<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Mendidik Orang Pakai Masker dan Social Distancing Ternyata Sulit</title><description>Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah pandemi Covid-19 membuat orang-orang menjadi tidak sabaran</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/19/20/2264672/sri-mulyani-mendidik-orang-pakai-masker-dan-social-distancing-ternyata-sulit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/19/20/2264672/sri-mulyani-mendidik-orang-pakai-masker-dan-social-distancing-ternyata-sulit"/><item><title>Sri Mulyani: Mendidik Orang Pakai Masker dan Social Distancing Ternyata Sulit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/19/20/2264672/sri-mulyani-mendidik-orang-pakai-masker-dan-social-distancing-ternyata-sulit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/19/20/2264672/sri-mulyani-mendidik-orang-pakai-masker-dan-social-distancing-ternyata-sulit</guid><pubDate>Rabu 19 Agustus 2020 19:42 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/19/20/2264672/sri-mulyani-mendidik-orang-pakai-masker-dan-social-distancing-ternyata-sulit-gXVxrDGvQb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wajib Pakai Masker. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/19/20/2264672/sri-mulyani-mendidik-orang-pakai-masker-dan-social-distancing-ternyata-sulit-gXVxrDGvQb.jpg</image><title>Wajib Pakai Masker. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menuturkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah pandemi Covid-19 membuat orang-orang menjadi tidak sabaran. Baru satu bulan diterapkan, orang-orang sudah dalam tanda kutip gatal ingin keluar rumah.
&quot;Bahkan, saat saya googling soal flu Spanyol, butuh waktu dua tahun pembatasan aktivitas setidaknya untuk benar-benar menekan angka penyebarannya,&quot; ungkap Sri dalam 'Jakpost Up Close #10 webinar: Reimagining The Future of Indonesia&amp;rsquo;s Economy' di Jakarta, Rabu (19/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Lawan Covid-19, Sri Mulyani Apresiasi Support Politik dari Parlemen
Menurutnya, sikap orang-orang yang menjadi tidaksabaran ternyata tidak terjadi di Indonesia saja, tapi juga hampir di seluruh negara di dunia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/08/18/66846/336339_medium.jpg&quot; alt=&quot;Relawan Bagikan Masker dan Sosialisasi Jaga Jarak kepada Penumpang Commuter Line&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Mendidik orang-orang untuk senantiasa menggunakan masker dan menerapkan social distancing itu terkesan simple, tapi ternyata sulit,&quot; imbuh Sri.
Baca Juga:&amp;nbsp;4 Langkah BI Pulihkan Ekonomi Indonesia dari Covid-19
Ketidaksabaran orang-orang ini  dipertimbangkan pemerintah dalam mengambil kebijakan selanjutnya. Di mana saat ini PSBB memasuki tahap transisi menuju kehidupan normal baru.
&quot;Kami mempertimbangkan juga dari segi hati, mental, kecemasan, dan juga ketidaksabaran orang-orang, sambil memikirkan skala yang besar juga baik di segi ekonomi, politik, maupun jaring pengaman sosial,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menuturkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah pandemi Covid-19 membuat orang-orang menjadi tidak sabaran. Baru satu bulan diterapkan, orang-orang sudah dalam tanda kutip gatal ingin keluar rumah.
&quot;Bahkan, saat saya googling soal flu Spanyol, butuh waktu dua tahun pembatasan aktivitas setidaknya untuk benar-benar menekan angka penyebarannya,&quot; ungkap Sri dalam 'Jakpost Up Close #10 webinar: Reimagining The Future of Indonesia&amp;rsquo;s Economy' di Jakarta, Rabu (19/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Lawan Covid-19, Sri Mulyani Apresiasi Support Politik dari Parlemen
Menurutnya, sikap orang-orang yang menjadi tidaksabaran ternyata tidak terjadi di Indonesia saja, tapi juga hampir di seluruh negara di dunia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/08/18/66846/336339_medium.jpg&quot; alt=&quot;Relawan Bagikan Masker dan Sosialisasi Jaga Jarak kepada Penumpang Commuter Line&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Mendidik orang-orang untuk senantiasa menggunakan masker dan menerapkan social distancing itu terkesan simple, tapi ternyata sulit,&quot; imbuh Sri.
Baca Juga:&amp;nbsp;4 Langkah BI Pulihkan Ekonomi Indonesia dari Covid-19
Ketidaksabaran orang-orang ini  dipertimbangkan pemerintah dalam mengambil kebijakan selanjutnya. Di mana saat ini PSBB memasuki tahap transisi menuju kehidupan normal baru.
&quot;Kami mempertimbangkan juga dari segi hati, mental, kecemasan, dan juga ketidaksabaran orang-orang, sambil memikirkan skala yang besar juga baik di segi ekonomi, politik, maupun jaring pengaman sosial,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
