<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Piknik saat Long Weekend? Anggarannya 10% dari Pendapatan Saja</title><description>Hampir sebagian masyarakat akan menghabiskan waktu akhir pekannya untuk berlibur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/21/320/2265396/piknik-saat-long-weekend-anggarannya-10-dari-pendapatan-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/21/320/2265396/piknik-saat-long-weekend-anggarannya-10-dari-pendapatan-saja"/><item><title>Piknik saat Long Weekend? Anggarannya 10% dari Pendapatan Saja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/21/320/2265396/piknik-saat-long-weekend-anggarannya-10-dari-pendapatan-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/21/320/2265396/piknik-saat-long-weekend-anggarannya-10-dari-pendapatan-saja</guid><pubDate>Jum'at 21 Agustus 2020 19:23 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/21/320/2265396/piknik-saat-long-weekend-anggarannya-10-dari-pendapatan-saja-NuGI58gQTz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/21/320/2265396/piknik-saat-long-weekend-anggarannya-10-dari-pendapatan-saja-NuGI58gQTz.jpg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Hampir sebagian masyarakat akan menghabiskan waktu akhir pekannya untuk berlibur. Apalagi pada pekan ini, ada libur panjang alias long weekend yang semakin menambah keinginan masyarakat untuk pergi piknik.
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, pergi berlibur atau piknik sebenarnya diperbolehkan untuk merefresh otak. Namun, keuangan juga harus diperhatikan dengan baik agar kantong tidak jebol.
Baca Juga:&amp;nbsp;Liburan Long Weekend ke Puncak Macet-macetan, Rugi Enggak?
Menurut Andi, boleh atau tidaknya seseorang untuk pergi piknik saat pandemi ini adalah tergantung bagaimana keuangan dan pekerjaan. Bagi mereka yang sudah cukup aman secara keuangan dan pekerjaan, dipersilakan untuk piknik
&quot;Kembali lagi ke kondisi masing-masing orang. Artinya kalau buat teman teman yang enggak ada masalah dengan keuangan artinya gaji tetap dibayarkan kemudian juga mereka sah-sah saja. Misalnya mau sekedar piknik. Sepanjang tidak melanggar PSBB menurutku masih sah-sah saja,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (21/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Long Weekend di Tengah Ancaman Resesi, Mending Liburan atau Simpan Uang?
Bagi mereka yang pergi piknik, tetap harus diatur pengeluarannya. Saran Andi, pengeluaran untuk kebutuhan piknik ada baiknya hanya sekitar 10% saja dari penghasilan, sedangkan sisanya bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya.
&quot;Tinggal mereka atur saja besaran dana yang digunakan untuk piknik ini tidak terlalu besar atau dibudgetin saja misalnya 10% penghasilan mereka. Jadi jangan mentang-mentang boleh piknik sudah lama enggak keluar kemudian sekalinya piknik langsung keluar semua,&quot; jelasnya.Sedangkan menurut Andi, bagi mereka yang secara finansial maupun  pekerjaan sedang sulit, ada baiknya mulai dikurangi untuk bepergian  piknik. Jika memang hanya ingin sekedar mengunjungi keluarga, boleh  boleh saja asalkan pengeluarannya harus benar-benar diatur.
Mengingat, ada beberapa kebutuhan yang lebih urgent seperti biaya  hidup sehari-hari, cicilan kredit hingga biaya sekolah anak bagi yang  sudah berkeluarga. Sedangkan pendapatan sangat terbatas karena adanya  pandemi.
&quot;Karena kan ada kebutuhan mereka yang lebih penting yang lebih urgen  untuk kebutuhan sehari-hari, tagihan, anak masuk sekolah itu  kebutuhannya lebih urgent,&quot; kata Andi. (kmj)</description><content:encoded>JAKARTA - Hampir sebagian masyarakat akan menghabiskan waktu akhir pekannya untuk berlibur. Apalagi pada pekan ini, ada libur panjang alias long weekend yang semakin menambah keinginan masyarakat untuk pergi piknik.
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, pergi berlibur atau piknik sebenarnya diperbolehkan untuk merefresh otak. Namun, keuangan juga harus diperhatikan dengan baik agar kantong tidak jebol.
Baca Juga:&amp;nbsp;Liburan Long Weekend ke Puncak Macet-macetan, Rugi Enggak?
Menurut Andi, boleh atau tidaknya seseorang untuk pergi piknik saat pandemi ini adalah tergantung bagaimana keuangan dan pekerjaan. Bagi mereka yang sudah cukup aman secara keuangan dan pekerjaan, dipersilakan untuk piknik
&quot;Kembali lagi ke kondisi masing-masing orang. Artinya kalau buat teman teman yang enggak ada masalah dengan keuangan artinya gaji tetap dibayarkan kemudian juga mereka sah-sah saja. Misalnya mau sekedar piknik. Sepanjang tidak melanggar PSBB menurutku masih sah-sah saja,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (21/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Long Weekend di Tengah Ancaman Resesi, Mending Liburan atau Simpan Uang?
Bagi mereka yang pergi piknik, tetap harus diatur pengeluarannya. Saran Andi, pengeluaran untuk kebutuhan piknik ada baiknya hanya sekitar 10% saja dari penghasilan, sedangkan sisanya bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya.
&quot;Tinggal mereka atur saja besaran dana yang digunakan untuk piknik ini tidak terlalu besar atau dibudgetin saja misalnya 10% penghasilan mereka. Jadi jangan mentang-mentang boleh piknik sudah lama enggak keluar kemudian sekalinya piknik langsung keluar semua,&quot; jelasnya.Sedangkan menurut Andi, bagi mereka yang secara finansial maupun  pekerjaan sedang sulit, ada baiknya mulai dikurangi untuk bepergian  piknik. Jika memang hanya ingin sekedar mengunjungi keluarga, boleh  boleh saja asalkan pengeluarannya harus benar-benar diatur.
Mengingat, ada beberapa kebutuhan yang lebih urgent seperti biaya  hidup sehari-hari, cicilan kredit hingga biaya sekolah anak bagi yang  sudah berkeluarga. Sedangkan pendapatan sangat terbatas karena adanya  pandemi.
&quot;Karena kan ada kebutuhan mereka yang lebih penting yang lebih urgen  untuk kebutuhan sehari-hari, tagihan, anak masuk sekolah itu  kebutuhannya lebih urgent,&quot; kata Andi. (kmj)</content:encoded></item></channel></rss>
