<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Indonesia Kuartal II Minus 5,32%, Menko Airlangga: Tidak Separah Negara Tetangga</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2020 minus 5,32%. Pasalnya, kejatuhan tersebut tidak seburuk dibandingkan negara lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/15/20/2262633/ekonomi-indonesia-kuartal-ii-minus-5-32-menko-airlangga-tidak-separah-negara-tetangga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/15/20/2262633/ekonomi-indonesia-kuartal-ii-minus-5-32-menko-airlangga-tidak-separah-negara-tetangga"/><item><title>Ekonomi Indonesia Kuartal II Minus 5,32%, Menko Airlangga: Tidak Separah Negara Tetangga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/15/20/2262633/ekonomi-indonesia-kuartal-ii-minus-5-32-menko-airlangga-tidak-separah-negara-tetangga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/15/20/2262633/ekonomi-indonesia-kuartal-ii-minus-5-32-menko-airlangga-tidak-separah-negara-tetangga</guid><pubDate>Sabtu 15 Agustus 2020 09:34 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/15/20/2262633/ekonomi-indonesia-kuartal-ii-minus-5-32-menko-airlangga-tidak-separah-negara-tetangga-C3CfCMbrO3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/15/20/2262633/ekonomi-indonesia-kuartal-ii-minus-5-32-menko-airlangga-tidak-separah-negara-tetangga-C3CfCMbrO3.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2020 minus 5,32%. Pasalnya, kejatuhan tersebut tidak seburuk dibandingkan negara lain.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa kondisi yang dialami Indonesia tidak terlalu terpuruk. Bahkan, lebih baik dari negara lain.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Hati-Hati, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI 2020 Bisa Minus 1,1%
&quot;Pak Presiden sebelumnya memang mengatakan bahwa perekonomian per kuartal II turun, namun, jika dibandingkan dengan peer countries, kondisi kita masih lebih baik,&quot; ujar Airlangga dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2021 di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Sebagai perbandingan, ia mencontohkan minusnya pertumbuhan ekonomi di beberapa negara lain, seperti Malaysia -17%, Filipina -16,5%, Singapura -12%, Jerman -11%, dan Perancis -19%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pola Pikir dan Etos Kerja Harus Berubah Hadapi Covid-19 
&quot;Jika dibandingkan, kondisi perekonomian kita tidak jatuh sedalam negara lainnya,&quot; tambah Airlangga.

Dia juga mengatakan, dari beberapa indikator tren perekonomian, tren Indonesia sudah mulai memanjat ke arah positif.

&quot;Sektor-sektor pengungkit sudah mulai positif, juga seiring dengan kegiatan di global, trennya mulai membaik,&quot; ungkap Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2020 minus 5,32%. Pasalnya, kejatuhan tersebut tidak seburuk dibandingkan negara lain.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa kondisi yang dialami Indonesia tidak terlalu terpuruk. Bahkan, lebih baik dari negara lain.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Hati-Hati, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI 2020 Bisa Minus 1,1%
&quot;Pak Presiden sebelumnya memang mengatakan bahwa perekonomian per kuartal II turun, namun, jika dibandingkan dengan peer countries, kondisi kita masih lebih baik,&quot; ujar Airlangga dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2021 di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Sebagai perbandingan, ia mencontohkan minusnya pertumbuhan ekonomi di beberapa negara lain, seperti Malaysia -17%, Filipina -16,5%, Singapura -12%, Jerman -11%, dan Perancis -19%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pola Pikir dan Etos Kerja Harus Berubah Hadapi Covid-19 
&quot;Jika dibandingkan, kondisi perekonomian kita tidak jatuh sedalam negara lainnya,&quot; tambah Airlangga.

Dia juga mengatakan, dari beberapa indikator tren perekonomian, tren Indonesia sudah mulai memanjat ke arah positif.

&quot;Sektor-sektor pengungkit sudah mulai positif, juga seiring dengan kegiatan di global, trennya mulai membaik,&quot; ungkap Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
