<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos BI Akui Bunga Bank Mulai Turun</title><description>BI memastikan ditahannya suku bunga pasar uang ini menyeret penurunan biaya dana (cost of fund) di industri perbankan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/19/20/2264630/bos-bi-akui-bunga-bank-mulai-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/19/20/2264630/bos-bi-akui-bunga-bank-mulai-turun"/><item><title>Bos BI Akui Bunga Bank Mulai Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/19/20/2264630/bos-bi-akui-bunga-bank-mulai-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/19/20/2264630/bos-bi-akui-bunga-bank-mulai-turun</guid><pubDate>Rabu 19 Agustus 2020 18:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/19/20/2264630/bos-bi-akui-bunga-bank-mulai-turun-G1nuArm7wD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/19/20/2264630/bos-bi-akui-bunga-bank-mulai-turun-G1nuArm7wD.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI)  memastikan ditahannya suku bunga pasar uang ini menyeret penurunan biaya dana (cost of fund) di industri perbankan. Dengan demikian, maka ruang penurunan bunga bank akan terus berlanjut.
&quot;Longgarnya likuiditas serta penurunan suku bunga kebijakan (BI 7 Days Reverse Repo Rate) berkontribusi menurunkan suku bunga perbankan dan imbal hasil (yield) SBN (Surat Berharga Negara),&quot; kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Rabu (19/8/2020).
&amp;nbsp;Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Dagang Juli Surplus, BI: Positif Jaga Ketahanan Perekonomian
Perry mengungkapkan, rata-rata tertimbang suku bunga deposito dan kredit modal kerja pada Juli 2020 menurun dari 5,74% dan 9,48% pada Juni 2020 menjadi 5,63% dan 9,47%.
Sementara itu, imbal hasil SBN 10 tahun turun 38 bps pada Juli 2020 dari level Juni 2020 sehingga tercatat 6,83%. Di tengah suku bunga yang menurun, pertumbuhan besaran moneter M1 dan M2 pada Juni 2020 melambat menjadi 8,2% (yoy) dan 8,2% (yoy), dipengaruhi ekonomi yang belum kuat.
&quot;Ke depan, ekspansi moneter Bank Indonesia yang sementara ini masih tertahan di perbankan diharapkan dapat lebih efektif mendorong pemulihan ekonomi nasional sejalan percepatan realisasi anggaran dan program restrukturisasi kredit perbankan,&quot; paparnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8xOC80LzEyMjE4OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Perry menegaskan bahwa kondisi likuiditas saat ini lebih dari cukup dan transmisi penurunan suku bunga berlanjut, ditopang strategi operasi moneter Bank Indonesia. Hingga 14 Agustus 2020, Bank Indonesia telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp651,54 triliun, dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp480,7 triliun.
&quot;Longgarnya kondisi likuiditas mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yakni 26,24% pada Juni 2020 dan rendahnya suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB), sekitar 3,64% pada Juli 2020,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI)  memastikan ditahannya suku bunga pasar uang ini menyeret penurunan biaya dana (cost of fund) di industri perbankan. Dengan demikian, maka ruang penurunan bunga bank akan terus berlanjut.
&quot;Longgarnya likuiditas serta penurunan suku bunga kebijakan (BI 7 Days Reverse Repo Rate) berkontribusi menurunkan suku bunga perbankan dan imbal hasil (yield) SBN (Surat Berharga Negara),&quot; kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Rabu (19/8/2020).
&amp;nbsp;Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Dagang Juli Surplus, BI: Positif Jaga Ketahanan Perekonomian
Perry mengungkapkan, rata-rata tertimbang suku bunga deposito dan kredit modal kerja pada Juli 2020 menurun dari 5,74% dan 9,48% pada Juni 2020 menjadi 5,63% dan 9,47%.
Sementara itu, imbal hasil SBN 10 tahun turun 38 bps pada Juli 2020 dari level Juni 2020 sehingga tercatat 6,83%. Di tengah suku bunga yang menurun, pertumbuhan besaran moneter M1 dan M2 pada Juni 2020 melambat menjadi 8,2% (yoy) dan 8,2% (yoy), dipengaruhi ekonomi yang belum kuat.
&quot;Ke depan, ekspansi moneter Bank Indonesia yang sementara ini masih tertahan di perbankan diharapkan dapat lebih efektif mendorong pemulihan ekonomi nasional sejalan percepatan realisasi anggaran dan program restrukturisasi kredit perbankan,&quot; paparnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8xOC80LzEyMjE4OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Perry menegaskan bahwa kondisi likuiditas saat ini lebih dari cukup dan transmisi penurunan suku bunga berlanjut, ditopang strategi operasi moneter Bank Indonesia. Hingga 14 Agustus 2020, Bank Indonesia telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp651,54 triliun, dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp480,7 triliun.
&quot;Longgarnya kondisi likuiditas mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yakni 26,24% pada Juni 2020 dan rendahnya suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB), sekitar 3,64% pada Juli 2020,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
