<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>8 Perusahaan Publik Terbaik dengan Pendapatan di Bawah Rp14,8 Triliun, Ada dari Indonesia</title><description>Forbes merilis perusahaan publik dengan pendapatan di bawah USD1 miliar  atau Rp14,8 triliun yang berada di  Kawasan Asia-Pasifik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/18/320/2263710/8-perusahaan-publik-terbaik-dengan-pendapatan-di-bawah-rp14-8-triliun-ada-dari-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/18/320/2263710/8-perusahaan-publik-terbaik-dengan-pendapatan-di-bawah-rp14-8-triliun-ada-dari-indonesia"/><item><title>8 Perusahaan Publik Terbaik dengan Pendapatan di Bawah Rp14,8 Triliun, Ada dari Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/18/320/2263710/8-perusahaan-publik-terbaik-dengan-pendapatan-di-bawah-rp14-8-triliun-ada-dari-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/18/320/2263710/8-perusahaan-publik-terbaik-dengan-pendapatan-di-bawah-rp14-8-triliun-ada-dari-indonesia</guid><pubDate>Selasa 18 Agustus 2020 10:43 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/18/320/2263710/8-perusahaan-publik-terbaik-dengan-pendapatan-di-bawah-rp14-8-triliun-ada-dari-indonesia-Tc9TUNxvv6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perusahaan membaik (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/18/320/2263710/8-perusahaan-publik-terbaik-dengan-pendapatan-di-bawah-rp14-8-triliun-ada-dari-indonesia-Tc9TUNxvv6.jpg</image><title>Perusahaan membaik (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Forbes merilis perusahaan publik dengan pendapatan di bawah USD1 miliar atau Rp14,8 triliun  (mengacu kurs Rp14.800 per USD) yang berada di Kawasan Asia-Pasifik. Perusahaan-perusahaan ini memiliki rekam jejak kinerja yang luar biasa.

Perusahaan-perusahaan dalam daftar ini memiliki skor di atas perusahaan perusahaan lainnya dengan bisnis yang sama dalam peringkat gabungan. Adapun mencakup pertumbuhan penjualan dan laba, tingkat utang yang rendah, dan tata kelola yang kuat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Orang Terkaya di Asia Mau Beli TikTok, Saingi Microsoft 
Kriteria tersebut juga memastikan keragaman geografis perusahaan dari seluruh kawasan. Dengan menggunakan metrik baik kuantitatif maupun kualitatif, daftar akhir 200 benar-benar merupakan kelompok terpilih.

Namun, hasil ini di luar dari dampak penurunan akibat pandemi virus corona. Meskipun data ini dikumpulkan dalam setahun penuh per 7 Juli.
 
&amp;nbsp;Baca juga: CEO Apple Tim Cook Resmi Jadi Miliarder Dunia, Susul Jeff Bezos
Mengutip dari Forbes, Selasa (18/8/2020), berikut adalah delapan contoh perusahaan publik yang memiliki pendapatan di bawah Rp14,8 triliun di kawasan Asia-Pasifik. Berikut daftarnya:

 
Deepak Nitrite
 
&amp;nbsp;
Perusahaan pembuat bahan kimia yang berbasis di India, Deepak Nitrite, mencatat pendapatan setahun penuh sebesar USD86 juta atau Rp1,2 triliun karena meningkatnya permintaan untuk isopropil alkoholnya, bahan utama dalam pembersih. Perusahaan juga diuntungkan karena investor global, yang khawatir dengan perang perdagangan AS-China, mencari pemasok bahan kimia di luar China.Hypebeast

Dari blog sepatu kets dua dekade lalu hingga situs yang menghasilkan  pendapatan tahunan 751 juta dolar Hong Kong atau sekitar USD96 juta atau  sekitar Rp1,4 triliun, Hypebeast di Hong Kong melihat konten digital  dan penjualan iklannya naik 12% dalam tahun fiskal terbarunya, termasuk  dari situs e-niaga HBX.

 
Jumbo Interactive

Tahun lalu menandai titik balik bagi operator lotere Australia  berusia 34 tahun ini saat meluncurkan platform perangkat lunak online  untuk lotere di luar negeri. Laba bersih meningkat lebih dari dua kali  lipat menjadi 26 juta dolar Australia atau USD19 juta atau Rp282 miliar  dengan 64% peningkatan penjualan menjadi 65 juta dolar Australia.

 
Kuang Hong Arts Management

Kuang Hong dari Taiwan menyelenggarakan lebih dari 100 acara tahun  lalu termasuk konser dan acara olahraga. Bahkan, perusahaan ini memiliki  laba bersih yang meningkat hampir tujuh kali lipat menjadi USD7 juta  atau Rp104 miliar.

Perusahaan ini juga menawarkan layanan seperti penyewaan peralatan, manajemen bakat, dan penjualan tiket.

 
Pakuwon Jati
 
&amp;nbsp;
Pengembang real estat Indonesia ini kembali ke daftar tahun ini,  setelah portofolionya yang terdiversifikasi membantu laba tahun 2019  naik 7% menjadi Rp2,7 triliun atau sekitar USD192 juta.

 
Revenue Grup

Perusahaan fintech Malaysia ini mencatatkan pendapatan sebesar USD14  juta atau Rp207 miliar atau naik 64% pada tahun lalu. Pendapatan ini  menyusul meningkatnya kienrja perusahaaan serta penjualan baru dari  akuisisi seperti penyedia pembayaran digital AnyPay dan e-marketplace  Buymall Services.

 
SISB

Didirikan pada tahun 2001, SISB memiliki dan mengoperasikan lima  sekolah swasta di Thailand. Asupan siswa sekolah naik 10% pada 2019  sehingga meningkatkan laba bersih perusahaan yang berbasis di Bangkok  20% menjadi USD7 juta atau sekitar Rp103 miliar.

 
Welbe, Inc

Penyedia layanan Jepang ini mencatatkan laba bersih sebesar USD11  juta atau Rp163 miliar pada tahun 2020 atau naik sekitar seperlima.   Perusahaan tersebut menyediakan layanan seperti membantu anak-anak  prasekolah dengan gangguan perkembangan dan perawatan jangka panjang  untuk warga lanjut usia.</description><content:encoded>JAKARTA - Forbes merilis perusahaan publik dengan pendapatan di bawah USD1 miliar atau Rp14,8 triliun  (mengacu kurs Rp14.800 per USD) yang berada di Kawasan Asia-Pasifik. Perusahaan-perusahaan ini memiliki rekam jejak kinerja yang luar biasa.

Perusahaan-perusahaan dalam daftar ini memiliki skor di atas perusahaan perusahaan lainnya dengan bisnis yang sama dalam peringkat gabungan. Adapun mencakup pertumbuhan penjualan dan laba, tingkat utang yang rendah, dan tata kelola yang kuat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Orang Terkaya di Asia Mau Beli TikTok, Saingi Microsoft 
Kriteria tersebut juga memastikan keragaman geografis perusahaan dari seluruh kawasan. Dengan menggunakan metrik baik kuantitatif maupun kualitatif, daftar akhir 200 benar-benar merupakan kelompok terpilih.

Namun, hasil ini di luar dari dampak penurunan akibat pandemi virus corona. Meskipun data ini dikumpulkan dalam setahun penuh per 7 Juli.
 
&amp;nbsp;Baca juga: CEO Apple Tim Cook Resmi Jadi Miliarder Dunia, Susul Jeff Bezos
Mengutip dari Forbes, Selasa (18/8/2020), berikut adalah delapan contoh perusahaan publik yang memiliki pendapatan di bawah Rp14,8 triliun di kawasan Asia-Pasifik. Berikut daftarnya:

 
Deepak Nitrite
 
&amp;nbsp;
Perusahaan pembuat bahan kimia yang berbasis di India, Deepak Nitrite, mencatat pendapatan setahun penuh sebesar USD86 juta atau Rp1,2 triliun karena meningkatnya permintaan untuk isopropil alkoholnya, bahan utama dalam pembersih. Perusahaan juga diuntungkan karena investor global, yang khawatir dengan perang perdagangan AS-China, mencari pemasok bahan kimia di luar China.Hypebeast

Dari blog sepatu kets dua dekade lalu hingga situs yang menghasilkan  pendapatan tahunan 751 juta dolar Hong Kong atau sekitar USD96 juta atau  sekitar Rp1,4 triliun, Hypebeast di Hong Kong melihat konten digital  dan penjualan iklannya naik 12% dalam tahun fiskal terbarunya, termasuk  dari situs e-niaga HBX.

 
Jumbo Interactive

Tahun lalu menandai titik balik bagi operator lotere Australia  berusia 34 tahun ini saat meluncurkan platform perangkat lunak online  untuk lotere di luar negeri. Laba bersih meningkat lebih dari dua kali  lipat menjadi 26 juta dolar Australia atau USD19 juta atau Rp282 miliar  dengan 64% peningkatan penjualan menjadi 65 juta dolar Australia.

 
Kuang Hong Arts Management

Kuang Hong dari Taiwan menyelenggarakan lebih dari 100 acara tahun  lalu termasuk konser dan acara olahraga. Bahkan, perusahaan ini memiliki  laba bersih yang meningkat hampir tujuh kali lipat menjadi USD7 juta  atau Rp104 miliar.

Perusahaan ini juga menawarkan layanan seperti penyewaan peralatan, manajemen bakat, dan penjualan tiket.

 
Pakuwon Jati
 
&amp;nbsp;
Pengembang real estat Indonesia ini kembali ke daftar tahun ini,  setelah portofolionya yang terdiversifikasi membantu laba tahun 2019  naik 7% menjadi Rp2,7 triliun atau sekitar USD192 juta.

 
Revenue Grup

Perusahaan fintech Malaysia ini mencatatkan pendapatan sebesar USD14  juta atau Rp207 miliar atau naik 64% pada tahun lalu. Pendapatan ini  menyusul meningkatnya kienrja perusahaaan serta penjualan baru dari  akuisisi seperti penyedia pembayaran digital AnyPay dan e-marketplace  Buymall Services.

 
SISB

Didirikan pada tahun 2001, SISB memiliki dan mengoperasikan lima  sekolah swasta di Thailand. Asupan siswa sekolah naik 10% pada 2019  sehingga meningkatkan laba bersih perusahaan yang berbasis di Bangkok  20% menjadi USD7 juta atau sekitar Rp103 miliar.

 
Welbe, Inc

Penyedia layanan Jepang ini mencatatkan laba bersih sebesar USD11  juta atau Rp163 miliar pada tahun 2020 atau naik sekitar seperlima.   Perusahaan tersebut menyediakan layanan seperti membantu anak-anak  prasekolah dengan gangguan perkembangan dan perawatan jangka panjang  untuk warga lanjut usia.</content:encoded></item></channel></rss>
