<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ingin Investasi di Reksa Dana? Perhatikan 5 Hal Berikut</title><description>Reksa dana merupakan instrumen investasi yang menghimpun dana  masyarakat untuk ditempatkan dalam Portofolio Efek dan Manajer  Investasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/10/278/2259699/ingin-investasi-di-reksa-dana-perhatikan-5-hal-berikut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/10/278/2259699/ingin-investasi-di-reksa-dana-perhatikan-5-hal-berikut"/><item><title>Ingin Investasi di Reksa Dana? Perhatikan 5 Hal Berikut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/10/278/2259699/ingin-investasi-di-reksa-dana-perhatikan-5-hal-berikut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/10/278/2259699/ingin-investasi-di-reksa-dana-perhatikan-5-hal-berikut</guid><pubDate>Senin 10 Agustus 2020 12:14 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/10/278/2259699/ingin-investasi-di-reksa-dana-perhatikan-5-hal-berikut-weUQHdBhF9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Personal Finance (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/10/278/2259699/ingin-investasi-di-reksa-dana-perhatikan-5-hal-berikut-weUQHdBhF9.jpg</image><title>Personal Finance (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang menghimpun dana dari masyarakat untuk ditempatkan dalam Portofolio Efek dan Manajer Investasi. Reksa dana juga sebagai wadah dan pola pengelolaan dana atau modal.

Reksa dana memiliki banyak keunggulan yang ditawarkan. Hal ini yang membuat Reksa Dana cukup banyak yang minat akan investasi tersebut.

Melansir dari laman pribadi Prita Ghozie, Jakarta, Senin (10/8/2020), berikut langkah-langkah yang bisa menjadi panduan dalam memulai reksa dana:

 
1. Tentukan tujuan berinvestasi
Reksa dana memiliki beberapa jenis, dengan 4 pilihan yang paling popular: reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham.

Masing-masing jenis memiliki potensi return yang berbeda dan tentu saja resiko investasi yang berbeda. Lebih jelasnya bisa baca artikel Apa dan Mengapa Reksa dana.

 
2. Hitung kebutuhan investasi reksa dana
Bagi investor pemula, Prita menyarankan untuk melakukan investasi secara berkala dan teratur, dengan jumlah nominal yang sama dan ditempatkan di produk yang sama.

Contohnya, jika mau membeli produk reksadana campuran Danareksa Syariah Berimbang, maka belilah dengan nominal misal Rp. 100rb setiap bulan selama jangka waktu berinvestasi.

 
3. Pilih produk reksa dana
Saat ini, ada lebih dari ratusan produk reksa dana yang ditawarkan oleh berbagai Manajer Investasi. Agar sesuai dengan kebutuhan, berikut cara mensortir daftar tersebut:

- Pilihan reksa dana mana saja yang bisa terima setoran investasi dengan jumlah minimal Rp. 100ribu per bulan.

- Biasakan selalu sempatkan membaca prospektus  dan fund fact sheet yang berisi kebijakan investasi produk reksa dana yang sedang diincar, siapa saja orang yang meracik reksa dana, dan tentu saja jumlah dana kelolaan.

- Pilih juga reksa dana yang secara konsisten memberikan return selama kurun waktu setidaknya 3 tahun terakhir.4. Beli reksa dana melalui agen penjual atau langsung ke Manajemen Investasi

Favoritnya adalah membeli via bank yang bertindak sebagai agen penjual. Saat ini juga sudah banyak bank yang bisa jadi pilihan.

Selain itu, saat ini pun sudah banyak sekuritas yang menawarkan  pembelian reksa dana secara online. Ingat, untuk datang ke bank  atau  browsing online setelah melakukan riset sendiri. Otherwise, resikonya  nanti bingung-bingung di bank lalu malahan membeli produk yang tidak  sesuai.

 
5. Monitor investasi reksa dana secara berkala
Nah, bagian paling penting setelah memutuskan untuk membeli reksa  dana dan membuat program investasi berkala, ya sediakan dananya! Sistem  akan mendebit rekening tabungan secara otomatis, tanpa adanya sistem  pengingat.

Jadi, kalau saat tanggal debit dananya kosong, maka bulan tersebut  terancam gagal berinvestasi. Setiap bulan, akan terima laporan dari bank  custodian tentang laporan kinerja dan jumlah kepemilikan reksadana.  Evaluasi lah setidaknya 6 bulan sekali, apakah investasi berjalan sesuai  dengan rencana.</description><content:encoded>JAKARTA - Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang menghimpun dana dari masyarakat untuk ditempatkan dalam Portofolio Efek dan Manajer Investasi. Reksa dana juga sebagai wadah dan pola pengelolaan dana atau modal.

Reksa dana memiliki banyak keunggulan yang ditawarkan. Hal ini yang membuat Reksa Dana cukup banyak yang minat akan investasi tersebut.

Melansir dari laman pribadi Prita Ghozie, Jakarta, Senin (10/8/2020), berikut langkah-langkah yang bisa menjadi panduan dalam memulai reksa dana:

 
1. Tentukan tujuan berinvestasi
Reksa dana memiliki beberapa jenis, dengan 4 pilihan yang paling popular: reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham.

Masing-masing jenis memiliki potensi return yang berbeda dan tentu saja resiko investasi yang berbeda. Lebih jelasnya bisa baca artikel Apa dan Mengapa Reksa dana.

 
2. Hitung kebutuhan investasi reksa dana
Bagi investor pemula, Prita menyarankan untuk melakukan investasi secara berkala dan teratur, dengan jumlah nominal yang sama dan ditempatkan di produk yang sama.

Contohnya, jika mau membeli produk reksadana campuran Danareksa Syariah Berimbang, maka belilah dengan nominal misal Rp. 100rb setiap bulan selama jangka waktu berinvestasi.

 
3. Pilih produk reksa dana
Saat ini, ada lebih dari ratusan produk reksa dana yang ditawarkan oleh berbagai Manajer Investasi. Agar sesuai dengan kebutuhan, berikut cara mensortir daftar tersebut:

- Pilihan reksa dana mana saja yang bisa terima setoran investasi dengan jumlah minimal Rp. 100ribu per bulan.

- Biasakan selalu sempatkan membaca prospektus  dan fund fact sheet yang berisi kebijakan investasi produk reksa dana yang sedang diincar, siapa saja orang yang meracik reksa dana, dan tentu saja jumlah dana kelolaan.

- Pilih juga reksa dana yang secara konsisten memberikan return selama kurun waktu setidaknya 3 tahun terakhir.4. Beli reksa dana melalui agen penjual atau langsung ke Manajemen Investasi

Favoritnya adalah membeli via bank yang bertindak sebagai agen penjual. Saat ini juga sudah banyak bank yang bisa jadi pilihan.

Selain itu, saat ini pun sudah banyak sekuritas yang menawarkan  pembelian reksa dana secara online. Ingat, untuk datang ke bank  atau  browsing online setelah melakukan riset sendiri. Otherwise, resikonya  nanti bingung-bingung di bank lalu malahan membeli produk yang tidak  sesuai.

 
5. Monitor investasi reksa dana secara berkala
Nah, bagian paling penting setelah memutuskan untuk membeli reksa  dana dan membuat program investasi berkala, ya sediakan dananya! Sistem  akan mendebit rekening tabungan secara otomatis, tanpa adanya sistem  pengingat.

Jadi, kalau saat tanggal debit dananya kosong, maka bulan tersebut  terancam gagal berinvestasi. Setiap bulan, akan terima laporan dari bank  custodian tentang laporan kinerja dan jumlah kepemilikan reksadana.  Evaluasi lah setidaknya 6 bulan sekali, apakah investasi berjalan sesuai  dengan rencana.</content:encoded></item></channel></rss>
