<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Suntik Likuiditas Perbankan Rp651,54 Triliun, Apa Manfaatnya?</title><description>Bank Indonesia (BI) telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp651,54 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/19/20/2264530/suntik-likuiditas-perbankan-rp651-54-triliun-apa-manfaatnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/19/20/2264530/suntik-likuiditas-perbankan-rp651-54-triliun-apa-manfaatnya"/><item><title>   Suntik Likuiditas Perbankan Rp651,54 Triliun, Apa Manfaatnya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/19/20/2264530/suntik-likuiditas-perbankan-rp651-54-triliun-apa-manfaatnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/19/20/2264530/suntik-likuiditas-perbankan-rp651-54-triliun-apa-manfaatnya</guid><pubDate>Rabu 19 Agustus 2020 15:47 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/19/20/2264530/suntik-likuiditas-perbankan-rp651-54-triliun-apa-manfaatnya-VdDE3e6FYh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/19/20/2264530/suntik-likuiditas-perbankan-rp651-54-triliun-apa-manfaatnya-VdDE3e6FYh.jpg</image><title>Bank Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp651,54 triliun, dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp480,7 triliun.


&quot;Kondisi likuiditas lebih dari cukup dan transmisi penurunan suku bunga berlanjut ditopang strategi operasi moneter Bank Indonesia,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu (19/8/2020).

Dia melanjutkan longgarnya kondisi likuiditas mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yakni 26,24% pada Juni 2020 dan rendahnya suku bunga PUAB, sekitar 3,64% pada Juli 2020.

&quot;Longgarnya likuiditas serta penurunan suku bunga kebijakan (BI7DRR) berkontribusi menurunkan suku bunga perbankan dan imbal hasil SBN,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Tahan Suku Bunga Acuan 4%
Dia menambahkan rerata tertimbang suku bunga deposito dan kredit modal kerja pada Juli 2020 menurun dari 5,74% dan 9,48% pada Juni 2020 menjadi 5,63% dan 9,47%.


Sementara itu, imbal hasil SBN 10 tahun turun 38 bps pada Juli 2020 dari level Juni 2020 sehingga tercatat 6,83%. Di tengah suku bunga yang menurun, pertumbuhan besaran moneter M1 dan M2 pada Juni 2020 melambat menjadi 8,2% (yoy) dan 8,2% (yoy) dipengaruhi ekonomi yang belum kuat.

&quot;Ekspansi moneter Bank Indonesia yang sementara ini masih tertahan di perbankan diharapkan dapat lebih efektif mendorong pemulihan ekonomi nasional sejalan percepatan realisasi anggaran dan program restrukturisasi kredit perbankan,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp651,54 triliun, dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp480,7 triliun.


&quot;Kondisi likuiditas lebih dari cukup dan transmisi penurunan suku bunga berlanjut ditopang strategi operasi moneter Bank Indonesia,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu (19/8/2020).

Dia melanjutkan longgarnya kondisi likuiditas mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yakni 26,24% pada Juni 2020 dan rendahnya suku bunga PUAB, sekitar 3,64% pada Juli 2020.

&quot;Longgarnya likuiditas serta penurunan suku bunga kebijakan (BI7DRR) berkontribusi menurunkan suku bunga perbankan dan imbal hasil SBN,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Tahan Suku Bunga Acuan 4%
Dia menambahkan rerata tertimbang suku bunga deposito dan kredit modal kerja pada Juli 2020 menurun dari 5,74% dan 9,48% pada Juni 2020 menjadi 5,63% dan 9,47%.


Sementara itu, imbal hasil SBN 10 tahun turun 38 bps pada Juli 2020 dari level Juni 2020 sehingga tercatat 6,83%. Di tengah suku bunga yang menurun, pertumbuhan besaran moneter M1 dan M2 pada Juni 2020 melambat menjadi 8,2% (yoy) dan 8,2% (yoy) dipengaruhi ekonomi yang belum kuat.

&quot;Ekspansi moneter Bank Indonesia yang sementara ini masih tertahan di perbankan diharapkan dapat lebih efektif mendorong pemulihan ekonomi nasional sejalan percepatan realisasi anggaran dan program restrukturisasi kredit perbankan,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
