<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Disebut Sudah Resesi, Cek 5 Faktanya</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 adalah pertumbuhan ekonomi yang terburuk sejak 1999.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/15/20/2262412/indonesia-disebut-sudah-resesi-cek-5-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/15/20/2262412/indonesia-disebut-sudah-resesi-cek-5-faktanya"/><item><title>Indonesia Disebut Sudah Resesi, Cek 5 Faktanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/15/20/2262412/indonesia-disebut-sudah-resesi-cek-5-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/15/20/2262412/indonesia-disebut-sudah-resesi-cek-5-faktanya</guid><pubDate>Sabtu 15 Agustus 2020 09:18 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/14/20/2262412/indonesia-disebut-sudah-resesi-cek-5-faktanya-LbRavB275Y.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/14/20/2262412/indonesia-disebut-sudah-resesi-cek-5-faktanya-LbRavB275Y.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 adalah pertumbuhan ekonomi yang terburuk sejak 1999. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai minus 5,32%.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kontraksi yang lebih dalam ini terendah sejak tahun 1999 yang mana ekonomi minus 6,13% pada triwulan I. Kala itu, ekonomi Indonesia minus 6,13%.
&quot;Kalau kita melacak kembali kontraksi 5,35% ini terendah sejak triwulan satu tahun 1999 ini mengalami kontraksi minus -6,13%,&quot; kata Suhariyanto.
Kondisi ini membuat Indonesia di ambang jurang resesi, Sebab, jika pertumbuhan ekonomi kuartal III kembali mengalami minus, Indonesia sudah bisa dinyatakan resesi.
Berikut adalah fakta mengenai resesi ekonomi yang dirangkum Okezone, Sabtu (15/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspada! Ekonomi Indonesia 2021 Bisa Minus Lagi jika...&amp;nbsp;
1. Secara Teknikal Indonesia Resesi
Ekonom Core Piter Abdullah menilai Indonesia secara teknikal sudah bisa mengalami resesi. Hal ini karenakan ekonomi terus mengalami tekanan pada kuartal II dan akan terjadi di kuartal III.
&quot;Resesi adalah kenormalan baru di tengah wabah. Wabah terhadap perekonomian sangat besar terhadap perekonomian global dan masing-masing negara. Bahkan secara teknikal sesungguhnya kita sudah resesi,&quot; kata Piter Abduulah, di Jakarta, Kamis (13/8/2020).
2. Resesi Terjadi di Banyak Negara
Piter mengatakan, resesi berpotensi terjadi di semua negara. Beberapa negara secara official sudah dinyatakan resesi. Apalagi, beberapa negara akan menyusul, termasuk indonesia.
&quot;Fokus pemerintah sebaiknya menanggulangi wabah dan meningkatkan ketahanan masyarakat dan dunia usaha. percepat realisasi semua program stimulus yang sudah direncanakan,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yNy80LzEyMTg5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
3. Krisis Ekonomi Dunia Terparah
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan krisis perekonomian dunia saat ini merupakan yang terparah sepanjang sejarah. Saat ini semua negara baik negara miskin, negara berkembang, termasuk negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19.
Dia menyebut akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda seluruh negara membuat perekonomian berjalan macet atau hang.
&amp;ldquo;Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan re-start, harus melakukan re-booting. Semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya,&amp;rdquo; kata Jokowi saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2020).4.  Kuartal III Diproyeksi Negatif
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan  berdasarkan data analisis pihaknya, perekonomian Indonesia pada kuartal  III minus 1%. Kemudian, akan mengalami tumbuh positif pada kuartal-IV  yang diproyeksi sebesar 1,38% dan secara keseluruhan perekonomian  Indonesia tahun 2020 minus 0,49%.
&amp;ldquo;Kita perlu memompa lagi di kuartal III karena itu penentuan bagi  kita. Pemerintah telah membelanjakan dari Rp2.700 triliun dari anggaran  yang sudah disiapkan termasuk anggaran PEN. Sampai dengan bulan Juni  sudah membelanjakan Rp1.000 triliun, sehingga tentu dalam kuartal III  dan IV diharapkan bisa membelanjakan Rp1.700 triliun,&amp;rdquo; kata Airlangga  saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual, Rabu (12/8/2020).
5. Harus Optimistis
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar  Pandjaitan mengatakan ada kemungkinan Indonesia terperosok ke jurang  resesi pada kuartal-III 2020. Namun, kini pihaknya sedang berupaya  sekuat tenaga agar Indonesia tak dilanda resesi.
&amp;ldquo;Kemungkinan resesi itu ada saja, tapi kita juga harus optimis. Kalau  sekarang minus 5,32, sekarang kita kerja keras betul-betul, kalau bisa  nol,&amp;rdquo; kata Luhut saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual,  Kamis (13/8/2020).
Dia menilai ada tiga jurus agar Indonesia terbebas dari resesi,  penggunaan APBN, stimulus, dan keinginan investor lokal untuk  berinvestasi. Dirinya berharap para pengusaha domestik untuk tak ragu  menanamkan modalnya di Tanah Air.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan  berdasarkan data analisis pihaknya, perekonomian Indonesia pada kuartal  III minus 1%. Kemudian, akan mengalami tumbuh positif pada kuartal-IV  yang diproyeksi sebesar 1,38% dan secara keseluruhan perekonomian  Indonesia tahun 2020 minus 0,49%.
&amp;ldquo;Kita perlu memompa lagi di kuartal III karena itu penentuan bagi  kita. Pemerintah telah membelanjakan dari Rp2.700 triliun dari anggaran  yang sudah disiapkan termasuk anggaran PEN. Sampai dengan bulan Juni  sudah membelanjakan Rp1.000 triliun, sehingga tentu dalam kuartal III  dan IV diharapkan bisa membelanjakan Rp1.700 triliun,&amp;rdquo; kata Airlangga  saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual, Rabu (12/8/2020).
5. Harus Optimistis
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar  Pandjaitan mengatakan ada kemungkinan Indonesia terperosok ke jurang  resesi pada kuartal-III 2020. Namun, kini pihaknya sedang berupaya  sekuat tenaga agar Indonesia tak dilanda resesi.
&amp;ldquo;Kemungkinan resesi itu ada saja, tapi kita juga harus optimis. Kalau  sekarang minus 5,32, sekarang kita kerja keras betul-betul, kalau bisa  nol,&amp;rdquo; kata Luhut saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual,  Kamis (13/8/2020).
Dia menilai ada tiga jurus agar Indonesia terbebas dari resesi,  penggunaan APBN, stimulus, dan keinginan investor lokal untuk  berinvestasi. Dirinya berharap para pengusaha domestik untuk tak ragu  menanamkan modalnya di Tanah Air.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 adalah pertumbuhan ekonomi yang terburuk sejak 1999. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai minus 5,32%.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kontraksi yang lebih dalam ini terendah sejak tahun 1999 yang mana ekonomi minus 6,13% pada triwulan I. Kala itu, ekonomi Indonesia minus 6,13%.
&quot;Kalau kita melacak kembali kontraksi 5,35% ini terendah sejak triwulan satu tahun 1999 ini mengalami kontraksi minus -6,13%,&quot; kata Suhariyanto.
Kondisi ini membuat Indonesia di ambang jurang resesi, Sebab, jika pertumbuhan ekonomi kuartal III kembali mengalami minus, Indonesia sudah bisa dinyatakan resesi.
Berikut adalah fakta mengenai resesi ekonomi yang dirangkum Okezone, Sabtu (15/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspada! Ekonomi Indonesia 2021 Bisa Minus Lagi jika...&amp;nbsp;
1. Secara Teknikal Indonesia Resesi
Ekonom Core Piter Abdullah menilai Indonesia secara teknikal sudah bisa mengalami resesi. Hal ini karenakan ekonomi terus mengalami tekanan pada kuartal II dan akan terjadi di kuartal III.
&quot;Resesi adalah kenormalan baru di tengah wabah. Wabah terhadap perekonomian sangat besar terhadap perekonomian global dan masing-masing negara. Bahkan secara teknikal sesungguhnya kita sudah resesi,&quot; kata Piter Abduulah, di Jakarta, Kamis (13/8/2020).
2. Resesi Terjadi di Banyak Negara
Piter mengatakan, resesi berpotensi terjadi di semua negara. Beberapa negara secara official sudah dinyatakan resesi. Apalagi, beberapa negara akan menyusul, termasuk indonesia.
&quot;Fokus pemerintah sebaiknya menanggulangi wabah dan meningkatkan ketahanan masyarakat dan dunia usaha. percepat realisasi semua program stimulus yang sudah direncanakan,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yNy80LzEyMTg5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
3. Krisis Ekonomi Dunia Terparah
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan krisis perekonomian dunia saat ini merupakan yang terparah sepanjang sejarah. Saat ini semua negara baik negara miskin, negara berkembang, termasuk negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19.
Dia menyebut akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda seluruh negara membuat perekonomian berjalan macet atau hang.
&amp;ldquo;Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan re-start, harus melakukan re-booting. Semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya,&amp;rdquo; kata Jokowi saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2020).4.  Kuartal III Diproyeksi Negatif
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan  berdasarkan data analisis pihaknya, perekonomian Indonesia pada kuartal  III minus 1%. Kemudian, akan mengalami tumbuh positif pada kuartal-IV  yang diproyeksi sebesar 1,38% dan secara keseluruhan perekonomian  Indonesia tahun 2020 minus 0,49%.
&amp;ldquo;Kita perlu memompa lagi di kuartal III karena itu penentuan bagi  kita. Pemerintah telah membelanjakan dari Rp2.700 triliun dari anggaran  yang sudah disiapkan termasuk anggaran PEN. Sampai dengan bulan Juni  sudah membelanjakan Rp1.000 triliun, sehingga tentu dalam kuartal III  dan IV diharapkan bisa membelanjakan Rp1.700 triliun,&amp;rdquo; kata Airlangga  saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual, Rabu (12/8/2020).
5. Harus Optimistis
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar  Pandjaitan mengatakan ada kemungkinan Indonesia terperosok ke jurang  resesi pada kuartal-III 2020. Namun, kini pihaknya sedang berupaya  sekuat tenaga agar Indonesia tak dilanda resesi.
&amp;ldquo;Kemungkinan resesi itu ada saja, tapi kita juga harus optimis. Kalau  sekarang minus 5,32, sekarang kita kerja keras betul-betul, kalau bisa  nol,&amp;rdquo; kata Luhut saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual,  Kamis (13/8/2020).
Dia menilai ada tiga jurus agar Indonesia terbebas dari resesi,  penggunaan APBN, stimulus, dan keinginan investor lokal untuk  berinvestasi. Dirinya berharap para pengusaha domestik untuk tak ragu  menanamkan modalnya di Tanah Air.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan  berdasarkan data analisis pihaknya, perekonomian Indonesia pada kuartal  III minus 1%. Kemudian, akan mengalami tumbuh positif pada kuartal-IV  yang diproyeksi sebesar 1,38% dan secara keseluruhan perekonomian  Indonesia tahun 2020 minus 0,49%.
&amp;ldquo;Kita perlu memompa lagi di kuartal III karena itu penentuan bagi  kita. Pemerintah telah membelanjakan dari Rp2.700 triliun dari anggaran  yang sudah disiapkan termasuk anggaran PEN. Sampai dengan bulan Juni  sudah membelanjakan Rp1.000 triliun, sehingga tentu dalam kuartal III  dan IV diharapkan bisa membelanjakan Rp1.700 triliun,&amp;rdquo; kata Airlangga  saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual, Rabu (12/8/2020).
5. Harus Optimistis
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar  Pandjaitan mengatakan ada kemungkinan Indonesia terperosok ke jurang  resesi pada kuartal-III 2020. Namun, kini pihaknya sedang berupaya  sekuat tenaga agar Indonesia tak dilanda resesi.
&amp;ldquo;Kemungkinan resesi itu ada saja, tapi kita juga harus optimis. Kalau  sekarang minus 5,32, sekarang kita kerja keras betul-betul, kalau bisa  nol,&amp;rdquo; kata Luhut saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual,  Kamis (13/8/2020).
Dia menilai ada tiga jurus agar Indonesia terbebas dari resesi,  penggunaan APBN, stimulus, dan keinginan investor lokal untuk  berinvestasi. Dirinya berharap para pengusaha domestik untuk tak ragu  menanamkan modalnya di Tanah Air.</content:encoded></item></channel></rss>
