<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penumpang Pesawat Diprediksi Tembus 40 Juta Orang di Akhir Tahun</title><description>PT Angkasa Pura II (Persero) masih optimis jumlah penumpang udara akan kembali meningkat meskipun saat ini sedang landai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/13/320/2261762/penumpang-pesawat-diprediksi-tembus-40-juta-orang-di-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/13/320/2261762/penumpang-pesawat-diprediksi-tembus-40-juta-orang-di-akhir-tahun"/><item><title>Penumpang Pesawat Diprediksi Tembus 40 Juta Orang di Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/13/320/2261762/penumpang-pesawat-diprediksi-tembus-40-juta-orang-di-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/13/320/2261762/penumpang-pesawat-diprediksi-tembus-40-juta-orang-di-akhir-tahun</guid><pubDate>Kamis 13 Agustus 2020 17:31 WIB</pubDate><dc:creator>Ichsan Amin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/13/320/2261762/penumpang-pesawat-diprediksi-tembus-40-juta-orang-di-akhir-tahun-1rUW8PN5nX.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat. Ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/13/320/2261762/penumpang-pesawat-diprediksi-tembus-40-juta-orang-di-akhir-tahun-1rUW8PN5nX.JPG</image><title>Pesawat. Ilustrasi: Okezone</title></images><description>JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) masih optimis jumlah penumpang udara akan kembali meningkat meskipun saat ini sedang landai karena pandemi virus corona. Perusahaan operator Bandara ini menargetkan bisa mengangkut penumpang 40 juta orang pada tahun ini.
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, bukan tanpa alasan mengapa pihaknya optimis seperti itu. Karena menurutnya, selama Juli dan Agustus pergerakan pesawat terus mengalami peningkatan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pelonggaran PSBB, Penerbangan Domestik Meroket 791%
Berdasarkan data AP II, pada 1 - 5 Agustus 2020 jumlah penumpang pesawat di 19 bandara PT Angkasa Pura II tercatat 311.565 penumpang. Angka ini naik 46% dibandingkan dengan 1 - 5 Juli 2020 yakni 212.961 penumpang.
&quot;Kalau melihat optimisme kita setelah jalan dua bulan Juli dan Agustus saya optimis masih ditrack di best skenario. Saya diskusi juga dengan Pak Denon (Ketua Inaca) punya prediksi yang sama, mudah-mudahan bisa mengelola 448 ribu pergerakan pesawat di 19 bandara dan hampir mendekati 40 juta penumpang,&quot; ujar Awaluddin dalam sebuah diskusi secara virtual, Kamis (13/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Deretan Perusahaan Banting Setir Jadi WFH Permanen, Google hingga Sony
Menurut Awaluddin, kenaikan jumlah penumpang ini juga ditunjang oleh keperluan masyarakat dalam menggunakan pesawat untuk berwisata. Sebelumnya, masyarakat menggunakan pesawat hanya untuk perjalanan dinas dan bisnis saja.
&quot;Pergeseran pariwisata belum besar meski ada pergerakan. Akhir Juli long weekend saya kira masih di angka 10 sampai 15%. Sisanya keperluan bisnis usaha kerja. Artinya kita melihat itu lah kenapa faktor yang didorong safe travel campaign juga mendorong di titik destinasi,&quot; kata Awaluddin.Awaluddin menambahkan, dalam situas pandemi seperti saat ini ada  beberapa skenario yang disiapkan oleh perseroan. Pertama adalah skenario  terbaik dengan target penumpang yang dilayani sebesar 39 juta orang dan  448 pergerakan pesawat
Kemudian skenario kedua adalah yang terburuk yang mana AP II hanya  melayani 34,6 juta penumpang. Adapun jumlah pergerakan pesawat dalam  skenario ini adalah 409 ribu movement.
&quot;Yang apes skenario ketiga, hanya 351 ribu pergerakan pesawat dengan 29 juta pergerakan penumpang,&quot; ucap Awal.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) masih optimis jumlah penumpang udara akan kembali meningkat meskipun saat ini sedang landai karena pandemi virus corona. Perusahaan operator Bandara ini menargetkan bisa mengangkut penumpang 40 juta orang pada tahun ini.
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, bukan tanpa alasan mengapa pihaknya optimis seperti itu. Karena menurutnya, selama Juli dan Agustus pergerakan pesawat terus mengalami peningkatan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pelonggaran PSBB, Penerbangan Domestik Meroket 791%
Berdasarkan data AP II, pada 1 - 5 Agustus 2020 jumlah penumpang pesawat di 19 bandara PT Angkasa Pura II tercatat 311.565 penumpang. Angka ini naik 46% dibandingkan dengan 1 - 5 Juli 2020 yakni 212.961 penumpang.
&quot;Kalau melihat optimisme kita setelah jalan dua bulan Juli dan Agustus saya optimis masih ditrack di best skenario. Saya diskusi juga dengan Pak Denon (Ketua Inaca) punya prediksi yang sama, mudah-mudahan bisa mengelola 448 ribu pergerakan pesawat di 19 bandara dan hampir mendekati 40 juta penumpang,&quot; ujar Awaluddin dalam sebuah diskusi secara virtual, Kamis (13/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Deretan Perusahaan Banting Setir Jadi WFH Permanen, Google hingga Sony
Menurut Awaluddin, kenaikan jumlah penumpang ini juga ditunjang oleh keperluan masyarakat dalam menggunakan pesawat untuk berwisata. Sebelumnya, masyarakat menggunakan pesawat hanya untuk perjalanan dinas dan bisnis saja.
&quot;Pergeseran pariwisata belum besar meski ada pergerakan. Akhir Juli long weekend saya kira masih di angka 10 sampai 15%. Sisanya keperluan bisnis usaha kerja. Artinya kita melihat itu lah kenapa faktor yang didorong safe travel campaign juga mendorong di titik destinasi,&quot; kata Awaluddin.Awaluddin menambahkan, dalam situas pandemi seperti saat ini ada  beberapa skenario yang disiapkan oleh perseroan. Pertama adalah skenario  terbaik dengan target penumpang yang dilayani sebesar 39 juta orang dan  448 pergerakan pesawat
Kemudian skenario kedua adalah yang terburuk yang mana AP II hanya  melayani 34,6 juta penumpang. Adapun jumlah pergerakan pesawat dalam  skenario ini adalah 409 ribu movement.
&quot;Yang apes skenario ketiga, hanya 351 ribu pergerakan pesawat dengan 29 juta pergerakan penumpang,&quot; ucap Awal.</content:encoded></item></channel></rss>
