<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menabung Itu Disisihkan Bukan Disisakan!</title><description>Hari Indonesia Menabung diperingati setiap tanggal 20 Agustus.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/20/320/2264917/menabung-itu-disisihkan-bukan-disisakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/20/320/2264917/menabung-itu-disisihkan-bukan-disisakan"/><item><title>Menabung Itu Disisihkan Bukan Disisakan!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/20/320/2264917/menabung-itu-disisihkan-bukan-disisakan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/20/320/2264917/menabung-itu-disisihkan-bukan-disisakan</guid><pubDate>Kamis 20 Agustus 2020 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Natasha Oktalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/20/320/2264917/menabung-itu-disisihkan-bukan-disisakan-de4pMmleWL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/20/320/2264917/menabung-itu-disisihkan-bukan-disisakan-de4pMmleWL.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Hari Indonesia Menabung diperingati setiap tanggal 20 Agustus. Di hari spesial ini pula masyarakat tentunya harus sadar mengenai iklusi keuangan dan menabung sedari dini.

Apalagi di kondisi tidak menentu seperti sekarang. Tentunya, banyak pemasukan dan pengeluaran individu terguncang akibat Pandemi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Hari Indonesia Menabung Diperingati Hari Ini, Apa Itu?
Menurut Perencana Keuangan Andreas Freddy Pieloor, dalam kondisi seperti saat ini, memang seharunsya sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari.

Sehingga, disaat masa sulit individu pun sudah memiliki peggangan keuangan. Menurut dirinya, selama individu masih produktif dan masih bekerja sudah seharunya konsisten dalam menyisihkan penghasilan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Long Weekend di Tengah Ancaman Resesi, Mending Liburan atau Simpan Uang?
&quot;Konsep nabung itu disisihkan untuk mencapai masa depan, bukan disisakan,&quot; papar Andreas saat dihubungi oleh Okezone, Jakarta, Kamis (20/8/2020).Selain itu, dirinya mengatakan bahwa 20% dari penghasilan pribadi  disisihkan untuk tabungan atau investasi masa depan, dan 80% dapat  dipergunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari hingga bertemu kembali  dengan pendapatan di bulan berikutnya.

Untuk jenis tabungan yang disarankan Andreas sendiri dibagi menjadi  tiga macam, yakni jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek.  Namun, tetap harus dipikirkan dan kembali ke individu masing-masing.

Jika dalam jangka panjang, dirinya menyarankan untuk bermain dengan  saham. Namun, untuk saham sendiri harus dipahami dan dipelajari terlebih  dahulu. Jangan sampai salah memilih sasaran saham.

Untuk jangka pendek tabungan investasi yang dapat dijalankan yakni  Reksadana pasar saham, atau obligasi. Dan, untuk jangka menengah bisa  melalui reksadana campuran.</description><content:encoded>JAKARTA - Hari Indonesia Menabung diperingati setiap tanggal 20 Agustus. Di hari spesial ini pula masyarakat tentunya harus sadar mengenai iklusi keuangan dan menabung sedari dini.

Apalagi di kondisi tidak menentu seperti sekarang. Tentunya, banyak pemasukan dan pengeluaran individu terguncang akibat Pandemi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Hari Indonesia Menabung Diperingati Hari Ini, Apa Itu?
Menurut Perencana Keuangan Andreas Freddy Pieloor, dalam kondisi seperti saat ini, memang seharunsya sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari.

Sehingga, disaat masa sulit individu pun sudah memiliki peggangan keuangan. Menurut dirinya, selama individu masih produktif dan masih bekerja sudah seharunya konsisten dalam menyisihkan penghasilan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Long Weekend di Tengah Ancaman Resesi, Mending Liburan atau Simpan Uang?
&quot;Konsep nabung itu disisihkan untuk mencapai masa depan, bukan disisakan,&quot; papar Andreas saat dihubungi oleh Okezone, Jakarta, Kamis (20/8/2020).Selain itu, dirinya mengatakan bahwa 20% dari penghasilan pribadi  disisihkan untuk tabungan atau investasi masa depan, dan 80% dapat  dipergunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari hingga bertemu kembali  dengan pendapatan di bulan berikutnya.

Untuk jenis tabungan yang disarankan Andreas sendiri dibagi menjadi  tiga macam, yakni jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek.  Namun, tetap harus dipikirkan dan kembali ke individu masing-masing.

Jika dalam jangka panjang, dirinya menyarankan untuk bermain dengan  saham. Namun, untuk saham sendiri harus dipahami dan dipelajari terlebih  dahulu. Jangan sampai salah memilih sasaran saham.

Untuk jangka pendek tabungan investasi yang dapat dijalankan yakni  Reksadana pasar saham, atau obligasi. Dan, untuk jangka menengah bisa  melalui reksadana campuran.</content:encoded></item></channel></rss>
