<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sibuk Debat soal Lobster, Menteri Edhy: Masih Banyak Potensi Laut yang Lain</title><description>Edhy Prabowo kembali menyinggung ihwal pro dan kontra pencabutan  larangan ekspor benih lobster.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/07/320/2258444/sibuk-debat-soal-lobster-menteri-edhy-masih-banyak-potensi-laut-yang-lain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/07/320/2258444/sibuk-debat-soal-lobster-menteri-edhy-masih-banyak-potensi-laut-yang-lain"/><item><title>Sibuk Debat soal Lobster, Menteri Edhy: Masih Banyak Potensi Laut yang Lain</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/07/320/2258444/sibuk-debat-soal-lobster-menteri-edhy-masih-banyak-potensi-laut-yang-lain</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/07/320/2258444/sibuk-debat-soal-lobster-menteri-edhy-masih-banyak-potensi-laut-yang-lain</guid><pubDate>Jum'at 07 Agustus 2020 14:00 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/07/320/2258444/sibuk-debat-soal-lobster-menteri-edhy-masih-banyak-potensi-laut-yang-lain-UIsIZl0CLc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (Foto: Dok KKP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/07/320/2258444/sibuk-debat-soal-lobster-menteri-edhy-masih-banyak-potensi-laut-yang-lain-UIsIZl0CLc.jpg</image><title>Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (Foto: Dok KKP)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo kembali menyinggung ihwal pro dan kontra pencabutan larangan ekspor benih lobster yang sebelumnya dikeluarkan oleh eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti. Edhy bilang, masih banyak sumber daya laut yang harus dikembangkan tanpa terjebak pada perdebatan lobster.

&quot;Kita bicara lobster, kita sibuk berdebat dengan lobster, padahal lobster baru sebagian kecil masalah potensi yang perlu kita bangkitkan. masih ada banyak potensi yang perlu kita kembangkan,&quot; ujar Edhy, Jakarta, Jumat (7/8/2050).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tangkap Kapal Maling Ikan, Menteri Edhy: Kewajiban
Edhy menyebut, sumber daya baik di laut dan pesisir belum secara maksimalkan dikembangkan. Bahkan, hanya 10 persen saja dari keseluruhan sumber daya yang dimiliki. Karena itu, dia menegaskan pihaknya akan berusaha untuk mengoptimalkan seluruh potensi laut yang dimiliki Indonesia.

Salah satu potensi laut yang disebut Edhy adalah ikan cobia. Dia bilang, para pembudidaya membuktikan bahwa jenis ikan karnivora ini  memiliki perkembangan hingga 6 kilogram (kg). Selain cobia, Edhy juga mengatakan kepiting pun sudah bisa dikembangbiakan secara mandiri.  Di mana,  satu ekor kepiting bisa bertelur hingga 50.000.

&quot;Ikan cobia, satu satunya ikan yang pertumbuhannya setahun bisa 6 kg. Kemudian, kepiting kita sudah bisa kembang biakan sendiri, gak kita khawatirkan kepiting punah. Satu ekor kepiting bisa bertelur 50.000, tapi dari 50.000 tentu yang sampai besar itu hanya 25.000 saja,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Eselon I KKP Mundur Jabatan, Menteri Edhy: Itu Hak
Untuk diketahui, kebijakan ekspor benih lobster menjadi polemik hangat di tengah masyarakat. Ada yang merasa kebijakan tersebut sudah tepat, tapi banyak pula yang berpandangan kebijakan yang diketok oleh Menteri Edhy dapat mengganggu atau mengakibatkan kepunahan lobster.Kebijakan Edhy, ditantang keras oleh mantan Menteri Kelautan dan  Perikanan Susi Pudjiastuti. Dia bilang, lobster dewasa sudah jarang  ditemui karena bibit lobster diperbolehkan dijual ke luar negeri oleh  pemerintah.

Pencabutan aturan era Susi itu ditandai dengan peraturan menteri  (Permen) yang baru, yakni Permen KP Nomor 12/Permen-KP/2020 Tentang  Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan, di Indonesia. Namun dimas  Edhy, penyesuaian sejumlah aturan di KKP perlu dilakukan. Tujuannya guna  menghilangkan hal-hal yang dianggap menghambat dunia usaha dan  keberpihakan pada nelayan kecil.

Beberapa aturan yang direvisinya yakni mencabut larangan ekspor benih  lobster, melegalkan alat tangkap cantrang, hingga enggan melanjutkan  lagi kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan.

&quot;Percayalah, kami tidak akan mundur karena keputusan yang kami buat  bukan atas dasar ketidaksukaan terhadap kebijakan sebelumnya. Sudah  banyak ahli-ahli di belakang kami bergelar profesor, doktor, dan pegiat  lingkungan. Kami terukur kebijakannya,&quot; kata Edhy beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo kembali menyinggung ihwal pro dan kontra pencabutan larangan ekspor benih lobster yang sebelumnya dikeluarkan oleh eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti. Edhy bilang, masih banyak sumber daya laut yang harus dikembangkan tanpa terjebak pada perdebatan lobster.

&quot;Kita bicara lobster, kita sibuk berdebat dengan lobster, padahal lobster baru sebagian kecil masalah potensi yang perlu kita bangkitkan. masih ada banyak potensi yang perlu kita kembangkan,&quot; ujar Edhy, Jakarta, Jumat (7/8/2050).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tangkap Kapal Maling Ikan, Menteri Edhy: Kewajiban
Edhy menyebut, sumber daya baik di laut dan pesisir belum secara maksimalkan dikembangkan. Bahkan, hanya 10 persen saja dari keseluruhan sumber daya yang dimiliki. Karena itu, dia menegaskan pihaknya akan berusaha untuk mengoptimalkan seluruh potensi laut yang dimiliki Indonesia.

Salah satu potensi laut yang disebut Edhy adalah ikan cobia. Dia bilang, para pembudidaya membuktikan bahwa jenis ikan karnivora ini  memiliki perkembangan hingga 6 kilogram (kg). Selain cobia, Edhy juga mengatakan kepiting pun sudah bisa dikembangbiakan secara mandiri.  Di mana,  satu ekor kepiting bisa bertelur hingga 50.000.

&quot;Ikan cobia, satu satunya ikan yang pertumbuhannya setahun bisa 6 kg. Kemudian, kepiting kita sudah bisa kembang biakan sendiri, gak kita khawatirkan kepiting punah. Satu ekor kepiting bisa bertelur 50.000, tapi dari 50.000 tentu yang sampai besar itu hanya 25.000 saja,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Eselon I KKP Mundur Jabatan, Menteri Edhy: Itu Hak
Untuk diketahui, kebijakan ekspor benih lobster menjadi polemik hangat di tengah masyarakat. Ada yang merasa kebijakan tersebut sudah tepat, tapi banyak pula yang berpandangan kebijakan yang diketok oleh Menteri Edhy dapat mengganggu atau mengakibatkan kepunahan lobster.Kebijakan Edhy, ditantang keras oleh mantan Menteri Kelautan dan  Perikanan Susi Pudjiastuti. Dia bilang, lobster dewasa sudah jarang  ditemui karena bibit lobster diperbolehkan dijual ke luar negeri oleh  pemerintah.

Pencabutan aturan era Susi itu ditandai dengan peraturan menteri  (Permen) yang baru, yakni Permen KP Nomor 12/Permen-KP/2020 Tentang  Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan, di Indonesia. Namun dimas  Edhy, penyesuaian sejumlah aturan di KKP perlu dilakukan. Tujuannya guna  menghilangkan hal-hal yang dianggap menghambat dunia usaha dan  keberpihakan pada nelayan kecil.

Beberapa aturan yang direvisinya yakni mencabut larangan ekspor benih  lobster, melegalkan alat tangkap cantrang, hingga enggan melanjutkan  lagi kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan.

&quot;Percayalah, kami tidak akan mundur karena keputusan yang kami buat  bukan atas dasar ketidaksukaan terhadap kebijakan sebelumnya. Sudah  banyak ahli-ahli di belakang kami bergelar profesor, doktor, dan pegiat  lingkungan. Kami terukur kebijakannya,&quot; kata Edhy beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
