<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pola Pikir dan Etos Kerja Harus Berubah Hadapi Covid-19   </title><description>Krisis juga memaksa meninggalkan ritme kerja yang lama, menjadi kerja yang ekstra normal</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/320/2262132/pola-pikir-dan-etos-kerja-harus-berubah-hadapi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/320/2262132/pola-pikir-dan-etos-kerja-harus-berubah-hadapi-covid-19"/><item><title>Pola Pikir dan Etos Kerja Harus Berubah Hadapi Covid-19   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/320/2262132/pola-pikir-dan-etos-kerja-harus-berubah-hadapi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/14/320/2262132/pola-pikir-dan-etos-kerja-harus-berubah-hadapi-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2020 12:28 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/14/320/2262132/pola-pikir-dan-etos-kerja-harus-berubah-hadapi-covid-19-c5hd093d5i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">New Normal di Tengah Covid-19. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/14/320/2262132/pola-pikir-dan-etos-kerja-harus-berubah-hadapi-covid-19-c5hd093d5i.jpg</image><title>New Normal di Tengah Covid-19. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk mengambil pelajaran dari pandemi virus corona atau Covid-19. Salah satunya mengubah pola pikir dalam menghadapi dinamika kehidupan.
Selain itu untuk pekerja, etos bekerja harus ditingkatkan selama pandemi virus corona.
&amp;ldquo;Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan,&amp;rdquo; kata Jokowi saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi: 25 Tahun Lagi Indonesia Jadi Negara Maju!
Menurut dia, krisis juga memaksa meninggalkan ritme kerja yang lama, menjadi kerja yang ekstra normal.
&amp;ldquo;Dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa. Dari prosedur panjang dan berbelit menjadi smart short cut,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ketua MPR: Resesi Imbas Covid-19 Terburuk Sejak Perang Dunia II
Kepala Negara itu menambahkan, efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional harus ditingkatkan.
&amp;ldquo;Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Justru momentum krisis ini harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan. Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, Perjuangan untuk menghambat penyebaran Covid-19, mengobati yang sakit, dan mencegah kematian sudah 9 luar biasa kita lakukan,&amp;rdquo; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk mengambil pelajaran dari pandemi virus corona atau Covid-19. Salah satunya mengubah pola pikir dalam menghadapi dinamika kehidupan.
Selain itu untuk pekerja, etos bekerja harus ditingkatkan selama pandemi virus corona.
&amp;ldquo;Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan,&amp;rdquo; kata Jokowi saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi: 25 Tahun Lagi Indonesia Jadi Negara Maju!
Menurut dia, krisis juga memaksa meninggalkan ritme kerja yang lama, menjadi kerja yang ekstra normal.
&amp;ldquo;Dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa. Dari prosedur panjang dan berbelit menjadi smart short cut,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ketua MPR: Resesi Imbas Covid-19 Terburuk Sejak Perang Dunia II
Kepala Negara itu menambahkan, efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional harus ditingkatkan.
&amp;ldquo;Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Justru momentum krisis ini harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan. Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, Perjuangan untuk menghambat penyebaran Covid-19, mengobati yang sakit, dan mencegah kematian sudah 9 luar biasa kita lakukan,&amp;rdquo; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
