<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aman Enggak Buka Usaha saat Ekonomi Terancam Resesi?</title><description>Pandemi virus corona membuat ekonomi Indonesia berada di ambang resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/08/320/2259085/aman-enggak-buka-usaha-saat-ekonomi-terancam-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/08/320/2259085/aman-enggak-buka-usaha-saat-ekonomi-terancam-resesi"/><item><title>Aman Enggak Buka Usaha saat Ekonomi Terancam Resesi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/08/320/2259085/aman-enggak-buka-usaha-saat-ekonomi-terancam-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/08/320/2259085/aman-enggak-buka-usaha-saat-ekonomi-terancam-resesi</guid><pubDate>Sabtu 08 Agustus 2020 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/08/320/2259085/aman-enggak-buka-usaha-saat-ekonomi-terancam-resesi-mIkZkUtr0x.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/08/320/2259085/aman-enggak-buka-usaha-saat-ekonomi-terancam-resesi-mIkZkUtr0x.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat ekonomi Indonesia berada di ambang resesi. Pada kuartal II-2020 ekonomi Indonesia -5,3% secara tahunan (year on year/yoy). Jika kuartal III-2020 ekonomi kembali minus, maka Indonesia akan mengalami resesi.
Namun bagi sebagian orang, ancaman resesi ini tidak terlalu berpengaruh atau dinilai sebagai sebuah tantangan. Salah satunya dengan cara membuka usaha baru.
Baca juga: Simak 5 Konsep Dasar saat Memulai Bisnis
Lantas amankah jika membuka usaha di saat ekonomi berada di ambang resesi, Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, berbisnis merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Bahkan menurutnya, dalam situasi normal sekalipun, bisnis memiliki risiko yang cukup tinggi. Oleh karenanya, dalam membuka bisnis juga perlu perencanaan yang matang.
&quot;Sebenarnya kalau kaya berbisnis itu kan bisa dikategorikan sebagai investasi yang risikonya tinggi ya jadi bahkan sebenarnya dalam keadaan normal pun risikonya tetap tinggi,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (8/8/2020).
Baca juga: 4 Kunci Sukses Bisnis Kue Kering bagi Pemula
Menurut Andi, agar risiko bisa diminimalisir, perlu diatur dan direncanakan secara matang. Sehingga niat hati ingin untung tidak berakhir buntung.
&quot;Cuma yang bisa kita lakukan adalah mengatur supaya jangan terjebak dengan money management supaya uang kita nggak abis sama sekali,&quot; jelasnya.
Menurut Andi, salah satu cara untuk mengatur risiko adalah dengan tidak menggelontorkan semua uang untuk keperluan bisnis. Karena jika sewaktu-waktu bisnis tidak berjalan sesuai rencana akan sangat merugikan.
&quot;Jadi paling enggak pertama apakah risikonya tinggi ya pasti tinggi.
Cuma yang bisa kita lakukan adalah manage dulu nih misalnya kita mau masuk ke bisnis itu jangan uang yang kita miliki kita gelontorkan ke situ semua,&quot; jelasnya. (kmj)</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat ekonomi Indonesia berada di ambang resesi. Pada kuartal II-2020 ekonomi Indonesia -5,3% secara tahunan (year on year/yoy). Jika kuartal III-2020 ekonomi kembali minus, maka Indonesia akan mengalami resesi.
Namun bagi sebagian orang, ancaman resesi ini tidak terlalu berpengaruh atau dinilai sebagai sebuah tantangan. Salah satunya dengan cara membuka usaha baru.
Baca juga: Simak 5 Konsep Dasar saat Memulai Bisnis
Lantas amankah jika membuka usaha di saat ekonomi berada di ambang resesi, Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, berbisnis merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Bahkan menurutnya, dalam situasi normal sekalipun, bisnis memiliki risiko yang cukup tinggi. Oleh karenanya, dalam membuka bisnis juga perlu perencanaan yang matang.
&quot;Sebenarnya kalau kaya berbisnis itu kan bisa dikategorikan sebagai investasi yang risikonya tinggi ya jadi bahkan sebenarnya dalam keadaan normal pun risikonya tetap tinggi,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (8/8/2020).
Baca juga: 4 Kunci Sukses Bisnis Kue Kering bagi Pemula
Menurut Andi, agar risiko bisa diminimalisir, perlu diatur dan direncanakan secara matang. Sehingga niat hati ingin untung tidak berakhir buntung.
&quot;Cuma yang bisa kita lakukan adalah mengatur supaya jangan terjebak dengan money management supaya uang kita nggak abis sama sekali,&quot; jelasnya.
Menurut Andi, salah satu cara untuk mengatur risiko adalah dengan tidak menggelontorkan semua uang untuk keperluan bisnis. Karena jika sewaktu-waktu bisnis tidak berjalan sesuai rencana akan sangat merugikan.
&quot;Jadi paling enggak pertama apakah risikonya tinggi ya pasti tinggi.
Cuma yang bisa kita lakukan adalah manage dulu nih misalnya kita mau masuk ke bisnis itu jangan uang yang kita miliki kita gelontorkan ke situ semua,&quot; jelasnya. (kmj)</content:encoded></item></channel></rss>
