<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Catatan Industri Selama Pandemi Covid-19</title><description>Pemerintah bertekad menjaga aktivitas sektor industri manufaktur di tengah dampak pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/22/320/2265678/catatan-industri-selama-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/22/320/2265678/catatan-industri-selama-pandemi-covid-19"/><item><title>Catatan Industri Selama Pandemi Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/22/320/2265678/catatan-industri-selama-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/22/320/2265678/catatan-industri-selama-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Sabtu 22 Agustus 2020 11:11 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/22/320/2265678/catatan-industri-selama-pandemi-covid-19-8oTIlgAwBd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/22/320/2265678/catatan-industri-selama-pandemi-covid-19-8oTIlgAwBd.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah bertekad menjaga aktivitas sektor industri manufaktur di tengah dampak pandemi Covid-19. Sebab, sektor strategis ini terbukti menjadi motor penggerak perekonomian nasional.
&amp;ldquo;Pada triwulan II tahuh 2020, industri pengolahan nonmigas mengalami kontraksi sebesar 5,74%. Namun demikian, kontribusinya terhadap PDB masih terbesar dengan capaian 17,83%,&amp;rdquo; kata  Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pelonggaran PSBB, Penerbangan Domestik Meroket 791%&amp;nbsp;
Selanjutnya, ekspor sektor industri pada periode Januari-Juli mengalami surplus sebesar USD5,19 miliar. Sedangkan investasi sektor industri pada semester I-2020 mengalami peningkatan 23,9% menjadi sebesar Rp 129,56 triliun bila dibandingkan periode yang sama tahun 2019.
&amp;ldquo;Capaian-capaian positif di sektor industri harus kita jaga dan kinerjanya terus ditingkatkan,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sabar Ya! Birokrasi yang Ruwet Hambat Pemulihan Ekonomi
Agus menilai, sejumlah aktivitas ekonomi mulai meningkat pada bulan Juni 2020. Salah satunya ditunjukkan oleh Purchasing Managers&amp;rsquo; Index (PMI) manufaktur Indonesia yang pada Juli 2020 mencapai level 46,9, naik dari bulan sebelumnya sebesar 39,1. Selanjutnya, utilisasi industri sekarang sudah mendekati 55%. Sebelum pandemi Covid-19, utilisasi rata-rata sektor manufaktur berkisar pada 75%, dan sempat menurun hingga 40%
Dua hal tersebut merupakan indikator yang cukup substantial bagi Kemenperin. &amp;ldquo;Ini merupakan salah satu yang didorong, mudah-mudahan di akhir tahun utilisasi sektor industri bisa mencapai 60%,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah bertekad menjaga aktivitas sektor industri manufaktur di tengah dampak pandemi Covid-19. Sebab, sektor strategis ini terbukti menjadi motor penggerak perekonomian nasional.
&amp;ldquo;Pada triwulan II tahuh 2020, industri pengolahan nonmigas mengalami kontraksi sebesar 5,74%. Namun demikian, kontribusinya terhadap PDB masih terbesar dengan capaian 17,83%,&amp;rdquo; kata  Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pelonggaran PSBB, Penerbangan Domestik Meroket 791%&amp;nbsp;
Selanjutnya, ekspor sektor industri pada periode Januari-Juli mengalami surplus sebesar USD5,19 miliar. Sedangkan investasi sektor industri pada semester I-2020 mengalami peningkatan 23,9% menjadi sebesar Rp 129,56 triliun bila dibandingkan periode yang sama tahun 2019.
&amp;ldquo;Capaian-capaian positif di sektor industri harus kita jaga dan kinerjanya terus ditingkatkan,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sabar Ya! Birokrasi yang Ruwet Hambat Pemulihan Ekonomi
Agus menilai, sejumlah aktivitas ekonomi mulai meningkat pada bulan Juni 2020. Salah satunya ditunjukkan oleh Purchasing Managers&amp;rsquo; Index (PMI) manufaktur Indonesia yang pada Juli 2020 mencapai level 46,9, naik dari bulan sebelumnya sebesar 39,1. Selanjutnya, utilisasi industri sekarang sudah mendekati 55%. Sebelum pandemi Covid-19, utilisasi rata-rata sektor manufaktur berkisar pada 75%, dan sempat menurun hingga 40%
Dua hal tersebut merupakan indikator yang cukup substantial bagi Kemenperin. &amp;ldquo;Ini merupakan salah satu yang didorong, mudah-mudahan di akhir tahun utilisasi sektor industri bisa mencapai 60%,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
