<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Pamer Kebijakan Fiskal 2021, Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi</title><description>Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 akan berfokus dalam pemulihan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262224/jokowi-pamer-kebijakan-fiskal-2021-percepatan-pemulihan-ekonomi-dan-penguatan-reformasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262224/jokowi-pamer-kebijakan-fiskal-2021-percepatan-pemulihan-ekonomi-dan-penguatan-reformasi"/><item><title>Jokowi Pamer Kebijakan Fiskal 2021, Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262224/jokowi-pamer-kebijakan-fiskal-2021-percepatan-pemulihan-ekonomi-dan-penguatan-reformasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262224/jokowi-pamer-kebijakan-fiskal-2021-percepatan-pemulihan-ekonomi-dan-penguatan-reformasi</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2020 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/14/20/2262224/jokowi-pamer-kebijakan-fiskal-2021-percepatan-pemulihan-ekonomi-dan-penguatan-reformasi-jpNKtFrW98.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi (Foto; Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/14/20/2262224/jokowi-pamer-kebijakan-fiskal-2021-percepatan-pemulihan-ekonomi-dan-penguatan-reformasi-jpNKtFrW98.jpg</image><title>Jokowi (Foto; Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 akan berfokus dalam pemulihan ekonomi. Terutama di tengah ketidakpastian virus Corona atau Covid-19.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengusung tema kebijakan fiskal tahun 2021 &quot;Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi&quot;. &quot;(Hal ini) di tengah banyaknya ketidakpastian RAPBN 2021 harus mengantisipasi ketidakpatian pemulihan ekonomi dunia, volatilitas harga komoditas, serta perkembangan tatanan sosial ekonomi dan geopolitik,&quot; ujarnya dalam Pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah Atas RUU APBN 2021 Beserta Nota Keuangannya di Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Bidik Ekonomi RI Tumbuh 5,5% Tahun Depan 
Selain itu, lanjutnya, RAPBN 2021 juga berfokus dengan efektivitas  pemulihan  ekonomi  nasional. Serta kondisi dan stabilitas sektor keuangan.

Dirinya juga mengatakan, RAPBN 2021 berfokus pelaksanaan reformasi fundamental yang harus dilakukan. Seperti reformasi pendidikan, reformasi kesehatan, reformasi perlindungan sosial, dan reformasi sistem penganggaran dan perpajakan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Presiden Jokowi Beberkan 4 Fokus RAPBN 2021, Pulihkan Ekonomi dari Covid-19
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, program pemulihan ekonomi akan terus dilanjutkan bersamaan dengan reformasi di berbagai bidang. Kebijakan relaksasi defisit melebihi 3% dari PDB masih diperlukan,  dengan tetap menjaga kehati-hatian,kredibilitas, dan kesinambungan fiskal.

&quot;Rancangan  kebijakan  APBN  2021  diarahkan untuk  pertama  mempercepat  pemulihan  ekonominasional akibat pandemi Covid-19,&quot; ujar Jokowi dalam Pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah Atas RUU APBN 2021 Beserta Nota Keuangannya di Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Kedua, lanjutnya, RAPBN 2021 mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas,inovasi, dan daya saing ekonomi. Selain itu, RAPBN 2021 juga akan mempercepat transformasi ekonomi menuju era digital.

&quot;Keempat, (RAPBN 2021 berfokus) pemanfaatan dan antisipasi perubahan demografi,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 akan berfokus dalam pemulihan ekonomi. Terutama di tengah ketidakpastian virus Corona atau Covid-19.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengusung tema kebijakan fiskal tahun 2021 &quot;Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi&quot;. &quot;(Hal ini) di tengah banyaknya ketidakpastian RAPBN 2021 harus mengantisipasi ketidakpatian pemulihan ekonomi dunia, volatilitas harga komoditas, serta perkembangan tatanan sosial ekonomi dan geopolitik,&quot; ujarnya dalam Pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah Atas RUU APBN 2021 Beserta Nota Keuangannya di Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Bidik Ekonomi RI Tumbuh 5,5% Tahun Depan 
Selain itu, lanjutnya, RAPBN 2021 juga berfokus dengan efektivitas  pemulihan  ekonomi  nasional. Serta kondisi dan stabilitas sektor keuangan.

Dirinya juga mengatakan, RAPBN 2021 berfokus pelaksanaan reformasi fundamental yang harus dilakukan. Seperti reformasi pendidikan, reformasi kesehatan, reformasi perlindungan sosial, dan reformasi sistem penganggaran dan perpajakan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Presiden Jokowi Beberkan 4 Fokus RAPBN 2021, Pulihkan Ekonomi dari Covid-19
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, program pemulihan ekonomi akan terus dilanjutkan bersamaan dengan reformasi di berbagai bidang. Kebijakan relaksasi defisit melebihi 3% dari PDB masih diperlukan,  dengan tetap menjaga kehati-hatian,kredibilitas, dan kesinambungan fiskal.

&quot;Rancangan  kebijakan  APBN  2021  diarahkan untuk  pertama  mempercepat  pemulihan  ekonominasional akibat pandemi Covid-19,&quot; ujar Jokowi dalam Pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah Atas RUU APBN 2021 Beserta Nota Keuangannya di Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Kedua, lanjutnya, RAPBN 2021 mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas,inovasi, dan daya saing ekonomi. Selain itu, RAPBN 2021 juga akan mempercepat transformasi ekonomi menuju era digital.

&quot;Keempat, (RAPBN 2021 berfokus) pemanfaatan dan antisipasi perubahan demografi,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
