<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bandingkan Penanganan Covid-19 dengan China, Jokowi: Kita Lakukan Langkah Luar Biasa</title><description>Presiden Joko Widodo membandingkan perjuangan negara-negara di dunia dalam melawan virus Corona atau Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262217/bandingkan-penanganan-covid-19-dengan-china-jokowi-kita-lakukan-langkah-luar-biasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262217/bandingkan-penanganan-covid-19-dengan-china-jokowi-kita-lakukan-langkah-luar-biasa"/><item><title>Bandingkan Penanganan Covid-19 dengan China, Jokowi: Kita Lakukan Langkah Luar Biasa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262217/bandingkan-penanganan-covid-19-dengan-china-jokowi-kita-lakukan-langkah-luar-biasa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262217/bandingkan-penanganan-covid-19-dengan-china-jokowi-kita-lakukan-langkah-luar-biasa</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2020 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/14/20/2262217/bandingkan-penanganan-covid-19-dengan-china-jokowi-kita-lakukan-langkah-luar-biasa-b3ZbkLu1Sl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/14/20/2262217/bandingkan-penanganan-covid-19-dengan-china-jokowi-kita-lakukan-langkah-luar-biasa-b3ZbkLu1Sl.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Youtube)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo membandingkan perjuangan negara-negara di dunia dalam melawan virus Corona atau Covid-19. Pasalnya, hal tersebut terlihat dari penggunaan stimulus fiskal tiap negara.

Dirinya mengatakan, berawal dari masalah kesehatan, dampak pandemi Covid-19 telah meluas ke masalah sosial, ekonomi, bahkan ke sektor keuangan. Penanganan yang luar biasa telah dilakukan oleh banyak negara, terutama melalui stimulus fiskal.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi: 25 Tahun Lagi Indonesia Jadi Negara Maju!
&quot;Jerman mengalokasikan stimulus fiskal sebesar 24,8% PDB-nya, namun pertumbuhannya terkontraksi minus 11,7% di kuartal kedua 2020. Amerika Serikat mengalokasikan13,6% PDB, namun pertumbuhan ekonominya minus9,5%.  China  mengalokasikan  stimulus  6,2%  PDB,dan  telah  kembali  tumbuh  positif  3,2%  di  kuartal kedua, namun tumbuh minus 6,8% di kuartal sebelumnya,&quot; ujarnya dalam pidato Presiden tentang nota keuangan 2021, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Sementara itu, lanjutnya, Indonesia pun melakukan langkah-langkah yang luar biasa. Salah satunya dengan mengeluarkan UU nomor 2 tahun 2020.
 
Baca juga: Ekonomi Indonesia Diprediksi Baru Pulih pada 2022-2023
&quot;Antara lain memberirelaksasi defisit APBN dapat diperlebar di atas 3%selama tiga tahun. Tahun 2020, APBN telah diubahdengan  defisit  sebesar  5,07%  PDB dan kemudian meningkat lagi menjadi 6,34% PDB,&quot; ujarnya.

Menurutnya, pelebaran defisit dilakukan mengingat kebutuhan belanja negara untuk penanganan kesehatan dan perekonomian meningkat. &quot;Pada saat (bersamaan) pendapatan negara mengalami penurunan,&quot; ujarnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo membandingkan perjuangan negara-negara di dunia dalam melawan virus Corona atau Covid-19. Pasalnya, hal tersebut terlihat dari penggunaan stimulus fiskal tiap negara.

Dirinya mengatakan, berawal dari masalah kesehatan, dampak pandemi Covid-19 telah meluas ke masalah sosial, ekonomi, bahkan ke sektor keuangan. Penanganan yang luar biasa telah dilakukan oleh banyak negara, terutama melalui stimulus fiskal.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi: 25 Tahun Lagi Indonesia Jadi Negara Maju!
&quot;Jerman mengalokasikan stimulus fiskal sebesar 24,8% PDB-nya, namun pertumbuhannya terkontraksi minus 11,7% di kuartal kedua 2020. Amerika Serikat mengalokasikan13,6% PDB, namun pertumbuhan ekonominya minus9,5%.  China  mengalokasikan  stimulus  6,2%  PDB,dan  telah  kembali  tumbuh  positif  3,2%  di  kuartal kedua, namun tumbuh minus 6,8% di kuartal sebelumnya,&quot; ujarnya dalam pidato Presiden tentang nota keuangan 2021, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Sementara itu, lanjutnya, Indonesia pun melakukan langkah-langkah yang luar biasa. Salah satunya dengan mengeluarkan UU nomor 2 tahun 2020.
 
Baca juga: Ekonomi Indonesia Diprediksi Baru Pulih pada 2022-2023
&quot;Antara lain memberirelaksasi defisit APBN dapat diperlebar di atas 3%selama tiga tahun. Tahun 2020, APBN telah diubahdengan  defisit  sebesar  5,07%  PDB dan kemudian meningkat lagi menjadi 6,34% PDB,&quot; ujarnya.

Menurutnya, pelebaran defisit dilakukan mengingat kebutuhan belanja negara untuk penanganan kesehatan dan perekonomian meningkat. &quot;Pada saat (bersamaan) pendapatan negara mengalami penurunan,&quot; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
