<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Global Mediacom Raih Laba Bersih Rp1,4 Triliun pada 2019</title><description>PT Global Mediacom Tbk (BMTR) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp1,4 triliun selama tahun 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/11/278/2260465/global-mediacom-raih-laba-bersih-rp1-4-triliun-pada-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/11/278/2260465/global-mediacom-raih-laba-bersih-rp1-4-triliun-pada-2019"/><item><title>Global Mediacom Raih Laba Bersih Rp1,4 Triliun pada 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/11/278/2260465/global-mediacom-raih-laba-bersih-rp1-4-triliun-pada-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/11/278/2260465/global-mediacom-raih-laba-bersih-rp1-4-triliun-pada-2019</guid><pubDate>Selasa 11 Agustus 2020 15:26 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/11/278/2260465/global-mediacom-raih-laba-bersih-rp1-4-triliun-pada-2019-anwfYE8K8H.png" expression="full" type="image/jpeg">RUPS Global Mediacom (Foto: Aditya/iNews.id)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/11/278/2260465/global-mediacom-raih-laba-bersih-rp1-4-triliun-pada-2019-anwfYE8K8H.png</image><title>RUPS Global Mediacom (Foto: Aditya/iNews.id)</title></images><description>JAKARTA - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp1,4 triliun selama tahun 2019. Perolehan ini naik 70% dari perolehan tahun lalu sebesar Rp826,6 miliar.

Direktur PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) Ruby Panjaitan mengatakan, selama tahun 2019 pendapatan Global Mediacom naik 11% atau senilai Rp12,9 triliun dibanding tahun lalu. Adapun, kontribusi terbesar berasal dari digital, non digital advertising dan content.

&quot;Digital naik 167%, non digital naik 6%, kemudian content naik 15% dan di sini FTA dan content naik 12%. Kemudian, Pay TV dan internet broadband kita naik 12%,&quot; ujar Ruby dalam Public Expose BMTR di iNews Tower, Selasa (11/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Global Mediacom: KT Corporation Hanya Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19&amp;nbsp;
Ruby menambahkan, di kagetori others atau sektor non core Global Mediacom mengalami penurunan 10% seperti media cetak yang oplahnya mengalami penurunan. Kemudian, direct cost perseroan naik 11%. Lalu, kenaikan revenue jauh melebihi direct cost sehingga berdampak pada laba gross naik signifikan sebesar 12%.

Kemudian, general and administrative expenses Global Mediacom naik 7%, tetapi kenaikannya masih di bawah kenaikan gross profit, sehingga EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) mengalami kenaikan sebesar 12% atau Rp5,3 triliun.

&quot;Dengan kenaikan EBITDA 12% maka menghasilkan kenaikan net income sebesar 70% dibanding tahun 2018,&quot; kata dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Direktur Global Mediacom: Info Pailit Tidak Valid&amp;nbsp;
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Global Mediacom David Fernando Audy menyampaikan, pendapatan perseroan disumbang masing-masing 60% dari MNCN dan 40% dari PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV).

&quot;Ke depannya mungkin MVN bisa lebih besar dan MNCN bakal turun tapi MVN mungkin akan lebih tinggi lagi,&quot; ucap David.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp1,4 triliun selama tahun 2019. Perolehan ini naik 70% dari perolehan tahun lalu sebesar Rp826,6 miliar.

Direktur PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) Ruby Panjaitan mengatakan, selama tahun 2019 pendapatan Global Mediacom naik 11% atau senilai Rp12,9 triliun dibanding tahun lalu. Adapun, kontribusi terbesar berasal dari digital, non digital advertising dan content.

&quot;Digital naik 167%, non digital naik 6%, kemudian content naik 15% dan di sini FTA dan content naik 12%. Kemudian, Pay TV dan internet broadband kita naik 12%,&quot; ujar Ruby dalam Public Expose BMTR di iNews Tower, Selasa (11/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Global Mediacom: KT Corporation Hanya Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19&amp;nbsp;
Ruby menambahkan, di kagetori others atau sektor non core Global Mediacom mengalami penurunan 10% seperti media cetak yang oplahnya mengalami penurunan. Kemudian, direct cost perseroan naik 11%. Lalu, kenaikan revenue jauh melebihi direct cost sehingga berdampak pada laba gross naik signifikan sebesar 12%.

Kemudian, general and administrative expenses Global Mediacom naik 7%, tetapi kenaikannya masih di bawah kenaikan gross profit, sehingga EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) mengalami kenaikan sebesar 12% atau Rp5,3 triliun.

&quot;Dengan kenaikan EBITDA 12% maka menghasilkan kenaikan net income sebesar 70% dibanding tahun 2018,&quot; kata dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Direktur Global Mediacom: Info Pailit Tidak Valid&amp;nbsp;
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Global Mediacom David Fernando Audy menyampaikan, pendapatan perseroan disumbang masing-masing 60% dari MNCN dan 40% dari PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV).

&quot;Ke depannya mungkin MVN bisa lebih besar dan MNCN bakal turun tapi MVN mungkin akan lebih tinggi lagi,&quot; ucap David.</content:encoded></item></channel></rss>
