<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belajar dari Covid-19, Jokowi: Jangan Jadikan Krisis Membuahkan Kemunduran</title><description>Presiden Jokowi mengimbau kepada seluruh masyarakat  Indonesia mengambil pelajaran dari terjadinya pandemi virus corona atau  Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262054/belajar-dari-covid-19-jokowi-jangan-jadikan-krisis-membuahkan-kemunduran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262054/belajar-dari-covid-19-jokowi-jangan-jadikan-krisis-membuahkan-kemunduran"/><item><title>Belajar dari Covid-19, Jokowi: Jangan Jadikan Krisis Membuahkan Kemunduran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262054/belajar-dari-covid-19-jokowi-jangan-jadikan-krisis-membuahkan-kemunduran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262054/belajar-dari-covid-19-jokowi-jangan-jadikan-krisis-membuahkan-kemunduran</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2020 10:34 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/14/20/2262054/belajar-dari-covid-19-jokowi-jangan-jadikan-krisis-membuahkan-kemunduran-65euwFpgl4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi di Sidang tahunan 2020 (Foto: Biro Pers)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/14/20/2262054/belajar-dari-covid-19-jokowi-jangan-jadikan-krisis-membuahkan-kemunduran-65euwFpgl4.jpg</image><title>Presiden Jokowi di Sidang tahunan 2020 (Foto: Biro Pers)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia mengambil pelajaran dari terjadinya pandemi virus corona atau Covid-19. Salah satunya yaitu pola pikir dalam menghadapi dinamika kehidupan harus diubah dan bagi pekerja etos bekerjanya juga harus ditingkatkan.

&amp;ldquo;Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan,&amp;rdquo; Kata Jokowi dalam Pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPRD dalam Rangka HUT ke-75 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ketua MPR: Resesi Imbas Covid-19 Terburuk Sejak Perang Dunia II
Menurut dia, krisis ini juga memaksa meninggalkan ritme kerja yang lama, menjadi kerja yang ekstra normal. &amp;ldquo;Dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa. Dari prosedur panjang dan berbelit menjadi smart short cut,&amp;rdquo; ujarnya.

Kepala Negar itu menambahkan, efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional harus ditingkatkan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Besok Pidato Nota Keuangan, Jokowi Diminta Keluarkan Jurus Anti-resesi
&amp;ldquo;Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Justru momentum krisis ini harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan. Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, Perjuangan untuk menghambat penyebaran Covid-19, mengobati yang sakit, dan mencegah kematian sudah 9 luar biasa kita lakukan,&amp;rdquo; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia mengambil pelajaran dari terjadinya pandemi virus corona atau Covid-19. Salah satunya yaitu pola pikir dalam menghadapi dinamika kehidupan harus diubah dan bagi pekerja etos bekerjanya juga harus ditingkatkan.

&amp;ldquo;Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan,&amp;rdquo; Kata Jokowi dalam Pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPRD dalam Rangka HUT ke-75 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ketua MPR: Resesi Imbas Covid-19 Terburuk Sejak Perang Dunia II
Menurut dia, krisis ini juga memaksa meninggalkan ritme kerja yang lama, menjadi kerja yang ekstra normal. &amp;ldquo;Dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa. Dari prosedur panjang dan berbelit menjadi smart short cut,&amp;rdquo; ujarnya.

Kepala Negar itu menambahkan, efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional harus ditingkatkan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Besok Pidato Nota Keuangan, Jokowi Diminta Keluarkan Jurus Anti-resesi
&amp;ldquo;Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Justru momentum krisis ini harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan. Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, Perjuangan untuk menghambat penyebaran Covid-19, mengobati yang sakit, dan mencegah kematian sudah 9 luar biasa kita lakukan,&amp;rdquo; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
