<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Akan Kembangkan Pariwisata Bali</title><description>Kementerian PUPR terus meningkatkan konektivitas antar wilayah di Bali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/07/320/2258828/proyek-jalan-tol-gilimanuk-mengwi-akan-kembangkan-pariwisata-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/07/320/2258828/proyek-jalan-tol-gilimanuk-mengwi-akan-kembangkan-pariwisata-bali"/><item><title>Proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Akan Kembangkan Pariwisata Bali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/07/320/2258828/proyek-jalan-tol-gilimanuk-mengwi-akan-kembangkan-pariwisata-bali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/07/320/2258828/proyek-jalan-tol-gilimanuk-mengwi-akan-kembangkan-pariwisata-bali</guid><pubDate>Jum'at 07 Agustus 2020 21:55 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/07/320/2258828/proyek-jalan-tol-gilimanuk-mengwi-akan-kembangkan-pariwisata-bali-vpbNKlJVyf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Dok PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/07/320/2258828/proyek-jalan-tol-gilimanuk-mengwi-akan-kembangkan-pariwisata-bali-vpbNKlJVyf.jpeg</image><title>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Dok PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan konektivitas antar wilayah di Bali. Hal ini sebagai bentuk dukungan pengembangan pariwisata di Bali.

Adapun peningkatan konektivitas tersebut baik melalui pembangunan jalan nasional dan jalan tol. Salah satunya adalah rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi dengan total panjang sekitar 95 km.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ada Rest Area Baru di Jalur Ciawi-Puncak, Tampung 500 Mobil
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, tujuan utama pembangunan jalan tol yang akan menjadi ruas kedua di Bali setelah Tol Bali Mandara tersebut adalah untuk pengembangan wilayah di Bali bagian Barat, utamanya peningkatan konektivitas dari Pelabuhan Gilimanuk hingga ke Metropolitan Sarbagita yang kerap mengalami kemacetan. Tidak hanya untuk pengembangan wilayah di Bali, namun menurut Menteri Basuki juga terkait dengan Jalan Tol Sumatera lalu Tol Trans Jawa yang akan terhubung hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur.

&amp;ldquo;Sekarang tahap pembangunan Trans Jawa sudah sampai Probolinggo Timur dan akan diteruskan hingga ke Banyuwangi. Kalau sudah tersambung, dari Jawa ke Bali ini akan ada alternatif jalur darat, karena dengan adanya jalan tol akan lebih cepat juga bisa lihat pemandangan. Selain itu kalau satu mobil satu keluarga bisa lebih murah dari naik pesawat,&amp;rdquo; kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, (7/8/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Arus Balik Mudik Idul Adha, Perhatikan Titik Kepadatan Tol Japek Ini
Dikatakan Menteri Basuki, rencana pembangunan jalan tol ini merupakan prakarsa murni dari pihak swasta (unsollicited project) sehingga Kementerian PUPR sangat mendorong terlaksananya pembangunan jalan tol tersebut. Hal ini sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo agar mencari berbagai alternatif pembiayaan pembangunan jalan tol sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

&amp;ldquo;Terlebih pemrakarsanya ini bukan BUMN, oleh karenanya Kementerian PUPR sangat mendorong swasta non-BUMN agar lebih semangat untuk berinvestasi di jalan tol. Jalan tol ini akan dibangun oleh swasta murni tanpa dukungan dari Pemerintah (viability gap fund), karena tingkat kelayakan investasinya (IRR) sangat tinggi di jalur yang sudah ramai dilewati kendaraan,&amp;rdquo; ujarnya.
Menteri Basuki menyatakan, saat ini tahapan rencana pembangunan Jalan  Tol Gilimanuk-Mengwi sudah memasuki tahapan studi kelayakan (FS) dan  akan segera dievaluasi, selanjutnya akan dikeluarkan izin prakarsanya.  &amp;ldquo;Setelah itu baru penetapan lokasi (penlok) oleh Gubernur Bali, lalu  Oktober 2020 kita bisa tender dan Maret 2021 sudah bisa tanda tangan  kontrak untuk memulai pekerjaan konstruksinya,&amp;rdquo; tuturnya.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan bahwa rencana pengembangan  jalan tol tersebut merupakan kebutuhan untuk mengurai titik-titik  kemacetan yang sering terjadi pada jam - jam padat, di samping juga  untuk mewujudkan akses yang cepat menuju Denpasar maupun arah sebaliknya  dari Denpasar menuju Gilimanuk. &quot;Saat normal, waktu tempuh dari maupun  menuju Gilimanuk mencapai 4 hingga 5 jam lebih. Jika ada saja kendaraan  besar bermuatan berat berjalan pelan,&quot; jelasnya. Intinya tol ini akan  menjadi jalur alternatif logistik dan pariwisata.

Diungkapkan Koster, untuk tahap pertama pembangunan akan dilakukan  dari Pekutatan - Soka dengan panjang sekitar 20 km, karena menurutnya  sepanjang jalur tersebut sering terjadi kemacetan. &amp;ldquo;Pemprov Bali siap  mendukung untuk pembebasan lahan. Kalau trasenya sudah ditentukan, maka  akan dilengkapi dengan dokumen untuk pembebasan lahan,&amp;rdquo; ujarnya.

Sedangkan untuk tahap kedua Koster menyatakan, pembangunan akan  dilanjutkan dari Soka ke Mengwi, dan tahap ketiga baru dari Gilimanuk ke  Pekutatan. Meskipun rencana titik akhir jalan tol tersebut berada di  Mengwi, Koster menyatakan jalan tol ini juga akan dikembangkan lagi pada  rencana berikutnya untuk jalur Mengwi &amp;ndash; Gianyar hingga akses antar  kabupaten bisa ditempuh sesingkat mungkin. &amp;ldquo;Total anggaran pembangunan  Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi diperkirakan sekitar Rp 14 triliun,&amp;rdquo;  ungkapnya.(rzy)</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan konektivitas antar wilayah di Bali. Hal ini sebagai bentuk dukungan pengembangan pariwisata di Bali.

Adapun peningkatan konektivitas tersebut baik melalui pembangunan jalan nasional dan jalan tol. Salah satunya adalah rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi dengan total panjang sekitar 95 km.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ada Rest Area Baru di Jalur Ciawi-Puncak, Tampung 500 Mobil
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, tujuan utama pembangunan jalan tol yang akan menjadi ruas kedua di Bali setelah Tol Bali Mandara tersebut adalah untuk pengembangan wilayah di Bali bagian Barat, utamanya peningkatan konektivitas dari Pelabuhan Gilimanuk hingga ke Metropolitan Sarbagita yang kerap mengalami kemacetan. Tidak hanya untuk pengembangan wilayah di Bali, namun menurut Menteri Basuki juga terkait dengan Jalan Tol Sumatera lalu Tol Trans Jawa yang akan terhubung hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur.

&amp;ldquo;Sekarang tahap pembangunan Trans Jawa sudah sampai Probolinggo Timur dan akan diteruskan hingga ke Banyuwangi. Kalau sudah tersambung, dari Jawa ke Bali ini akan ada alternatif jalur darat, karena dengan adanya jalan tol akan lebih cepat juga bisa lihat pemandangan. Selain itu kalau satu mobil satu keluarga bisa lebih murah dari naik pesawat,&amp;rdquo; kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, (7/8/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Arus Balik Mudik Idul Adha, Perhatikan Titik Kepadatan Tol Japek Ini
Dikatakan Menteri Basuki, rencana pembangunan jalan tol ini merupakan prakarsa murni dari pihak swasta (unsollicited project) sehingga Kementerian PUPR sangat mendorong terlaksananya pembangunan jalan tol tersebut. Hal ini sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo agar mencari berbagai alternatif pembiayaan pembangunan jalan tol sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

&amp;ldquo;Terlebih pemrakarsanya ini bukan BUMN, oleh karenanya Kementerian PUPR sangat mendorong swasta non-BUMN agar lebih semangat untuk berinvestasi di jalan tol. Jalan tol ini akan dibangun oleh swasta murni tanpa dukungan dari Pemerintah (viability gap fund), karena tingkat kelayakan investasinya (IRR) sangat tinggi di jalur yang sudah ramai dilewati kendaraan,&amp;rdquo; ujarnya.
Menteri Basuki menyatakan, saat ini tahapan rencana pembangunan Jalan  Tol Gilimanuk-Mengwi sudah memasuki tahapan studi kelayakan (FS) dan  akan segera dievaluasi, selanjutnya akan dikeluarkan izin prakarsanya.  &amp;ldquo;Setelah itu baru penetapan lokasi (penlok) oleh Gubernur Bali, lalu  Oktober 2020 kita bisa tender dan Maret 2021 sudah bisa tanda tangan  kontrak untuk memulai pekerjaan konstruksinya,&amp;rdquo; tuturnya.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan bahwa rencana pengembangan  jalan tol tersebut merupakan kebutuhan untuk mengurai titik-titik  kemacetan yang sering terjadi pada jam - jam padat, di samping juga  untuk mewujudkan akses yang cepat menuju Denpasar maupun arah sebaliknya  dari Denpasar menuju Gilimanuk. &quot;Saat normal, waktu tempuh dari maupun  menuju Gilimanuk mencapai 4 hingga 5 jam lebih. Jika ada saja kendaraan  besar bermuatan berat berjalan pelan,&quot; jelasnya. Intinya tol ini akan  menjadi jalur alternatif logistik dan pariwisata.

Diungkapkan Koster, untuk tahap pertama pembangunan akan dilakukan  dari Pekutatan - Soka dengan panjang sekitar 20 km, karena menurutnya  sepanjang jalur tersebut sering terjadi kemacetan. &amp;ldquo;Pemprov Bali siap  mendukung untuk pembebasan lahan. Kalau trasenya sudah ditentukan, maka  akan dilengkapi dengan dokumen untuk pembebasan lahan,&amp;rdquo; ujarnya.

Sedangkan untuk tahap kedua Koster menyatakan, pembangunan akan  dilanjutkan dari Soka ke Mengwi, dan tahap ketiga baru dari Gilimanuk ke  Pekutatan. Meskipun rencana titik akhir jalan tol tersebut berada di  Mengwi, Koster menyatakan jalan tol ini juga akan dikembangkan lagi pada  rencana berikutnya untuk jalur Mengwi &amp;ndash; Gianyar hingga akses antar  kabupaten bisa ditempuh sesingkat mungkin. &amp;ldquo;Total anggaran pembangunan  Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi diperkirakan sekitar Rp 14 triliun,&amp;rdquo;  ungkapnya.(rzy)</content:encoded></item></channel></rss>
