<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba BNI Anjlok 41% Jadi Rp4,4 Triliun di Semester I-2020</title><description>Restrukturisasi di tengah pandemi Covid-19 juga menyebabkan pendapatan bunga BNI menurun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/18/20/2264117/laba-bni-anjlok-41-jadi-rp4-4-triliun-di-semester-i-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/18/20/2264117/laba-bni-anjlok-41-jadi-rp4-4-triliun-di-semester-i-2020"/><item><title>Laba BNI Anjlok 41% Jadi Rp4,4 Triliun di Semester I-2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/18/20/2264117/laba-bni-anjlok-41-jadi-rp4-4-triliun-di-semester-i-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/18/20/2264117/laba-bni-anjlok-41-jadi-rp4-4-triliun-di-semester-i-2020</guid><pubDate>Selasa 18 Agustus 2020 20:10 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/18/20/2264117/laba-bni-anjlok-41-jadi-rp4-4-triliun-di-semester-i-2020-yWae2V6PWE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Bank BNI Rp4,46 Triliun Sepanjang Semester I-2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/18/20/2264117/laba-bni-anjlok-41-jadi-rp4-4-triliun-di-semester-i-2020-yWae2V6PWE.jpg</image><title>Laba Bank BNI Rp4,46 Triliun Sepanjang Semester I-2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatat laba bersih yang diperoleh perseroan sepanjang semester I-2020 sebesar Rp4,46 triliun. Capaian tersebut menurun bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
&quot;Angka ini menurun 41,54% secara yoy jika dibandingkan dengan semester I 2019 sebesar Rp7,63 triliun,&quot; ucap Direktur Layanan dan Jaringan BNI Adi Sulistyowati dalam konferensi pers virtual Paparan Kinerja BNI Semester I-2020 di Jakarta, Selasa (18/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Maria Lumowa Ditangkap, BNI: Selesaikan hingga Tuntas
Sementara itu, Direktur Keuangan Sigit BNI Prastowo menyebutkan, restrukturisasi di tengah pandemi Covid-19 juga menyebabkan pendapatan bunga BNI menurun.
&quot;Banyak debitur atau nasabah terdampak Covid-19 yang meminta penundaan pembayaran pokok dan bunga. Kedepannya, kita prediksi proyeksi profit akan tergerus cukup signifikan dari restrukturisasi dan pemburukan kualitas aset akibat Covid-19. Laba akan kami jaga tetap positif, tapi targetnya tidak akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya,&quot; ungkap Sigit.
Baca Juga:&amp;nbsp;Maria Lumowa Ditangkap, BNI Apresiasi Penegak Hukum Ciduk Tersangka
Sementara itu, pertumbuhan aset BNI ditopang oleh tumbuhnya dana pihak ketiga (DPK) sebesar 11,3% yoy menjadi Rp662,38 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
&quot;Upaya menghimpun DPK dilakukan dengan menjadikan CASA sebagai prioritas utama untuk memperbaiki cost of fund yang cukup signifikan dari 3,2% menjadi 2,9%. Ini yang membuat kita bisa menjaga NIM kita ada di level di atas 4%,&quot; ucap Sigit.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatat laba bersih yang diperoleh perseroan sepanjang semester I-2020 sebesar Rp4,46 triliun. Capaian tersebut menurun bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
&quot;Angka ini menurun 41,54% secara yoy jika dibandingkan dengan semester I 2019 sebesar Rp7,63 triliun,&quot; ucap Direktur Layanan dan Jaringan BNI Adi Sulistyowati dalam konferensi pers virtual Paparan Kinerja BNI Semester I-2020 di Jakarta, Selasa (18/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Maria Lumowa Ditangkap, BNI: Selesaikan hingga Tuntas
Sementara itu, Direktur Keuangan Sigit BNI Prastowo menyebutkan, restrukturisasi di tengah pandemi Covid-19 juga menyebabkan pendapatan bunga BNI menurun.
&quot;Banyak debitur atau nasabah terdampak Covid-19 yang meminta penundaan pembayaran pokok dan bunga. Kedepannya, kita prediksi proyeksi profit akan tergerus cukup signifikan dari restrukturisasi dan pemburukan kualitas aset akibat Covid-19. Laba akan kami jaga tetap positif, tapi targetnya tidak akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya,&quot; ungkap Sigit.
Baca Juga:&amp;nbsp;Maria Lumowa Ditangkap, BNI Apresiasi Penegak Hukum Ciduk Tersangka
Sementara itu, pertumbuhan aset BNI ditopang oleh tumbuhnya dana pihak ketiga (DPK) sebesar 11,3% yoy menjadi Rp662,38 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
&quot;Upaya menghimpun DPK dilakukan dengan menjadikan CASA sebagai prioritas utama untuk memperbaiki cost of fund yang cukup signifikan dari 3,2% menjadi 2,9%. Ini yang membuat kita bisa menjaga NIM kita ada di level di atas 4%,&quot; ucap Sigit.</content:encoded></item></channel></rss>
