<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Awal Agustus Diprediksi 0,01%, Harga Emas Jadi Biang Kerok</title><description>Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi pada minggu pertama Agustus sebesar 0,01%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/07/20/2258596/inflasi-awal-agustus-diprediksi-0-01-harga-emas-jadi-biang-kerok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/07/20/2258596/inflasi-awal-agustus-diprediksi-0-01-harga-emas-jadi-biang-kerok"/><item><title>Inflasi Awal Agustus Diprediksi 0,01%, Harga Emas Jadi Biang Kerok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/07/20/2258596/inflasi-awal-agustus-diprediksi-0-01-harga-emas-jadi-biang-kerok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/07/20/2258596/inflasi-awal-agustus-diprediksi-0-01-harga-emas-jadi-biang-kerok</guid><pubDate>Jum'at 07 Agustus 2020 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/07/20/2258596/inflasi-awal-agustus-diprediksi-0-01-harga-emas-jadi-biang-kerok-yLvgltmUP1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI Prediksi Inflasi pada Awal Agustus 2020 sebesar 0,01%. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/07/20/2258596/inflasi-awal-agustus-diprediksi-0-01-harga-emas-jadi-biang-kerok-yLvgltmUP1.jpg</image><title>BI Prediksi Inflasi pada Awal Agustus 2020 sebesar 0,01%. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi pada minggu pertama Agustus sebesar 0,01%. Berdasarkan survei pemantauan harga, perkiraan inflasi Agustus 2020 secara tahun kalender sebesar 0,99% (year to date /ytd), dan secara tahunan sebesar 1,39% (year on year/yoy).
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan, penyumbang utama inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas emas perhiasan sebesar 0,09% (mtm), cabai merah sebesar 0,03% (mtm), minyak goreng, ikan kembung dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
Baca Juga:&amp;nbsp;BPS Sebut Deflasi Juli 2020 Tidak Wajar, Kok Bisa?
&quot;Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi yaitu daging ayam ras sebesar -0,11% (mtm), bawang merah sebesar -0,06% (mtm), telur ayam ras dan jeruk masing-masing sebesar -0,02% (mtm), dan tomat sebesar -0,01% (mtm),&quot; kata Onny di Jakarta, Jumat (7/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Terungkap, Ini Daftar Penyumbang Deflasi Juli 2020
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
&quot;Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi pada minggu pertama Agustus sebesar 0,01%. Berdasarkan survei pemantauan harga, perkiraan inflasi Agustus 2020 secara tahun kalender sebesar 0,99% (year to date /ytd), dan secara tahunan sebesar 1,39% (year on year/yoy).
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan, penyumbang utama inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas emas perhiasan sebesar 0,09% (mtm), cabai merah sebesar 0,03% (mtm), minyak goreng, ikan kembung dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
Baca Juga:&amp;nbsp;BPS Sebut Deflasi Juli 2020 Tidak Wajar, Kok Bisa?
&quot;Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi yaitu daging ayam ras sebesar -0,11% (mtm), bawang merah sebesar -0,06% (mtm), telur ayam ras dan jeruk masing-masing sebesar -0,02% (mtm), dan tomat sebesar -0,01% (mtm),&quot; kata Onny di Jakarta, Jumat (7/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Terungkap, Ini Daftar Penyumbang Deflasi Juli 2020
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
&quot;Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
