<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>75 Tahun Indonesia Merdeka, 10 Masalah Ekonomi Ini Perlu Diatasi</title><description>Indonesia hari ini merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan yang ke 75.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/17/20/2263275/75-tahun-indonesia-merdeka-10-masalah-ekonomi-ini-perlu-diatasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/17/20/2263275/75-tahun-indonesia-merdeka-10-masalah-ekonomi-ini-perlu-diatasi"/><item><title>75 Tahun Indonesia Merdeka, 10 Masalah Ekonomi Ini Perlu Diatasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/17/20/2263275/75-tahun-indonesia-merdeka-10-masalah-ekonomi-ini-perlu-diatasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/17/20/2263275/75-tahun-indonesia-merdeka-10-masalah-ekonomi-ini-perlu-diatasi</guid><pubDate>Senin 17 Agustus 2020 09:20 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/17/20/2263275/75-tahun-indonesia-merdeka-10-masalah-ekonomi-ini-perlu-diatasi-pNHVZLo2Xf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/17/20/2263275/75-tahun-indonesia-merdeka-10-masalah-ekonomi-ini-perlu-diatasi-pNHVZLo2Xf.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia hari ini merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan yang ke 75. Meski telah 75 tahun merdeka, namun masih banyak pekerjaan rumah serta beragam tantangan yang harus diselesaikan.
Salah satu tantangannya ialah dalam hal ekonomi. Tantangan-tantangan maupun pekerjaan rumah yang masih akan dihadapi Indonesia itu diungkapkan oleh sejumlah pengamat ekonomi. Apalagi, tahun ini akan sangat berbeda dan berat dalam memperbaiki ekonomi yang mana adanya pandemi virus covid-19.
Berikut beberapa pekerjaan yang perlu dilakukan pemerintah untuk ekonomi Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Indonesia Disebut Sudah Resesi, Cek 5 Faktanya
1. Kemiskinan
Kemiskinan menjadi masalah yang terus muncul dan belum bisa diselesaikan. Padahal, Indonesia diprediksi bakal menjadi negara maju pada tahun 2045. Artinya Indonesia harus bisa mengurangi tingkat kemiskinan yang saat ini masih tinggi.
&quot;Indonesia adalah negara besar dengan potensi ekonomi yang berlimpah. Untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara lima besar Dunia dibutuhkan sinergi semua pihak,&quot;kata Ekonom Piter Abdullah.
2. Pengangguran
Pandemi Corona  (Covid-19) diperkirakan menyebabkan capaian penurunan angka pengangguran Indonesia dalam 10 tahun terakhir berbalik arah. Ekonom  Institute for Development on Economic and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus mengatakan program kartu pra kerja belum bisa mengurangi pengangguran yang akan terus melonjak. Adapun, pemerintah adalah adanya stimulus untuk terbukanya dunia usaha melalui investasi.
&amp;ldquo;Jadi kan investasi related ke penyerapan tenaga kerja, kalau misalnya enggak ada investasi ya enggak ada pembukaan lowongan pekerjaan. Jadi pemerintah sekarang ya bagaimana strateginya mengundang investor seluas-luasnya terutama yang padat karya,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspada! Ekonomi Indonesia 2021 Bisa Minus Lagi jika...
3.  Daya beli stagnan
Daya beli menjadi kunci utama dalam membangun pondasi ekonomi Indonesia. Hal ini bisa membuat pertumbuhan ekonomi bergerak pada kuartal ketiga. Ekonom INDEF Eko Listiyanto, tren inflasi saat ini terbilang sangat rendah yang mana dikarenakan daya beli masih kurang dan belum mendongkrak ekonomi Indonesia.
&quot;Berhenti saling menyalahkan. Nyalakan kembali semangat proklamasi.. bersama-bersama  membangun negeri. Tujuan kita semua sama, perbedaan jangan jadi hambatan. Tidak Ada program ekonomi dari pemerintah yang sempurna. Siapa pun presidennya, tugas kita semua anak bangsa untuk menyempurnakannya,&quot; jelasnya.4. Daya saing investasi perlu didongkrak
Indonesia sebagai negara tujuan investasi langsung (Foreign Direct  Investment/FDI) masih sangat rendah. Dalam tiga tahun terakhir ini  peringkat Indonesia terus turun. Selain itu jumlah perusahaan di  Indonesia juga mulai berkurang.
&quot;Investasi perlu ditingkatkan karena kita tahu daya saing investasi  kita masih rendah. Kalau investasi meningkat pertumbuhan ekonomi juga  terdongkrak,&quot; jelas Ekonom Indef Bhima Yudistira.
5. Kualitas sumber daya manusi
Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci dalam  memajukan Indonesia. Selain percepatan pembangunan dalam bidang ekonomi  dan infrastruktur. Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia  Yusuf Rendy Manilet mengatakan peningkata kualitas sumber daya manusia  ini adalah fokus utama Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.  Pasalnya, Indonesia akan memanfaatkan periode bonus demografi di mana  proporsi penduduk di usia produktif lebih banyak.  Jangan sampai bonus  demografi berubah menjadi bencana demografi karena tidak optimalnya  pemerintah dalam mempersiapkan strategi.
&quot;Saya kira dalam jangka panjang pekerjaan rumah meningkatkan kualitas  sumber daya manusia (SDM) merupakan hal esensial yang perlu  diperhatikan pemerintah,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi: Ibarat Komputer, Perekonomian Semua Negara Sedang Hang
6. Pertumbuhan ekonomi
Enomi Indonesia mengalami penyusutan atau kontraksi pada triwulan  kedua, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). BPS menyatakan angka  Produk Domestik Bruto pada triwulan II 2020 menyusut sebesar minus  5,32%.
Penyusutan ini lebih besar dari prediksi pemerintah dan Bank  Indonesia. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi PDB di  kuartal II akan jatuh -3,8%, sementara Bank Indonesia memprediksi  penurunan sebesar -4,8%.
&quot; Memperbaiki kualitas pertumbuhan ekonomi. Artinya tidak hanya  sekedar mengejar tingginya pertumbuhan ekonomi namun juga kualitasnya,&quot;  kata  Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Yusuf Rendy.
7. Atasi Resesi
Isu resesi ekonomi pada 2020 makin santer usai negara-negara maju di  dunia mengonfirmasi masuk dalam krisis tersebut akibat pandemi Covid-19.  Teranyar, Malaysia telah mengkonfimrasi alami resesi ketika ekonominya  anjlok dua periode berturut.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance  (Indef) Tauhid Ahmad  mengatakan ada sejumlah langkah yang perlu  dilakukan pemerintah untuk menghindari resesi. Pertama, keseriusan dan  ketegasan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.
Selain itu, berbagai insentif berupa bantuan sosial (bansos) terus  digalakkan. Dia menyarankan setidaknya, nilai bansos juga harus  diperbesar menjadi Rp1-1,5 juta. Hal itu agar pemenuhan kebutuhan per  keluarga bisa terpenuhi.
&quot;Pemerintah harus serius dan tegas dalam melakukan tracing, testing, isolating dan curing,&quot; imbuhnya.8. Perbaiki logistik
Frekuensi perdagangan di Indonesia masih rendah dibandingkan negara   sebaya (peers) ASEAN. Indonesia hanya memiliki rasio nilai perdagangan   terhadap PDB sebesar 39,54%, sementara negara ASEAN seperti Malaysia   memiliki 135,9% dan Thailand sebesar 121,66%.
&quot; Logistik juga punya peran penting dalam jalur perdagangan ekspor.   Kalau logistik dibenahi biaya akan lebih murah,&quot;kata Ekonom Indef Bhima   Yudistira.
9. Pengelolaan utang
Bank Indonesia (BI) mencatat total Utang Luar Negeri (ULN) per   triwulan kedua cenderung meningkat menjadi 5,0% yoy, dari triwulan   pertama yang tercatat 0,6% yoy.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan agar pemerintah tidak   terlalu mengandalkan utang dalam memperbaiki ekonomi Indonesia.
&quot;Seiring dengan peningkatan utang secara umum. Peningkatan DSR ini   dapat berarti bahwa meskipun transaksi berjalan mencatatkan defisit yang   rendah pada kuartal I 2020, namun pertumbuhan utang yang tinggi   menggerus dampak dari defisit transaksi berjalan, pemerintah harus punya   cara lain,&quot; jelasnya.
10. Mendorong berkembangnya sektor ekonomi potensial
Stabilitas makroekonomi perlu didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang   inklusif dan berkesinambungan. Untuk mewujudkan hal tersebut,  diperlukan  dua kebijakan penting. Pertama, pemenuhan berbagai faktor  pendukung  (enablers) bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga  kerja  khususnya percepatan pembangunan infrastruktur baik fisik maupun  lunak.
&quot;Mendorong berkembangnya sektor ekonomi potensial daerah sebagai   sumber pertumbuhan baru yang disesuaikan dengan karakteristik daerah,&quot;   tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia hari ini merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan yang ke 75. Meski telah 75 tahun merdeka, namun masih banyak pekerjaan rumah serta beragam tantangan yang harus diselesaikan.
Salah satu tantangannya ialah dalam hal ekonomi. Tantangan-tantangan maupun pekerjaan rumah yang masih akan dihadapi Indonesia itu diungkapkan oleh sejumlah pengamat ekonomi. Apalagi, tahun ini akan sangat berbeda dan berat dalam memperbaiki ekonomi yang mana adanya pandemi virus covid-19.
Berikut beberapa pekerjaan yang perlu dilakukan pemerintah untuk ekonomi Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Indonesia Disebut Sudah Resesi, Cek 5 Faktanya
1. Kemiskinan
Kemiskinan menjadi masalah yang terus muncul dan belum bisa diselesaikan. Padahal, Indonesia diprediksi bakal menjadi negara maju pada tahun 2045. Artinya Indonesia harus bisa mengurangi tingkat kemiskinan yang saat ini masih tinggi.
&quot;Indonesia adalah negara besar dengan potensi ekonomi yang berlimpah. Untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara lima besar Dunia dibutuhkan sinergi semua pihak,&quot;kata Ekonom Piter Abdullah.
2. Pengangguran
Pandemi Corona  (Covid-19) diperkirakan menyebabkan capaian penurunan angka pengangguran Indonesia dalam 10 tahun terakhir berbalik arah. Ekonom  Institute for Development on Economic and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus mengatakan program kartu pra kerja belum bisa mengurangi pengangguran yang akan terus melonjak. Adapun, pemerintah adalah adanya stimulus untuk terbukanya dunia usaha melalui investasi.
&amp;ldquo;Jadi kan investasi related ke penyerapan tenaga kerja, kalau misalnya enggak ada investasi ya enggak ada pembukaan lowongan pekerjaan. Jadi pemerintah sekarang ya bagaimana strateginya mengundang investor seluas-luasnya terutama yang padat karya,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspada! Ekonomi Indonesia 2021 Bisa Minus Lagi jika...
3.  Daya beli stagnan
Daya beli menjadi kunci utama dalam membangun pondasi ekonomi Indonesia. Hal ini bisa membuat pertumbuhan ekonomi bergerak pada kuartal ketiga. Ekonom INDEF Eko Listiyanto, tren inflasi saat ini terbilang sangat rendah yang mana dikarenakan daya beli masih kurang dan belum mendongkrak ekonomi Indonesia.
&quot;Berhenti saling menyalahkan. Nyalakan kembali semangat proklamasi.. bersama-bersama  membangun negeri. Tujuan kita semua sama, perbedaan jangan jadi hambatan. Tidak Ada program ekonomi dari pemerintah yang sempurna. Siapa pun presidennya, tugas kita semua anak bangsa untuk menyempurnakannya,&quot; jelasnya.4. Daya saing investasi perlu didongkrak
Indonesia sebagai negara tujuan investasi langsung (Foreign Direct  Investment/FDI) masih sangat rendah. Dalam tiga tahun terakhir ini  peringkat Indonesia terus turun. Selain itu jumlah perusahaan di  Indonesia juga mulai berkurang.
&quot;Investasi perlu ditingkatkan karena kita tahu daya saing investasi  kita masih rendah. Kalau investasi meningkat pertumbuhan ekonomi juga  terdongkrak,&quot; jelas Ekonom Indef Bhima Yudistira.
5. Kualitas sumber daya manusi
Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci dalam  memajukan Indonesia. Selain percepatan pembangunan dalam bidang ekonomi  dan infrastruktur. Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia  Yusuf Rendy Manilet mengatakan peningkata kualitas sumber daya manusia  ini adalah fokus utama Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.  Pasalnya, Indonesia akan memanfaatkan periode bonus demografi di mana  proporsi penduduk di usia produktif lebih banyak.  Jangan sampai bonus  demografi berubah menjadi bencana demografi karena tidak optimalnya  pemerintah dalam mempersiapkan strategi.
&quot;Saya kira dalam jangka panjang pekerjaan rumah meningkatkan kualitas  sumber daya manusia (SDM) merupakan hal esensial yang perlu  diperhatikan pemerintah,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi: Ibarat Komputer, Perekonomian Semua Negara Sedang Hang
6. Pertumbuhan ekonomi
Enomi Indonesia mengalami penyusutan atau kontraksi pada triwulan  kedua, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). BPS menyatakan angka  Produk Domestik Bruto pada triwulan II 2020 menyusut sebesar minus  5,32%.
Penyusutan ini lebih besar dari prediksi pemerintah dan Bank  Indonesia. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi PDB di  kuartal II akan jatuh -3,8%, sementara Bank Indonesia memprediksi  penurunan sebesar -4,8%.
&quot; Memperbaiki kualitas pertumbuhan ekonomi. Artinya tidak hanya  sekedar mengejar tingginya pertumbuhan ekonomi namun juga kualitasnya,&quot;  kata  Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Yusuf Rendy.
7. Atasi Resesi
Isu resesi ekonomi pada 2020 makin santer usai negara-negara maju di  dunia mengonfirmasi masuk dalam krisis tersebut akibat pandemi Covid-19.  Teranyar, Malaysia telah mengkonfimrasi alami resesi ketika ekonominya  anjlok dua periode berturut.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance  (Indef) Tauhid Ahmad  mengatakan ada sejumlah langkah yang perlu  dilakukan pemerintah untuk menghindari resesi. Pertama, keseriusan dan  ketegasan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.
Selain itu, berbagai insentif berupa bantuan sosial (bansos) terus  digalakkan. Dia menyarankan setidaknya, nilai bansos juga harus  diperbesar menjadi Rp1-1,5 juta. Hal itu agar pemenuhan kebutuhan per  keluarga bisa terpenuhi.
&quot;Pemerintah harus serius dan tegas dalam melakukan tracing, testing, isolating dan curing,&quot; imbuhnya.8. Perbaiki logistik
Frekuensi perdagangan di Indonesia masih rendah dibandingkan negara   sebaya (peers) ASEAN. Indonesia hanya memiliki rasio nilai perdagangan   terhadap PDB sebesar 39,54%, sementara negara ASEAN seperti Malaysia   memiliki 135,9% dan Thailand sebesar 121,66%.
&quot; Logistik juga punya peran penting dalam jalur perdagangan ekspor.   Kalau logistik dibenahi biaya akan lebih murah,&quot;kata Ekonom Indef Bhima   Yudistira.
9. Pengelolaan utang
Bank Indonesia (BI) mencatat total Utang Luar Negeri (ULN) per   triwulan kedua cenderung meningkat menjadi 5,0% yoy, dari triwulan   pertama yang tercatat 0,6% yoy.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan agar pemerintah tidak   terlalu mengandalkan utang dalam memperbaiki ekonomi Indonesia.
&quot;Seiring dengan peningkatan utang secara umum. Peningkatan DSR ini   dapat berarti bahwa meskipun transaksi berjalan mencatatkan defisit yang   rendah pada kuartal I 2020, namun pertumbuhan utang yang tinggi   menggerus dampak dari defisit transaksi berjalan, pemerintah harus punya   cara lain,&quot; jelasnya.
10. Mendorong berkembangnya sektor ekonomi potensial
Stabilitas makroekonomi perlu didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang   inklusif dan berkesinambungan. Untuk mewujudkan hal tersebut,  diperlukan  dua kebijakan penting. Pertama, pemenuhan berbagai faktor  pendukung  (enablers) bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga  kerja  khususnya percepatan pembangunan infrastruktur baik fisik maupun  lunak.
&quot;Mendorong berkembangnya sektor ekonomi potensial daerah sebagai   sumber pertumbuhan baru yang disesuaikan dengan karakteristik daerah,&quot;   tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
