan Dana Darurat hingga Asuransi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/320/2258057/indonesia-diambang-resesi-siapkan-dana-darurat-hingga-asuransi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/06/320/2258057/indonesia-diambang-resesi-siapkan-dana-darurat-hingga-asuransi</guid><pubDate>Kamis 06 Agustus 2020 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/06/320/2258057/indonesia-diambang-resesi-siapkan-dana-darurat-hingga-asuransi-X8aqpo9IC8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Asuransi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/06/320/2258057/indonesia-diambang-resesi-siapkan-dana-darurat-hingga-asuransi-X8aqpo9IC8.jpg</image><title>Asuransi (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat perekonomian Indonesia berada dalam tekanan. Bahkan, kini ekonomi Indonesia berada dalam ancaman resesi.

Bagaimana tidak, pada kuartal II-2020 ekonomi Indonesia -5,3% secara tahunan (year on year/yoy). Jika pada kuartal III-2020 ekonomi minus lagi, maka secara sah Indonesia mengalami resesi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi Lagi Sulit, Pikir-Pikir Dulu Sebelum Pinjaman Online
Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, pada masa krisis hal yang paling penting adalah menjaga likuiditas. Maksudnya adalah bagaimana pentingnya menjaga nilai kecukupan harta likuid tunai harta yang dimiliki yang bisa dengan mudah dicairkan.

&quot;Kalau dalam situasi sekarang tuh namanya situasi serba tidak pasti. Perlu penting sekali kita bisa menjaga likuiditas. Likuiditas ini sumber keuangan yang bisa kita akses kapan saja kalau kita mengalami kondisi darurat,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (6/8/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Wajib Baca, 5 Cara Ini Ampuh untuk Redam Hasrat Belanja
Menurut Mike, likuiditas yang harus dijaga mencakup pertama adalah untuk dana darurat, investasi dan juga asuransi. Adapun dana darurat ini sangat penting untuk mengcover kebutuhan yang tak bisa dipenuhi dengan asuransi.Kemudian yang kedua adalah untuk investasi. Namun, dalam  menginvestasikan ini juga perlu berhati-hati dan harus memilih yang  sifatnya konservatif agar lebih aman.

&quot;Likuiditas ini bisa dana darurat atau bisa juga berupa investasi  kita yang dialokasikan ke dalam sebuah produk investasi yang memang  resikonya kecil jadi gabungan dari dana darurat dan sebuah jenis  investasi yang memang dia dikelola secara konservatif,&quot; jelasnya.

Lalu jangan lupa untuk menyiapkan asuransi. Khususnya asuransi yang  bisa mengcover risiko keuangan tertentu seperti kesehatan dan kematian.

&quot;Selain itu juga perlu ada tambahan asuransi yang bisa mengcover  sejumlah risiko keuangan tertentu. Misalnya risiko kesehatan, risiko  meninggal dunia. Jadi menjaga likuiditas dana darurat iya, investasi  konservatif , dan asuransi. Itu menjaga likuiditas,&quot; kata Mike.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat perekonomian Indonesia berada dalam tekanan. Bahkan, kini ekonomi Indonesia berada dalam ancaman resesi.

Bagaimana tidak, pada kuartal II-2020 ekonomi Indonesia -5,3% secara tahunan (year on year/yoy). Jika pada kuartal III-2020 ekonomi minus lagi, maka secara sah Indonesia mengalami resesi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi Lagi Sulit, Pikir-Pikir Dulu Sebelum Pinjaman Online
Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, pada masa krisis hal yang paling penting adalah menjaga likuiditas. Maksudnya adalah bagaimana pentingnya menjaga nilai kecukupan harta likuid tunai harta yang dimiliki yang bisa dengan mudah dicairkan.

&quot;Kalau dalam situasi sekarang tuh namanya situasi serba tidak pasti. Perlu penting sekali kita bisa menjaga likuiditas. Likuiditas ini sumber keuangan yang bisa kita akses kapan saja kalau kita mengalami kondisi darurat,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (6/8/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Wajib Baca, 5 Cara Ini Ampuh untuk Redam Hasrat Belanja
Menurut Mike, likuiditas yang harus dijaga mencakup pertama adalah untuk dana darurat, investasi dan juga asuransi. Adapun dana darurat ini sangat penting untuk mengcover kebutuhan yang tak bisa dipenuhi dengan asuransi.Kemudian yang kedua adalah untuk investasi. Namun, dalam  menginvestasikan ini juga perlu berhati-hati dan harus memilih yang  sifatnya konservatif agar lebih aman.

&quot;Likuiditas ini bisa dana darurat atau bisa juga berupa investasi  kita yang dialokasikan ke dalam sebuah produk investasi yang memang  resikonya kecil jadi gabungan dari dana darurat dan sebuah jenis  investasi yang memang dia dikelola secara konservatif,&quot; jelasnya.

Lalu jangan lupa untuk menyiapkan asuransi. Khususnya asuransi yang  bisa mengcover risiko keuangan tertentu seperti kesehatan dan kematian.

&quot;Selain itu juga perlu ada tambahan asuransi yang bisa mengcover  sejumlah risiko keuangan tertentu. Misalnya risiko kesehatan, risiko  meninggal dunia. Jadi menjaga likuiditas dana darurat iya, investasi  konservatif , dan asuransi. Itu menjaga likuiditas,&quot; kata Mike.</content:encoded></item></channel></rss>
