<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Jor-joran Kasih Bantuan, Ini Catatan untuk UMKM   </title><description>Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah sektor yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/21/320/2265470/jokowi-jor-joran-kasih-bantuan-ini-catatan-untuk-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/21/320/2265470/jokowi-jor-joran-kasih-bantuan-ini-catatan-untuk-umkm"/><item><title>Jokowi Jor-joran Kasih Bantuan, Ini Catatan untuk UMKM   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/21/320/2265470/jokowi-jor-joran-kasih-bantuan-ini-catatan-untuk-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/21/320/2265470/jokowi-jor-joran-kasih-bantuan-ini-catatan-untuk-umkm</guid><pubDate>Jum'at 21 Agustus 2020 17:27 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/21/320/2265470/jokowi-jor-joran-kasih-bantuan-ini-catatan-untuk-umkm-P2UC9hMBVQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">UMKM (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/21/320/2265470/jokowi-jor-joran-kasih-bantuan-ini-catatan-untuk-umkm-P2UC9hMBVQ.jpg</image><title>UMKM (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah sektor yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19. Untuk itu, pemerintah juga telah menggelontorkan banyak program bantuan bagi pelaku UMKM, baik berupa restrukturisasi kredit maupun bantuan langsung tunai.
&quot;UMKM kita memang mendukung ekonomi, tapi UMKM kita juga tidak berdaya saing. Mereka tidak punya link ke global supply chain,&quot; ungkap Ekonom Senior sekaligus Founder CORE Indonesia Hendri Saparini dalam webinar di Jakarta, Jumat (21/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi Transfer Rp2,4 Juta ke UMKM Mulai Senin 24 Agustus
Dia mengatakan, UMKM di Indonesia seakan-akan berada di dunianya sendiri, demikian pula dengan usaha-usaha besar.
&quot;Kalau berbicara soal linkage usaha besar dan kecil, di negara lain linkagenya sangat tinggi, tapi di Indonesia hanya 18-19%, hal ini menandakan, hampir tidak ada hubungan antara usaha besar dan kecil,&quot; jelas Hendri.
Baca Juga:&amp;nbsp;UMKM Bisa Bangkit dari Covid-19? Ini Kata Bos BRI&amp;nbsp;



Menurut dia, hal ini disebabkan karena desain kebijakan dari pemerintah. Ada strategi penguatan UMKM, tapi tidak disertai strategi pengintegrasian UMKM terhadap strategi besar ekonomi nasional.
&quot;Bahan baku yang digunakan baik oleh UMKM maupun usaha besar sama-sama impor karena tidak dibuat linkage besar. Coba kalau kita contoh Jepang, industri otomotifnya memakai ribuan UMKM menjadi supporting industry,&quot; tambahnya.
Dia mengatakan, di Indonesia ada BUMN-BUMN besar yang semestinya bisa menjadi pembela bagi UMKM. &quot;Tapi sekarang TKDN BUMN juga sangat rendah, mereka sangat tergantung supplier-supplier impor. Ini yang juga harus diperhatikan, terlebih UMKM juga diperlukan untuk memperkuat struktur industri,&quot; pungkas Hendri.</description><content:encoded>JAKARTA - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah sektor yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19. Untuk itu, pemerintah juga telah menggelontorkan banyak program bantuan bagi pelaku UMKM, baik berupa restrukturisasi kredit maupun bantuan langsung tunai.
&quot;UMKM kita memang mendukung ekonomi, tapi UMKM kita juga tidak berdaya saing. Mereka tidak punya link ke global supply chain,&quot; ungkap Ekonom Senior sekaligus Founder CORE Indonesia Hendri Saparini dalam webinar di Jakarta, Jumat (21/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi Transfer Rp2,4 Juta ke UMKM Mulai Senin 24 Agustus
Dia mengatakan, UMKM di Indonesia seakan-akan berada di dunianya sendiri, demikian pula dengan usaha-usaha besar.
&quot;Kalau berbicara soal linkage usaha besar dan kecil, di negara lain linkagenya sangat tinggi, tapi di Indonesia hanya 18-19%, hal ini menandakan, hampir tidak ada hubungan antara usaha besar dan kecil,&quot; jelas Hendri.
Baca Juga:&amp;nbsp;UMKM Bisa Bangkit dari Covid-19? Ini Kata Bos BRI&amp;nbsp;



Menurut dia, hal ini disebabkan karena desain kebijakan dari pemerintah. Ada strategi penguatan UMKM, tapi tidak disertai strategi pengintegrasian UMKM terhadap strategi besar ekonomi nasional.
&quot;Bahan baku yang digunakan baik oleh UMKM maupun usaha besar sama-sama impor karena tidak dibuat linkage besar. Coba kalau kita contoh Jepang, industri otomotifnya memakai ribuan UMKM menjadi supporting industry,&quot; tambahnya.
Dia mengatakan, di Indonesia ada BUMN-BUMN besar yang semestinya bisa menjadi pembela bagi UMKM. &quot;Tapi sekarang TKDN BUMN juga sangat rendah, mereka sangat tergantung supplier-supplier impor. Ini yang juga harus diperhatikan, terlebih UMKM juga diperlukan untuk memperkuat struktur industri,&quot; pungkas Hendri.</content:encoded></item></channel></rss>
