<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Minus tapi Sistem Keuangan Indonesia Masih Normal</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai minus 5,32%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/12/20/2261076/ekonomi-ri-minus-tapi-sistem-keuangan-indonesia-masih-normal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/12/20/2261076/ekonomi-ri-minus-tapi-sistem-keuangan-indonesia-masih-normal"/><item><title>Ekonomi RI Minus tapi Sistem Keuangan Indonesia Masih Normal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/12/20/2261076/ekonomi-ri-minus-tapi-sistem-keuangan-indonesia-masih-normal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/12/20/2261076/ekonomi-ri-minus-tapi-sistem-keuangan-indonesia-masih-normal</guid><pubDate>Rabu 12 Agustus 2020 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/12/20/2261076/ekonomi-ri-minus-tapi-sistem-keuangan-indonesia-masih-normal-S1FILSvW0q.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/12/20/2261076/ekonomi-ri-minus-tapi-sistem-keuangan-indonesia-masih-normal-S1FILSvW0q.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai minus 5,32%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 adalah pertumbuhan ekonomi yang terburuk sejak 1999.
Meskipun ekonomi minus, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut sistem keuangan nasional pada kuartal II (April-Juni 2020) dalam kondisi normal. Namun, dia tak mengakui jika pemerintah tetap mewaspadai sistem keuangan di Indonesia selama pandemi covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi RI Minus 5,32%, Presiden Jokowi: Hati-Hati
&quot;Komite Stabilitas Sistem Keuangan melihat bahwa stabilitas sistem keuangan pada triwulan kedua April-Juni dalam kondisi normal meski kewaspadaan terus ditingkatkan,&quot; kata Sri Mulyani pada konferensi pers KSSK yang disiarkan secara daring, dikutip Rabu (12/8/2020).
Mantan Petinggi Bank Dunia ini menjelaskan berbagai lembaga internasional melalukan koreksi pertumbuhan ekonomi global secara sangat tajam akibat pandemic covid-19. Seperti IMF yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi global minus 4,9%. Lalu Bank Dunia yang menyebut pertumbuhan ekonomi global minus 5,2% .
Baca Juga:&amp;nbsp;Di Depan Pengusaha, Erick Thohir: Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit&amp;nbsp;
&quot;OECD memproyeksikan dalam rentang antara minus 7,6% dan minus 6%. Dan ini lebih diakibatkan oleh adanya ketidakpastian apakah akan ada second wave,&quot; jelasnya.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga sudah terlihat menurun sejak kuartal I. Ini disebabkan pada kuartal I ekonomi terbesar di dunia, Tiongkok mengalami kontraksi sangat tajam minus 6,8%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yNy80LzEyMTg5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Dan itu pengaruh ke pertumbuhan ekonomi Indonesia di mana trading partner dan investasi sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global dan regional termasuk ekonomi RRT yang lambat secara drastis akibat covid-19,&quot; katanya. (kmj)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai minus 5,32%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 adalah pertumbuhan ekonomi yang terburuk sejak 1999.
Meskipun ekonomi minus, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut sistem keuangan nasional pada kuartal II (April-Juni 2020) dalam kondisi normal. Namun, dia tak mengakui jika pemerintah tetap mewaspadai sistem keuangan di Indonesia selama pandemi covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi RI Minus 5,32%, Presiden Jokowi: Hati-Hati
&quot;Komite Stabilitas Sistem Keuangan melihat bahwa stabilitas sistem keuangan pada triwulan kedua April-Juni dalam kondisi normal meski kewaspadaan terus ditingkatkan,&quot; kata Sri Mulyani pada konferensi pers KSSK yang disiarkan secara daring, dikutip Rabu (12/8/2020).
Mantan Petinggi Bank Dunia ini menjelaskan berbagai lembaga internasional melalukan koreksi pertumbuhan ekonomi global secara sangat tajam akibat pandemic covid-19. Seperti IMF yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi global minus 4,9%. Lalu Bank Dunia yang menyebut pertumbuhan ekonomi global minus 5,2% .
Baca Juga:&amp;nbsp;Di Depan Pengusaha, Erick Thohir: Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit&amp;nbsp;
&quot;OECD memproyeksikan dalam rentang antara minus 7,6% dan minus 6%. Dan ini lebih diakibatkan oleh adanya ketidakpastian apakah akan ada second wave,&quot; jelasnya.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga sudah terlihat menurun sejak kuartal I. Ini disebabkan pada kuartal I ekonomi terbesar di dunia, Tiongkok mengalami kontraksi sangat tajam minus 6,8%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yNy80LzEyMTg5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Dan itu pengaruh ke pertumbuhan ekonomi Indonesia di mana trading partner dan investasi sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global dan regional termasuk ekonomi RRT yang lambat secara drastis akibat covid-19,&quot; katanya. (kmj)</content:encoded></item></channel></rss>
