<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Basuki Instruksikan Bendungan Sidan Rampung di 2022</title><description>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun Bendungan Sidan di Kabupaten Badung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/07/320/2258831/menteri-basuki-instruksikan-bendungan-sidan-rampung-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/07/320/2258831/menteri-basuki-instruksikan-bendungan-sidan-rampung-di-2022"/><item><title>Menteri Basuki Instruksikan Bendungan Sidan Rampung di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/07/320/2258831/menteri-basuki-instruksikan-bendungan-sidan-rampung-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/07/320/2258831/menteri-basuki-instruksikan-bendungan-sidan-rampung-di-2022</guid><pubDate>Jum'at 07 Agustus 2020 22:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/07/320/2258831/menteri-basuki-instrusikan-bendungan-sidan-rampung-di-2022-s6nP8xPsU7.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Dok PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/07/320/2258831/menteri-basuki-instrusikan-bendungan-sidan-rampung-di-2022-s6nP8xPsU7.jpeg</image><title>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Dok PUPR)</title></images><description>BADUNG &amp;ndash; Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun Bendungan Sidan di Kabupaten Badung. Hal ini untuk mendukung ketersediaan air baku di Provinsi Bali yang menjadi destinasi wisata dunia.
Pembangunan Bendungan Sidan merupakan salah satu dari 65 bendungan yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Di mana, menjadi salah satu prioritas Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo dan Wapres KH. Ma'ruf Amin.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menginstruksikan agar pembangunan Bendungan Sidan terus dilaksanakan sesuai target. Pemerintah menargetkan selesai pada tahun 2022.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bentar Lagi Kelar Nih, Proyek Bendungan Jokowi Ini Sudah 92%
&quot;Tadi saya tinjau progresnya sekitar 18%, minus 4% karena ada masalah teknis bidang gelincir yang menimbulkan potensi longsor, tetapi itu pasti bisa diatasi dengan teknologi yang ada,&quot; kata Menteri Basuki usai meninjau lokasi pembangunan Bendungan Sidan, Kamis (6/8/2020).
Menurut Menteri Basuki, untuk mengatasi permasalahan teknis tersebut, saat ini sedang dibahas metodologi terbaik untuk penanganan potensi longsor tersebut. &quot;Tadi sudah saya telepon Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR untuk segera diputuskan metodologi penanganan yang tepat. Mudah-mudahan minggu depan sudah ada keputusan sehingga progres minus masih bisa kita kejar,&quot; ungkapnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pentingnya Bendungan Tirtonadi Bagi Kota Solo
Dengan kapasitas 3,8 juta meter kubik, Bendungan Sidan akan menjadi sumber air baku bagi kebutuhan domestik dan pariwisata. &quot;Dalam proyeksi kami, inipun masih kurang untuk memenuhi kebutuhan air baku Bali ke depan, sehingga kita rencanakan untuk membangun beberapa bendungan lagi,  termasuk Bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng yang saat ini juga sedang dikerjakan,&quot; kata Menteri Basuki.
Provinsi Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia mengalami laju pertumbuhan wisatawan dan penduduk yang besar setiap tahunnya yang secara tidak langsung berdampak terhadap peningkatan kebutuhan air baku. Untuk itu pembuatan tambahan tampungan air seperti bendungan bisa menjadi salah satu solusi permasalahan tersebut.Pembangunan Bendungan Sidan yang dilaksanakan Kementerian PUPR  melalui Balai Wilayah Sungai Bali Penida akan memberikan manfaat bagi  konservasi air, dan yang paling utama adalah penyediaan air baku sebesar  1.750 liter per detik untuk Kawasan Metropolitan Sarbagita, terutama  Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten  Tabanan. Bendungan ini juga memiliki potensi pariwisata dan sebagai  Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) berkapasitas 0,65 mw yang  nantinya dikoordinasikan dengan pihak PLN.
Bendungan Sidan adalah bendungan tipe Zonal dengan Inti Tegak  memiliki Panjang puncak 185 meter serta lebar puncak 8,5 meter yang  sumber airnya berasal dari Sungai Ayung. Bendungan juga dilengkapi  terowongan pengelak sepanjang 555 meter dengan diameter 5 meter yang  berfungsi untuk pengendali banjir dari debit masuk sebesar 405 m/detik  menjadi 138 m/detik debit keluar.
Pembangunannya dikerjakan oleh Konsorsium PT Brantas Abipraya  (Persero) &amp;ndash; PT Universal Suryaprima dengan kontrak senilai Rp 809  miliar. Bendungan yang mulai dibangun Oktober 2018 tersebut membutuhkan  total rencana pembebasan lahan sebesar 82,73 hektare yang terdiri dari  168 bidang mencakup tiga kabupaten, yakni Badung, Bangli, dan Gianyar.
Turut hadir dalam tinjauan tersebut Gubernur Bali I Wayan Koster,  Dirut PT Nindya Karya Haedar Karim, Direktur Bina Penataan Bangunan  Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, Kepala Balai  Wilayah Sungai Bali Penida Maryadi Utama, Plh Kepala Balai Besar  Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali Sodeli, Kepala Balai  Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Bali I Nyoman Sutresna, Kepala Balai  Pelaksana Penyediaan Perumahan Suparman dan Kepala Biro Komunikasi  Publik Endra S. Atmawidjaja.(rzy)</description><content:encoded>BADUNG &amp;ndash; Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun Bendungan Sidan di Kabupaten Badung. Hal ini untuk mendukung ketersediaan air baku di Provinsi Bali yang menjadi destinasi wisata dunia.
Pembangunan Bendungan Sidan merupakan salah satu dari 65 bendungan yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Di mana, menjadi salah satu prioritas Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo dan Wapres KH. Ma'ruf Amin.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menginstruksikan agar pembangunan Bendungan Sidan terus dilaksanakan sesuai target. Pemerintah menargetkan selesai pada tahun 2022.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bentar Lagi Kelar Nih, Proyek Bendungan Jokowi Ini Sudah 92%
&quot;Tadi saya tinjau progresnya sekitar 18%, minus 4% karena ada masalah teknis bidang gelincir yang menimbulkan potensi longsor, tetapi itu pasti bisa diatasi dengan teknologi yang ada,&quot; kata Menteri Basuki usai meninjau lokasi pembangunan Bendungan Sidan, Kamis (6/8/2020).
Menurut Menteri Basuki, untuk mengatasi permasalahan teknis tersebut, saat ini sedang dibahas metodologi terbaik untuk penanganan potensi longsor tersebut. &quot;Tadi sudah saya telepon Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR untuk segera diputuskan metodologi penanganan yang tepat. Mudah-mudahan minggu depan sudah ada keputusan sehingga progres minus masih bisa kita kejar,&quot; ungkapnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pentingnya Bendungan Tirtonadi Bagi Kota Solo
Dengan kapasitas 3,8 juta meter kubik, Bendungan Sidan akan menjadi sumber air baku bagi kebutuhan domestik dan pariwisata. &quot;Dalam proyeksi kami, inipun masih kurang untuk memenuhi kebutuhan air baku Bali ke depan, sehingga kita rencanakan untuk membangun beberapa bendungan lagi,  termasuk Bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng yang saat ini juga sedang dikerjakan,&quot; kata Menteri Basuki.
Provinsi Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia mengalami laju pertumbuhan wisatawan dan penduduk yang besar setiap tahunnya yang secara tidak langsung berdampak terhadap peningkatan kebutuhan air baku. Untuk itu pembuatan tambahan tampungan air seperti bendungan bisa menjadi salah satu solusi permasalahan tersebut.Pembangunan Bendungan Sidan yang dilaksanakan Kementerian PUPR  melalui Balai Wilayah Sungai Bali Penida akan memberikan manfaat bagi  konservasi air, dan yang paling utama adalah penyediaan air baku sebesar  1.750 liter per detik untuk Kawasan Metropolitan Sarbagita, terutama  Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten  Tabanan. Bendungan ini juga memiliki potensi pariwisata dan sebagai  Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) berkapasitas 0,65 mw yang  nantinya dikoordinasikan dengan pihak PLN.
Bendungan Sidan adalah bendungan tipe Zonal dengan Inti Tegak  memiliki Panjang puncak 185 meter serta lebar puncak 8,5 meter yang  sumber airnya berasal dari Sungai Ayung. Bendungan juga dilengkapi  terowongan pengelak sepanjang 555 meter dengan diameter 5 meter yang  berfungsi untuk pengendali banjir dari debit masuk sebesar 405 m/detik  menjadi 138 m/detik debit keluar.
Pembangunannya dikerjakan oleh Konsorsium PT Brantas Abipraya  (Persero) &amp;ndash; PT Universal Suryaprima dengan kontrak senilai Rp 809  miliar. Bendungan yang mulai dibangun Oktober 2018 tersebut membutuhkan  total rencana pembebasan lahan sebesar 82,73 hektare yang terdiri dari  168 bidang mencakup tiga kabupaten, yakni Badung, Bangli, dan Gianyar.
Turut hadir dalam tinjauan tersebut Gubernur Bali I Wayan Koster,  Dirut PT Nindya Karya Haedar Karim, Direktur Bina Penataan Bangunan  Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, Kepala Balai  Wilayah Sungai Bali Penida Maryadi Utama, Plh Kepala Balai Besar  Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali Sodeli, Kepala Balai  Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Bali I Nyoman Sutresna, Kepala Balai  Pelaksana Penyediaan Perumahan Suparman dan Kepala Biro Komunikasi  Publik Endra S. Atmawidjaja.(rzy)</content:encoded></item></channel></rss>
