<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Strategi Perdagangan Indonesia seperti Apa Sih?   </title><description>Indonesia dinilai belum memiliki strategi perdagangan yang jelas</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/12/320/2260967/strategi-perdagangan-indonesia-seperti-apa-sih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/12/320/2260967/strategi-perdagangan-indonesia-seperti-apa-sih"/><item><title>Strategi Perdagangan Indonesia seperti Apa Sih?   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/12/320/2260967/strategi-perdagangan-indonesia-seperti-apa-sih</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/12/320/2260967/strategi-perdagangan-indonesia-seperti-apa-sih</guid><pubDate>Rabu 12 Agustus 2020 13:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/12/320/2260967/strategi-perdagangan-indonesia-seperti-apa-sih-1xTF1jh1UG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor-Impor di Pelabuhan. (Foto: Okezone.com/Pelindo I)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/12/320/2260967/strategi-perdagangan-indonesia-seperti-apa-sih-1xTF1jh1UG.jpg</image><title>Ekspor-Impor di Pelabuhan. (Foto: Okezone.com/Pelindo I)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia dinilai belum memiliki strategi perdagangan yang jelas. Maksudnya, arah perdagangan apakah fokus pada ekspor atau impor.
Menurut Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dzulfian Syafrian, negara-negara maju sudah memiliki strategi perdagangan yang baik. Entah positif (surplus) atau pun negatif (defisit).
Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Perdagangan Juni 2020 Surplus USD1,27 Miliar
&quot;Indonesia belum jelas strategi perdagangan ekspor oriented atau impor oriented,&quot; katanya dalam  diskusi secara virtual, Rabu (12/8/2020)
Dia mencontohkan, Jerman dan Jepang memilih strategi perdagangan dan pembangunan ekonominya berbasis ekspor. Sehingga, kedua negara tersebut mendorong pelaku usaha untuk membidik pasar-pasar luar negeri.
&quot;Jadi wajar kalau neraca perdagangan kedua negara itu positif,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Impor Indonesia Turun 6,3% Jadi USD10,7 Miliar di Juni, Ini Datanya
Sedangkan Inggris, neraca perdagangan negatif (defisit). Sebab, strategi negara Ratu Elizabeth menargetkan impor dengan kualitas tinggi namun harga rendah.
&quot;Inggris bisa tetap menjadi negara besar. karena Inggris menargetkan impor-impor barang yang berkualitas dengan harga yang murah. Sehingga yang diuntungkan konsumen atau penduduknya.&quot; terangnya
&quot;Nah pertanyaan, Indonesia mau memilih yang yang mana, ekspor oriented atau ekspor oriented?&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia dinilai belum memiliki strategi perdagangan yang jelas. Maksudnya, arah perdagangan apakah fokus pada ekspor atau impor.
Menurut Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dzulfian Syafrian, negara-negara maju sudah memiliki strategi perdagangan yang baik. Entah positif (surplus) atau pun negatif (defisit).
Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Perdagangan Juni 2020 Surplus USD1,27 Miliar
&quot;Indonesia belum jelas strategi perdagangan ekspor oriented atau impor oriented,&quot; katanya dalam  diskusi secara virtual, Rabu (12/8/2020)
Dia mencontohkan, Jerman dan Jepang memilih strategi perdagangan dan pembangunan ekonominya berbasis ekspor. Sehingga, kedua negara tersebut mendorong pelaku usaha untuk membidik pasar-pasar luar negeri.
&quot;Jadi wajar kalau neraca perdagangan kedua negara itu positif,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Impor Indonesia Turun 6,3% Jadi USD10,7 Miliar di Juni, Ini Datanya
Sedangkan Inggris, neraca perdagangan negatif (defisit). Sebab, strategi negara Ratu Elizabeth menargetkan impor dengan kualitas tinggi namun harga rendah.
&quot;Inggris bisa tetap menjadi negara besar. karena Inggris menargetkan impor-impor barang yang berkualitas dengan harga yang murah. Sehingga yang diuntungkan konsumen atau penduduknya.&quot; terangnya
&quot;Nah pertanyaan, Indonesia mau memilih yang yang mana, ekspor oriented atau ekspor oriented?&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
