<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   BRI Kantongi Laba Bersih Rp10,2 Triliun pada Semester I-2020</title><description>PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada semester I-2020 secara konsolidasi membukukan laba bersih sebesar Rp10,20 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/19/320/2264333/bri-kantongi-laba-bersih-rp10-2-triliun-pada-semester-i-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/19/320/2264333/bri-kantongi-laba-bersih-rp10-2-triliun-pada-semester-i-2020"/><item><title>   BRI Kantongi Laba Bersih Rp10,2 Triliun pada Semester I-2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/19/320/2264333/bri-kantongi-laba-bersih-rp10-2-triliun-pada-semester-i-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/19/320/2264333/bri-kantongi-laba-bersih-rp10-2-triliun-pada-semester-i-2020</guid><pubDate>Rabu 19 Agustus 2020 11:53 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/19/320/2264333/bri-kantongi-laba-bersih-rp10-2-triliun-pada-semester-i-2020-8QD33joCPG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Bersih BRI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/19/320/2264333/bri-kantongi-laba-bersih-rp10-2-triliun-pada-semester-i-2020-8QD33joCPG.jpg</image><title>Laba Bersih BRI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada semester I-2020 secara konsolidasi membukukan laba bersih sebesar Rp10,20 triliun. Angka tersebut tercatat lebih rendah atau turun 32% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan, penurunan laba tersebut lebih disebabkan untuk penyelamatan UMKM akibat pandemi covid-19 sehingga menggerus pendapatan bunga.

&quot;Penurunan ini supaya kita menyelamatkan UMKM berupa restrukrisasi dan melakukan beberapa inisiatif kepada debitur dengan penurunan suku bunga,&quot; kata Haru saat konferensi pers virtual di Jakarta Rabu (19/8/2020).
Baca Juga: BRI Buyback Saham Rp47,25 Miliar di Tengah Corona
Dengan adanya restrukturisasi dampaknya adalah terlambat atau tidak diterimanya pendapatan bunga sehingga Net Interest Margin (NIM) BRI turun jadi 5,6%. Ke depan, jika restrukrisasi kredit sudah mulai optimal yang artinya penambahan sudah melandai maka diharapkan NIM akhir tahun bisa sekitar 5,6%.

Hingga akhir Semester I 2020, pendapatan berbasis komisi BRI tercatat sebesar Rp7,46 triliun atau tumbuh 18,59% yoy. Adapun aset konsolidasian mencapai Rp1.387,76 triliun atau tumbuh 7,73% yoy.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bos BRI Pede Kredit Tumbuh 5% di Tengah Covid-19
BRI juga mampu menjaga loan to deposit ratio (LDR) secara ideal di angka 86,06%, atau lebih rendah dengan LDR BRI di akhir Juni 2019 sebesar 92,81%. Sementara itu, permodalan BRI mampu dijaga dengan optimal dengan CAR 20,15%.

&quot;Artinya kita masih cukup likuiditas. CAR juga masih kondusif sehingga bisa mendorong kredit dan bisa mengcover kalau sewaktu waktu ada risiko,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada semester I-2020 secara konsolidasi membukukan laba bersih sebesar Rp10,20 triliun. Angka tersebut tercatat lebih rendah atau turun 32% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan, penurunan laba tersebut lebih disebabkan untuk penyelamatan UMKM akibat pandemi covid-19 sehingga menggerus pendapatan bunga.

&quot;Penurunan ini supaya kita menyelamatkan UMKM berupa restrukrisasi dan melakukan beberapa inisiatif kepada debitur dengan penurunan suku bunga,&quot; kata Haru saat konferensi pers virtual di Jakarta Rabu (19/8/2020).
Baca Juga: BRI Buyback Saham Rp47,25 Miliar di Tengah Corona
Dengan adanya restrukturisasi dampaknya adalah terlambat atau tidak diterimanya pendapatan bunga sehingga Net Interest Margin (NIM) BRI turun jadi 5,6%. Ke depan, jika restrukrisasi kredit sudah mulai optimal yang artinya penambahan sudah melandai maka diharapkan NIM akhir tahun bisa sekitar 5,6%.

Hingga akhir Semester I 2020, pendapatan berbasis komisi BRI tercatat sebesar Rp7,46 triliun atau tumbuh 18,59% yoy. Adapun aset konsolidasian mencapai Rp1.387,76 triliun atau tumbuh 7,73% yoy.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bos BRI Pede Kredit Tumbuh 5% di Tengah Covid-19
BRI juga mampu menjaga loan to deposit ratio (LDR) secara ideal di angka 86,06%, atau lebih rendah dengan LDR BRI di akhir Juni 2019 sebesar 92,81%. Sementara itu, permodalan BRI mampu dijaga dengan optimal dengan CAR 20,15%.

&quot;Artinya kita masih cukup likuiditas. CAR juga masih kondusif sehingga bisa mendorong kredit dan bisa mengcover kalau sewaktu waktu ada risiko,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
