<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Cash is King, Penting Pegang Uang Tunai saat Resesi?</title><description>Cash is king dalam kondisi ketidakpastian ekonomi Indonesia saat ini menjadi topik yang sangat penting.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/09/320/2259155/5-fakta-cash-is-king-penting-pegang-uang-tunai-saat-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/09/320/2259155/5-fakta-cash-is-king-penting-pegang-uang-tunai-saat-resesi"/><item><title>5 Fakta Cash is King, Penting Pegang Uang Tunai saat Resesi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/09/320/2259155/5-fakta-cash-is-king-penting-pegang-uang-tunai-saat-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/09/320/2259155/5-fakta-cash-is-king-penting-pegang-uang-tunai-saat-resesi</guid><pubDate>Minggu 09 Agustus 2020 06:11 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/08/320/2259155/5-fakta-cash-is-king-penting-pegang-uang-tunai-saat-resesi-2vN2JNYPBf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/08/320/2259155/5-fakta-cash-is-king-penting-pegang-uang-tunai-saat-resesi-2vN2JNYPBf.jpeg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Cash is king dalam kondisi ketidakpastian ekonomi Indonesia saat ini menjadi topik yang sangat penting. Ancaman resesi karena pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 minus 5,3% secara tahunan (year on year/yoy) menjadikan uang cash sebagai hal yang sangat penting.
Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, pada saat situasi krisis seperti saat ini memang uang cash menjadi hal yang sangat penting. Namun, bukan berarti semua kebutuhan bisa dipenuhi oleh uang cash.
Terkait hal tersebut, Okezone telah merangkum fakta-fakta mengenai cash is king atau penting memegang uang tunai, Jakarta, Minggu (9/8/2020).
Baca juga: Erick Thohir: Kalau Lockdown Betapa Hancur Ekonomi Kita 
1. Tidak Cukup Mengcover Semua Kebutuhan
 
Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini, jika hanya mengandalkan uang cash yang dalam hal ini berupa dana darurat, tidak akan cukup untuk mengcover semua kebutuhan. Mengingat kebutuhan di saat pandemi ini sangat besar.
&quot;Benar cash is king dalam kondisi seperti ini. Tapi kan tidak semuanya kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan yang namanya emergency itu tidak bisa ditebak berapanya karena itu jika tidak bisa kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan akan cash itu akan sangat besar,&quot; jelasnya.



2. Siapkan Sumber Dana Selain Dana Darurat
 
Selain dana darurat, dirinya juga menyarankan untuk menyiapkan dana dalam investasi, lalu menggunakan asuransi seminimalnya untuk mengcover kebutuhan kesehatan.
&quot;Yang harus kita sediakan tadi ya dana darurat tadi gabungan dengan investasi kita. Kalau mengandalkan itu akan sangat besar. Oleh karena itu disiasati dengan adanya asuransi,&quot; kata Mike.
Menurut Mike, nantinya likuiditas ini lah yang akan digunakan untuk menghadapi situasi tersulit seperti resesi ekonomi karena pandemi. Sehingga pada saat situasi seburuk apapun sudah bisa tercover seluruhnya.3. Tunda Keperluan Konsumtif
 
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan pengeluaran juga harus  bisa dipilah-pilah. Ada baiknya pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu  penting atau yang sifatnya untuk memenuhi kebutuhan lifestyle ada  baiknya untuk ditunda.
&quot;Misalnya oh ingin jajan Boba kopi hal hal seperti itu yang saran  saya kurangi lagi. Karena kita mau alokasikan dana tersebut kita  alokasikan untuk dana darurat,&quot; kata Andi.
4. Investasi yang Mudah Dicairkan
 
&quot;Kalau mau investasi boleh tapi taruhlah di instrumen investasi yang  cenderung rendah risikonya. Misalnya di deposito lah logam mulia  misalnya gitu dibandingkan misalnya di pasar saham kecuali dia trader,&quot;  jelas Perencana Keuangan Andi Nugroho.
5. Uang Cash Jadi Modal Ketika Situasi Sulit
 
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, alasan mengapa uang cash  menjadi sangat penting adalah agar bisa menjadi modal ketika situasi  sulit menerpa. Misalnya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada  perusahaan tempat bekerja.
Atau bagi mereka yang menjalankan bisnis juga bisa saja terkena  dampak. Misalnya bisnis yang dijalankan bangkrut karena penjualan tidak  seimbang dengan pemasukan.
&quot;Bisa dibilang seperti itu. Karena kan istilahnya kalau terjadi  resesi kemungkinan bisa terjadi pengurangan karyawan ataupun kita punya  bisnis mungkin pertumbuhan bisnis kita berkurang,&quot; ujarnya. (kmj)</description><content:encoded>JAKARTA - Cash is king dalam kondisi ketidakpastian ekonomi Indonesia saat ini menjadi topik yang sangat penting. Ancaman resesi karena pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 minus 5,3% secara tahunan (year on year/yoy) menjadikan uang cash sebagai hal yang sangat penting.
Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, pada saat situasi krisis seperti saat ini memang uang cash menjadi hal yang sangat penting. Namun, bukan berarti semua kebutuhan bisa dipenuhi oleh uang cash.
Terkait hal tersebut, Okezone telah merangkum fakta-fakta mengenai cash is king atau penting memegang uang tunai, Jakarta, Minggu (9/8/2020).
Baca juga: Erick Thohir: Kalau Lockdown Betapa Hancur Ekonomi Kita 
1. Tidak Cukup Mengcover Semua Kebutuhan
 
Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini, jika hanya mengandalkan uang cash yang dalam hal ini berupa dana darurat, tidak akan cukup untuk mengcover semua kebutuhan. Mengingat kebutuhan di saat pandemi ini sangat besar.
&quot;Benar cash is king dalam kondisi seperti ini. Tapi kan tidak semuanya kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan yang namanya emergency itu tidak bisa ditebak berapanya karena itu jika tidak bisa kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan akan cash itu akan sangat besar,&quot; jelasnya.



2. Siapkan Sumber Dana Selain Dana Darurat
 
Selain dana darurat, dirinya juga menyarankan untuk menyiapkan dana dalam investasi, lalu menggunakan asuransi seminimalnya untuk mengcover kebutuhan kesehatan.
&quot;Yang harus kita sediakan tadi ya dana darurat tadi gabungan dengan investasi kita. Kalau mengandalkan itu akan sangat besar. Oleh karena itu disiasati dengan adanya asuransi,&quot; kata Mike.
Menurut Mike, nantinya likuiditas ini lah yang akan digunakan untuk menghadapi situasi tersulit seperti resesi ekonomi karena pandemi. Sehingga pada saat situasi seburuk apapun sudah bisa tercover seluruhnya.3. Tunda Keperluan Konsumtif
 
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan pengeluaran juga harus  bisa dipilah-pilah. Ada baiknya pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu  penting atau yang sifatnya untuk memenuhi kebutuhan lifestyle ada  baiknya untuk ditunda.
&quot;Misalnya oh ingin jajan Boba kopi hal hal seperti itu yang saran  saya kurangi lagi. Karena kita mau alokasikan dana tersebut kita  alokasikan untuk dana darurat,&quot; kata Andi.
4. Investasi yang Mudah Dicairkan
 
&quot;Kalau mau investasi boleh tapi taruhlah di instrumen investasi yang  cenderung rendah risikonya. Misalnya di deposito lah logam mulia  misalnya gitu dibandingkan misalnya di pasar saham kecuali dia trader,&quot;  jelas Perencana Keuangan Andi Nugroho.
5. Uang Cash Jadi Modal Ketika Situasi Sulit
 
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, alasan mengapa uang cash  menjadi sangat penting adalah agar bisa menjadi modal ketika situasi  sulit menerpa. Misalnya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada  perusahaan tempat bekerja.
Atau bagi mereka yang menjalankan bisnis juga bisa saja terkena  dampak. Misalnya bisnis yang dijalankan bangkrut karena penjualan tidak  seimbang dengan pemasukan.
&quot;Bisa dibilang seperti itu. Karena kan istilahnya kalau terjadi  resesi kemungkinan bisa terjadi pengurangan karyawan ataupun kita punya  bisnis mungkin pertumbuhan bisnis kita berkurang,&quot; ujarnya. (kmj)</content:encoded></item></channel></rss>
