<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hati-Hati, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI 2020 Bisa Minus 1,1%</title><description>Pemerintah nampaknya harus bekerja keras dalam memompa kinerja  perekonomian yang tertekan akibat pandemi virus corona (Covid-19).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262370/hati-hati-sri-mulyani-sebut-ekonomi-ri-2020-bisa-minus-1-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262370/hati-hati-sri-mulyani-sebut-ekonomi-ri-2020-bisa-minus-1-1"/><item><title>Hati-Hati, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI 2020 Bisa Minus 1,1%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262370/hati-hati-sri-mulyani-sebut-ekonomi-ri-2020-bisa-minus-1-1</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/20/2262370/hati-hati-sri-mulyani-sebut-ekonomi-ri-2020-bisa-minus-1-1</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2020 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/14/20/2262370/hati-hati-sri-mulyani-sebut-ekonomi-ri-2020-bisa-minus-1-1-QLDTmx5SzO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: DPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/14/20/2262370/hati-hati-sri-mulyani-sebut-ekonomi-ri-2020-bisa-minus-1-1-QLDTmx5SzO.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: DPR)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah nampaknya harus bekerja keras dalam memompa kinerja perekonomian yang tertekan akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020. Di mana pada Maret-April diproyeksi ekonomi RI di kisaran minus 0,4% sampai positif 2,3%, Sedangkan proyeksi terakhir  pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 akan berada di zona negatif yakni pada minus 1,1% hingga positif 0,2%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: DPR Harap RUU APBN 2021 dan Nota Keuangan Penuhi Harapan Rakyat
&quot;Dampak covid 19 harus hati-hati karena bisa di kuartal III dan IV. Kita melakukan revisi karena melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua yang mengalami negatif pada minus 5,32%,&quot; ujar Menkeu dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Dia melanjutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang negatif tergantung pada angka pertumbuhan ekonomi di kuartal III dan IV. Jika di kuartal III dan IV tidak negatif maka ekonomi Indonesia bsa diangka 2%, namun jika negatif maka akan di angka minus. Apalagi covid-19 masih akan menghantui kinerja ekonomi Indonesia pada tahun ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Targetkan Angka Kemiskinan 9,7%, Pengangguran 9,1%
&quot;Kita bergeser ke arah negatif dan tekanan di kuartal kedua dalam dan kuartal ketiga harus diusahakan agar tidak negatif karena kita proyeksikan ekonomi bisa minus 1,1% dan bisa tumbuh 2,3%,&quot; katanya.

Dia menambahkan semua sektor ekonomi akan berada di zona negatif dimana konsumsi rumah tangga, investaso dan kinerja ekspor dan impor akan terus tertekan.

&quot; Karena investasi juga akan negatif dan ekspor dan impor akan mengalami tekanan luar bisa dan konsumsi rumah tangga masih lemah,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah nampaknya harus bekerja keras dalam memompa kinerja perekonomian yang tertekan akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020. Di mana pada Maret-April diproyeksi ekonomi RI di kisaran minus 0,4% sampai positif 2,3%, Sedangkan proyeksi terakhir  pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 akan berada di zona negatif yakni pada minus 1,1% hingga positif 0,2%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: DPR Harap RUU APBN 2021 dan Nota Keuangan Penuhi Harapan Rakyat
&quot;Dampak covid 19 harus hati-hati karena bisa di kuartal III dan IV. Kita melakukan revisi karena melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua yang mengalami negatif pada minus 5,32%,&quot; ujar Menkeu dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Dia melanjutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang negatif tergantung pada angka pertumbuhan ekonomi di kuartal III dan IV. Jika di kuartal III dan IV tidak negatif maka ekonomi Indonesia bsa diangka 2%, namun jika negatif maka akan di angka minus. Apalagi covid-19 masih akan menghantui kinerja ekonomi Indonesia pada tahun ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Targetkan Angka Kemiskinan 9,7%, Pengangguran 9,1%
&quot;Kita bergeser ke arah negatif dan tekanan di kuartal kedua dalam dan kuartal ketiga harus diusahakan agar tidak negatif karena kita proyeksikan ekonomi bisa minus 1,1% dan bisa tumbuh 2,3%,&quot; katanya.

Dia menambahkan semua sektor ekonomi akan berada di zona negatif dimana konsumsi rumah tangga, investaso dan kinerja ekspor dan impor akan terus tertekan.

&quot; Karena investasi juga akan negatif dan ekspor dan impor akan mengalami tekanan luar bisa dan konsumsi rumah tangga masih lemah,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
