<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>10 Poin Penting Pidato Presiden bidang Ekonomi, Salah Satunya soal Krisis</title><description>Presiden Jokowi telah menyampaikan pidato kepresidenannya saat Sidang  Tahunan MPR 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262119/10-poin-penting-pidato-presiden-bidang-ekonomi-salah-satunya-soal-krisis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262119/10-poin-penting-pidato-presiden-bidang-ekonomi-salah-satunya-soal-krisis"/><item><title>10 Poin Penting Pidato Presiden bidang Ekonomi, Salah Satunya soal Krisis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262119/10-poin-penting-pidato-presiden-bidang-ekonomi-salah-satunya-soal-krisis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262119/10-poin-penting-pidato-presiden-bidang-ekonomi-salah-satunya-soal-krisis</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2020 11:58 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/14/20/2262119/10-poin-penting-pidato-presiden-bidang-ekonomi-salah-satunya-soal-krisis-2T59SGptkW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi di Sidang tahunan 2020 (Foto: Biro Pers)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/14/20/2262119/10-poin-penting-pidato-presiden-bidang-ekonomi-salah-satunya-soal-krisis-2T59SGptkW.jpg</image><title>Presiden Jokowi di Sidang tahunan 2020 (Foto: Biro Pers)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Jokowi telah menyampaikan pidato kepresidenannya saat Sidang Tahunan MPR 2020. Banyak beberapa hal yang disampaikan terutama soal perekonomian.

Apalagi, di tengah dampak virus Corona atau Covid-19 yang membuat dampak ke kesehatan hingga sosial ekonomi. Jokowi pun dalam pidatonya memaparkan strategi-strategi besarnya dalam menghadapi dampak-dampak tersebut.

Mengutip Pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPRD dalam Rangka HUT ke-75 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8/2020), berikut poin-poin soal ekonomi yang disampaikan Jokowi:

 
1. Krisis Perekonomian
&quot;Semua negara, negara miskin, negara berkembang, termasuk negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19. Krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Di kuartal pertama 2020,  pertumbuhan ekonomi negara kita masih plus 2,97%, tapi di kuartal kedua kita minus  5,32%. Ekonomi  negara-negara  maju  bahkan  minus belasan  persen,  sampai  minus  17%.  Kemunduran banyak negara besar ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan,&quot; ujar Jokowi.

 
2. Ekonomi di Dunia Sedang Hang
&quot;Ibarat  komputer,  perekonomian  semua  negara saat ini sedang macet, sedang hang.  Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harusmelakukan re-start,  harus  melakukan re-booting. Semua  negara  mempunyai  kesempatan  men-settingulang semua sistemnya,&quot; ujar Jokowi.

 
3. Momentum Krisis Jadi Peluang Lompatan Besar
&quot;Saya  menyambut  hangat  seruan  moral  penuhkearifan  dari  para  ulama,  para  pemuka  agama,  dantokoh-tokoh  budaya  agar  menjadikan  momentummusibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baruuntuk melakukan sebuah lompatan besar.

Inilah  saatnya  kita  membenahi  diri  secarafundamental,   melakukan   transformasi   besar,menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidangekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan,termasuk kesehatan dan pendidikan. Saatnya  kita  bajak  momentum  krisis  untukmelakukan lompatan-lompatan besar.

Pada usia ke-75tahun  ini,  kita  telah  menjadi  negara Upper  MiddleIncome  Country.  25  tahun  lagi,  pada  usia  seabadRepublik  Indonesia,  kita  harus  mencapai  kemajuanyang besar, menjadikan Indonesia Negara Maju,&quot; ujarnya.

 
4. Gerak Cepat Penanganan Ekonomi Imbas Covid-19

&quot;Kita  harus  melakukan  reformasi  fundamentaldalam cara kita bekerja. Kesiap-siagaan dan kecepatankita  diuji.  Kita  harus  mengevakuasi  Warga  NegaraIndonesia dari wilayah pandemi di Tiongkok.  Kita harus menyiapkan rumah sakit, rumah isolasi, obat-obatan, alat kesehatan, dan mendisiplinkan protokolkesehatan.  Semuanya  harus  dilakukan  secara  cepat, dalam waktu yang sangat singkat.

Ketika krisis kesehatan tersebut berdampak padaperekonomian nasional, kita juga harus cepat bergerak: memberikan bantuan sosial bagi masyarakat melaluibantuan sembako, bansos tunai, subsidi dan diskontarif listrik, BLT Desa, dan subsidi gaji; membantu UMKM  untuk memperoleh restrukturisasi  kredit, memperoleh banpres produktif berupa bantuan modal darurat, dan membantu pembelian produk-produk mereka; membantu tenaga kerja yang menjadi korban PHK, antara lain melalui bantuan sosial dan Program Prakerja.  Sesuatu  yang  tidak  mudah,&quot; ujarnya.5. Menerbitkan Perppu
&quot;Untuk  itu  semua,  pemerintah  cepat  melakukanperubahan rumusan  program; menyesuaikan program kerja  dengan  situasi  terkini;   melakukan realokasi anggaran dalam waktu singkat; menerbitkan Perppu  No.1 Tahun 2020, yang kemudian disetujui oleh DPR menjadi UU No.2 Tahun  2020; bersinergi dengan BI, OJK, dan LPS untuk memulihkan   perekonomian,&quot; ujarnya.

 
6. Krisis Ubah Cara Kerja

&quot;Krisis ini telah memaksa kita untuk menggeser channel cara kerja.  Dari cara-cara normal menjadi cara-cara ekstra-normal. Dari cara-cara  biasa menjadi cara-cara  luar  biasa.  Dari  prosedur  panjang  dan  berbelit  menjadi smart   short cut.  Dari orientasi prosedur menjadi  orientasi hasil. Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah.  Fleksibilitas,  kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan.  Efisiensi,  kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan  nasional dan produktivitas nasional harus ditingkatkan. Jangan  sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Jangan biarkan krisis  membuahkan kemunduran. Justru momentum krisis ini harus kita bajak untuk  melakukan lompatan kemajuan,&quot; ujarnya.

 
7. Antisipasi Krisis Pangan
&quot;Demikian pula halnya dengan ketahanan pangan,dengan menjamin  kelancaran rantai pasokan makanan dari hulu produksi sampai hilir  distribusi, ke seluruh wilayah negeri. Efisiensi produksi pangan,  peningkatan nilai tambah bagi  petani,  penguatan  koperasi,  dan metode   korporasi  petani  akan  terus  ditingkatkan. Food estate sedang  dibangun untuk memperkuat cadangan pangan nasional, bukan hanya di hulu,  tetapi juga bergerak di hilir produk pangan industri. Bukan lagi   menggunakan cara-cara  manual,  tetapi menggunakan teknologi modern  dan   pemanfaatan kecanggihan  digital.  Bukan  hanya  untuk  pasardomestik,  tetapi juga untuk pasar internasional. Saat  ini sedang  dikembangkan  food  estate di Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Sumatera Utara,  dan akan dilakukan di beberapa daerah lain. Program  ini  merupakan   sinergi  antara  pemerintah,pelaku swasta, dan masyarakat sebagai  pemilik lahanmaupun sebagai tenaga kerja,&quot; ujarnya.8. Kemandirian Energi
&quot;Upaya  besar  juga  telah  dan  sedang  dilakukanuntuk membangun   kemandirian energi. Tahun 2019,kita sudah berhasil memproduksi dan   menggunakanB20. Tahun ini kita mulai dengan B30, sehingga kita mampu    menekan  nilai  impor  minyak  kita  di  tahun2019.

Pertamina bekerja sama dengan para peneliti telahberhasil menciptakan   katalis untuk pembuatan D100,yaitu  bahan  bakar  diesel  yang  100%    dibuat  dariminyak kelapa sawit, yang sedang uji produksi di duakilang    kita.  Ini  akan  menyerap  minimal  1  juta  tonsawit  produksi   petani   untuk  kapasitas  produksi  20ribu  barel  per  hari.Hilirisasi   bahan   mentah  yang  lain  juga  terus dilakukan  secara   besar-besaran.   Batu  bara  diolah menjadi methanol dan gas. Beberapa  kilang dibangun  untuk mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi,dan  sekaligus menjadi  penggerak industri petrokimiayang memasok produk  industri hilir bernilai  tambahtinggi.

Biji nikel telah bisa diolah menjadi ferro nikel,stainless steel   slab, lembaran baja, dan dikembangkanmenjadi bahan utama untuk baterai   lithium. Hal iniakan  memperbaiki  defisit  transaksi  berjalan  kita,   meningkatkan peluang kerja, dan mulai mengurangi dominasi energi fosil.   Hal ini akan membuat posisiIndonesia menjadi sangat strategis dalam   pengembangan baterai  lithium, mobil listrik dunia,dan produsen   teknologi di masa depan,&quot; ujarnya.

9. Pembangunan Kawasan Industri

&quot;Prinsip  yang  sama  juga  kita  gunakan  dalam membangun    kawasan-kawasan  industri  lainnya, termasuk pembangunan super koridor   ekonomi pantaiutara Jawa. Kawasan Industri Batang serta   Subang-Majalengka sedang dikembangkan dalam waktu singkat, dirancang    untuk  mampu  mengundang  investasi berkualitas, yang bersinergi dengan   UMKM kita, yangmemberikan  nilai  tambah  signifikan  untuk  perekonomian  nasional, serta menyerap tenaga kerjadalam jumlah besar.

Kawasan industri serupa juga akan dibangun diberbagai  daerah  di    seluruh  Indonesia,  yang  selalu bersinergi  dengan  kewirausahaan    masyarakat  danUMKM, untuk menyediakan kesempatan kerja bagi generasi   muda yang belum bekerja, dan meningkatkan pemerataan pembangunan di   seluruh pelosok negeri,&quot; ujarnya.

 
10. Penciptaan Lapangan Kerja

&quot;Ekosistem nasional yang kondusifbagi perluasan kesempatan kerja yang   berkualitas haruskita  bangun.  Penataan  regulasi  harus  kita    lakukan.Regulasi yang tumpang tindih, yang merumitkan, yangmenjebak   semua pihak dalam risiko harus kita sudahi. Semua ini kita dedikasikan   untuk perekonomiannasional  yang  adil,  untuk  kepentingan yang sudah   bekerja, untuk kepentingan yang sedang mencari kerja,untuk mengentaskan   kemiskinan, dengan menyediakan kesempatan kerja yang berkualitas   seluas-luasnya. Kita ingin semua harus bekerja. Kita ingin   semuasejahtera,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Jokowi telah menyampaikan pidato kepresidenannya saat Sidang Tahunan MPR 2020. Banyak beberapa hal yang disampaikan terutama soal perekonomian.

Apalagi, di tengah dampak virus Corona atau Covid-19 yang membuat dampak ke kesehatan hingga sosial ekonomi. Jokowi pun dalam pidatonya memaparkan strategi-strategi besarnya dalam menghadapi dampak-dampak tersebut.

Mengutip Pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPRD dalam Rangka HUT ke-75 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8/2020), berikut poin-poin soal ekonomi yang disampaikan Jokowi:

 
1. Krisis Perekonomian
&quot;Semua negara, negara miskin, negara berkembang, termasuk negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19. Krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Di kuartal pertama 2020,  pertumbuhan ekonomi negara kita masih plus 2,97%, tapi di kuartal kedua kita minus  5,32%. Ekonomi  negara-negara  maju  bahkan  minus belasan  persen,  sampai  minus  17%.  Kemunduran banyak negara besar ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan,&quot; ujar Jokowi.

 
2. Ekonomi di Dunia Sedang Hang
&quot;Ibarat  komputer,  perekonomian  semua  negara saat ini sedang macet, sedang hang.  Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harusmelakukan re-start,  harus  melakukan re-booting. Semua  negara  mempunyai  kesempatan  men-settingulang semua sistemnya,&quot; ujar Jokowi.

 
3. Momentum Krisis Jadi Peluang Lompatan Besar
&quot;Saya  menyambut  hangat  seruan  moral  penuhkearifan  dari  para  ulama,  para  pemuka  agama,  dantokoh-tokoh  budaya  agar  menjadikan  momentummusibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baruuntuk melakukan sebuah lompatan besar.

Inilah  saatnya  kita  membenahi  diri  secarafundamental,   melakukan   transformasi   besar,menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidangekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan,termasuk kesehatan dan pendidikan. Saatnya  kita  bajak  momentum  krisis  untukmelakukan lompatan-lompatan besar.

Pada usia ke-75tahun  ini,  kita  telah  menjadi  negara Upper  MiddleIncome  Country.  25  tahun  lagi,  pada  usia  seabadRepublik  Indonesia,  kita  harus  mencapai  kemajuanyang besar, menjadikan Indonesia Negara Maju,&quot; ujarnya.

 
4. Gerak Cepat Penanganan Ekonomi Imbas Covid-19

&quot;Kita  harus  melakukan  reformasi  fundamentaldalam cara kita bekerja. Kesiap-siagaan dan kecepatankita  diuji.  Kita  harus  mengevakuasi  Warga  NegaraIndonesia dari wilayah pandemi di Tiongkok.  Kita harus menyiapkan rumah sakit, rumah isolasi, obat-obatan, alat kesehatan, dan mendisiplinkan protokolkesehatan.  Semuanya  harus  dilakukan  secara  cepat, dalam waktu yang sangat singkat.

Ketika krisis kesehatan tersebut berdampak padaperekonomian nasional, kita juga harus cepat bergerak: memberikan bantuan sosial bagi masyarakat melaluibantuan sembako, bansos tunai, subsidi dan diskontarif listrik, BLT Desa, dan subsidi gaji; membantu UMKM  untuk memperoleh restrukturisasi  kredit, memperoleh banpres produktif berupa bantuan modal darurat, dan membantu pembelian produk-produk mereka; membantu tenaga kerja yang menjadi korban PHK, antara lain melalui bantuan sosial dan Program Prakerja.  Sesuatu  yang  tidak  mudah,&quot; ujarnya.5. Menerbitkan Perppu
&quot;Untuk  itu  semua,  pemerintah  cepat  melakukanperubahan rumusan  program; menyesuaikan program kerja  dengan  situasi  terkini;   melakukan realokasi anggaran dalam waktu singkat; menerbitkan Perppu  No.1 Tahun 2020, yang kemudian disetujui oleh DPR menjadi UU No.2 Tahun  2020; bersinergi dengan BI, OJK, dan LPS untuk memulihkan   perekonomian,&quot; ujarnya.

 
6. Krisis Ubah Cara Kerja

&quot;Krisis ini telah memaksa kita untuk menggeser channel cara kerja.  Dari cara-cara normal menjadi cara-cara ekstra-normal. Dari cara-cara  biasa menjadi cara-cara  luar  biasa.  Dari  prosedur  panjang  dan  berbelit  menjadi smart   short cut.  Dari orientasi prosedur menjadi  orientasi hasil. Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah.  Fleksibilitas,  kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan.  Efisiensi,  kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan  nasional dan produktivitas nasional harus ditingkatkan. Jangan  sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Jangan biarkan krisis  membuahkan kemunduran. Justru momentum krisis ini harus kita bajak untuk  melakukan lompatan kemajuan,&quot; ujarnya.

 
7. Antisipasi Krisis Pangan
&quot;Demikian pula halnya dengan ketahanan pangan,dengan menjamin  kelancaran rantai pasokan makanan dari hulu produksi sampai hilir  distribusi, ke seluruh wilayah negeri. Efisiensi produksi pangan,  peningkatan nilai tambah bagi  petani,  penguatan  koperasi,  dan metode   korporasi  petani  akan  terus  ditingkatkan. Food estate sedang  dibangun untuk memperkuat cadangan pangan nasional, bukan hanya di hulu,  tetapi juga bergerak di hilir produk pangan industri. Bukan lagi   menggunakan cara-cara  manual,  tetapi menggunakan teknologi modern  dan   pemanfaatan kecanggihan  digital.  Bukan  hanya  untuk  pasardomestik,  tetapi juga untuk pasar internasional. Saat  ini sedang  dikembangkan  food  estate di Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Sumatera Utara,  dan akan dilakukan di beberapa daerah lain. Program  ini  merupakan   sinergi  antara  pemerintah,pelaku swasta, dan masyarakat sebagai  pemilik lahanmaupun sebagai tenaga kerja,&quot; ujarnya.8. Kemandirian Energi
&quot;Upaya  besar  juga  telah  dan  sedang  dilakukanuntuk membangun   kemandirian energi. Tahun 2019,kita sudah berhasil memproduksi dan   menggunakanB20. Tahun ini kita mulai dengan B30, sehingga kita mampu    menekan  nilai  impor  minyak  kita  di  tahun2019.

Pertamina bekerja sama dengan para peneliti telahberhasil menciptakan   katalis untuk pembuatan D100,yaitu  bahan  bakar  diesel  yang  100%    dibuat  dariminyak kelapa sawit, yang sedang uji produksi di duakilang    kita.  Ini  akan  menyerap  minimal  1  juta  tonsawit  produksi   petani   untuk  kapasitas  produksi  20ribu  barel  per  hari.Hilirisasi   bahan   mentah  yang  lain  juga  terus dilakukan  secara   besar-besaran.   Batu  bara  diolah menjadi methanol dan gas. Beberapa  kilang dibangun  untuk mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi,dan  sekaligus menjadi  penggerak industri petrokimiayang memasok produk  industri hilir bernilai  tambahtinggi.

Biji nikel telah bisa diolah menjadi ferro nikel,stainless steel   slab, lembaran baja, dan dikembangkanmenjadi bahan utama untuk baterai   lithium. Hal iniakan  memperbaiki  defisit  transaksi  berjalan  kita,   meningkatkan peluang kerja, dan mulai mengurangi dominasi energi fosil.   Hal ini akan membuat posisiIndonesia menjadi sangat strategis dalam   pengembangan baterai  lithium, mobil listrik dunia,dan produsen   teknologi di masa depan,&quot; ujarnya.

9. Pembangunan Kawasan Industri

&quot;Prinsip  yang  sama  juga  kita  gunakan  dalam membangun    kawasan-kawasan  industri  lainnya, termasuk pembangunan super koridor   ekonomi pantaiutara Jawa. Kawasan Industri Batang serta   Subang-Majalengka sedang dikembangkan dalam waktu singkat, dirancang    untuk  mampu  mengundang  investasi berkualitas, yang bersinergi dengan   UMKM kita, yangmemberikan  nilai  tambah  signifikan  untuk  perekonomian  nasional, serta menyerap tenaga kerjadalam jumlah besar.

Kawasan industri serupa juga akan dibangun diberbagai  daerah  di    seluruh  Indonesia,  yang  selalu bersinergi  dengan  kewirausahaan    masyarakat  danUMKM, untuk menyediakan kesempatan kerja bagi generasi   muda yang belum bekerja, dan meningkatkan pemerataan pembangunan di   seluruh pelosok negeri,&quot; ujarnya.

 
10. Penciptaan Lapangan Kerja

&quot;Ekosistem nasional yang kondusifbagi perluasan kesempatan kerja yang   berkualitas haruskita  bangun.  Penataan  regulasi  harus  kita    lakukan.Regulasi yang tumpang tindih, yang merumitkan, yangmenjebak   semua pihak dalam risiko harus kita sudahi. Semua ini kita dedikasikan   untuk perekonomiannasional  yang  adil,  untuk  kepentingan yang sudah   bekerja, untuk kepentingan yang sedang mencari kerja,untuk mengentaskan   kemiskinan, dengan menyediakan kesempatan kerja yang berkualitas   seluas-luasnya. Kita ingin semua harus bekerja. Kita ingin   semuasejahtera,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
