<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengadaan Vaksin Covid-19 Anggarkan Rp25,4 Triliun, Begini Faktanya!</title><description>Pemerintah memastikan akan mengalokasikan anggaran kesehatan Rp25,4  triliun untuk digunakan sebagai pengadaan vaksin virus Corona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/16/320/2262797/pengadaan-vaksin-covid-19-anggarkan-rp25-4-triliun-begini-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/16/320/2262797/pengadaan-vaksin-covid-19-anggarkan-rp25-4-triliun-begini-faktanya"/><item><title>Pengadaan Vaksin Covid-19 Anggarkan Rp25,4 Triliun, Begini Faktanya!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/16/320/2262797/pengadaan-vaksin-covid-19-anggarkan-rp25-4-triliun-begini-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/16/320/2262797/pengadaan-vaksin-covid-19-anggarkan-rp25-4-triliun-begini-faktanya</guid><pubDate>Minggu 16 Agustus 2020 06:27 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/15/320/2262797/pengadaan-vaksin-covid-19-anggarkan-rp25-4-triliun-begini-faktanya-7xmtEohhL0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokter (The Atlantic)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/15/320/2262797/pengadaan-vaksin-covid-19-anggarkan-rp25-4-triliun-begini-faktanya-7xmtEohhL0.jpg</image><title>Dokter (The Atlantic)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah memastikan akan mengalokasikan anggaran kesehatan Rp25,4 triliun untuk digunakan sebagai pengadaan vaksin virus Corona atau Covid-19. Hal ini dikarenakan pengadaannya sangat rumit.
Pengadaan vaksin saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah. Hal ini karena keberadaan vaksin akan berpengaruh terhadap keberhasilan penanganan penyebaran Covid-19.
Maka dari itu, Jakarta, Minggu (16/8/2020), berikut fakta-fakta akan Vaksin Virus Corona:
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rusia Umumkan Vaksin Covid-19, Ilmuwan Eropa dan AS Skeptis
 
1. Alokasikan Rp25,4 Triliun dari Anggaran Kesehatan
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan mengalokasikan anggaran kesehatan senilai Rp25,4 triliun yang sebagian akan digunakan untuk pengadaan vaksin virus Corona atau Covid-19.
 
2. Menkeu Sebut Pengadaan Vaksin Sangat Rumit
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan kebutuhan vaksin ini akan sangat banyak dan proses pengadaannya akan sangat rumit, terlebih lagi vaksin harus dijalankan dalam lebih dua tahapan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Alhamdulillah Bahan Baku Vaksin Corona Halal, Simak 5 Faktanya
&quot;Kita terus koordinasi dengan satuan tugas agar mendata lembaga mana saja yang akan menghasilkan vaksin, jumlah produksinya dan harganya, serta jumlah kebutuhan pada 2020 dan 2021,&quot; ujar Sri Mulyani.
 
3. Keberadaan Vaksin Akan Pengaruhi Keberhasilan Penanganan Covid-19
Menkeu menyatakan, pengadaan vaksin saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah karena keberadaan vaksin akan berpengaruh terhadap keberhasilan penanganan penyebaran Covid-19.
&quot;Tahun depan meskipun akan pulih tapi tergantung pada penanganan Covid. Disiplin masyarakat dan ketersediaan vaksin dan penemuan vaksin,&quot;katanya.4. Dari Mana Saja Dana Tersebut?
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, dana itu berasal  dari dana penanganan pandemi virus corona yang berpotensi tak terserap  dan belum masuk dalam daftar isian pelaksana anggaran (DIPA). Namun,  pihaknya masih mengkaji kebutuhan dana untuk pengadaan vaksin.
&quot;Rapat terakhir di Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi yang  dihadiri Pak Erick ini masih akan dilakukan koordinasi mengenai pertama  lembaga mana aja yang diperkirakan akan hasilkan vaksin,&quot; ujar Sri  Mulyani.
 
5. PT Bio Farma Produksi Vaksin dengan Dua Jalur
Menkeu Sri Mulyani mengatakan, terdapat beberapa perusahaan di  Indonesia yang sedang berupaya memproduksi vaksin virus corona. PT Bio  Farma (Persero) salah satunya.
&quot;Bio Farma sendiri punya dua jalur, jalur yang bekerja sama dengan  China dan dengan Melinda Gates (Gates Foundation). Itu ada dua jenis,&quot;  imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah memastikan akan mengalokasikan anggaran kesehatan Rp25,4 triliun untuk digunakan sebagai pengadaan vaksin virus Corona atau Covid-19. Hal ini dikarenakan pengadaannya sangat rumit.
Pengadaan vaksin saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah. Hal ini karena keberadaan vaksin akan berpengaruh terhadap keberhasilan penanganan penyebaran Covid-19.
Maka dari itu, Jakarta, Minggu (16/8/2020), berikut fakta-fakta akan Vaksin Virus Corona:
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rusia Umumkan Vaksin Covid-19, Ilmuwan Eropa dan AS Skeptis
 
1. Alokasikan Rp25,4 Triliun dari Anggaran Kesehatan
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan mengalokasikan anggaran kesehatan senilai Rp25,4 triliun yang sebagian akan digunakan untuk pengadaan vaksin virus Corona atau Covid-19.
 
2. Menkeu Sebut Pengadaan Vaksin Sangat Rumit
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan kebutuhan vaksin ini akan sangat banyak dan proses pengadaannya akan sangat rumit, terlebih lagi vaksin harus dijalankan dalam lebih dua tahapan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Alhamdulillah Bahan Baku Vaksin Corona Halal, Simak 5 Faktanya
&quot;Kita terus koordinasi dengan satuan tugas agar mendata lembaga mana saja yang akan menghasilkan vaksin, jumlah produksinya dan harganya, serta jumlah kebutuhan pada 2020 dan 2021,&quot; ujar Sri Mulyani.
 
3. Keberadaan Vaksin Akan Pengaruhi Keberhasilan Penanganan Covid-19
Menkeu menyatakan, pengadaan vaksin saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah karena keberadaan vaksin akan berpengaruh terhadap keberhasilan penanganan penyebaran Covid-19.
&quot;Tahun depan meskipun akan pulih tapi tergantung pada penanganan Covid. Disiplin masyarakat dan ketersediaan vaksin dan penemuan vaksin,&quot;katanya.4. Dari Mana Saja Dana Tersebut?
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, dana itu berasal  dari dana penanganan pandemi virus corona yang berpotensi tak terserap  dan belum masuk dalam daftar isian pelaksana anggaran (DIPA). Namun,  pihaknya masih mengkaji kebutuhan dana untuk pengadaan vaksin.
&quot;Rapat terakhir di Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi yang  dihadiri Pak Erick ini masih akan dilakukan koordinasi mengenai pertama  lembaga mana aja yang diperkirakan akan hasilkan vaksin,&quot; ujar Sri  Mulyani.
 
5. PT Bio Farma Produksi Vaksin dengan Dua Jalur
Menkeu Sri Mulyani mengatakan, terdapat beberapa perusahaan di  Indonesia yang sedang berupaya memproduksi vaksin virus corona. PT Bio  Farma (Persero) salah satunya.
&quot;Bio Farma sendiri punya dua jalur, jalur yang bekerja sama dengan  China dan dengan Melinda Gates (Gates Foundation). Itu ada dua jenis,&quot;  imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
