<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dear Milenial, Yuk Mulai Siapkan Tabungan</title><description>Bicara soal tabungan, ternyata masih banyak generasi milenial yang kesulitan mengatur uang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/22/320/2265686/dear-milenial-yuk-mulai-siapkan-tabungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/22/320/2265686/dear-milenial-yuk-mulai-siapkan-tabungan"/><item><title>Dear Milenial, Yuk Mulai Siapkan Tabungan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/22/320/2265686/dear-milenial-yuk-mulai-siapkan-tabungan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/22/320/2265686/dear-milenial-yuk-mulai-siapkan-tabungan</guid><pubDate>Sabtu 22 Agustus 2020 19:27 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/22/320/2265686/dear-milenial-yuk-mulai-siapkan-tabungan-1bkj5LQd2C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/22/320/2265686/dear-milenial-yuk-mulai-siapkan-tabungan-1bkj5LQd2C.jpg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bicara soal tabungan, ternyata masih banyak generasi milenial yang kesulitan mengatur uang.  Sebab, umumnya pengeluaran konsumtif kalangan milenial sangat besar, hingga untuk menabung setiap bulannya sulit untuk menyisihkan
Terkait hal tersebut, Perencana Keuangan One Shield Consulting Budi Rahardjo mengungkapkan bahwa bagi kalangan milenial, harus disadari bahwa menabung adalah upaya untuk mendisiplinkan diri guna membeli aset juga di masa yang akan datang.
Baca juga: Eksistensi Logo Ayam di Dunia Bisnis, dari Restoran hingga Jamu
&amp;ldquo;Memang harus dipaksakan dan diupayakan semaksimal mungkin, salah satu caranya adalah karena milenial ini dekat dengan teknologi ya, bahkan teknologi sudah begitu melekat dengan kehidupan mereka sehari-hari, ada beberapa bank yang sudah melakukan inovasi-inovasi teknologi dengan membuat sejumlah aplikasi keuangan yang bergaya milenial cocok untuk berbagai kebutuhan rencana keuangan mereka,&amp;rdquo; katanya saat dihubungi Okezone, Jakarta, Sabtu (22/8/2020).
Menurut Budi Rahardjo, seharusnya milenial dapat bersemangat dan terpacu dalam merencanakan keuangan dan menabung. Dirinya juga menyebutkan bahwa milenial memiliki inovasi-inovasi keuangan yang menarik sekali.
Baca juga: Piknik saat Long Weekend? Anggarannya 10% dari Pendapatan Saja
&amp;ldquo;Termasuk itu tadi, membangun kebiasaan dan pola menabung sebelum dibelanjakan untuk konsumsi, bahkan dapat digunakan untuk keperluan lifestyle mereka,&amp;rdquo; katanya.
Selain itu, setelah ditanyakan bagaimana pendapat dirinya atas kecenderungan milenial yang lebih memfokuskan penggunaan uang untuk kebutuhan lifestyle daripada merencanakan kebutuhan jangka panjang, dirinya berkata untuk menyeimbangkan dengan prioritas.
&amp;ldquo;Menikmati gaya hidup bukan berarti tidak boleh, tapi menyeimbangkan mana yg prioritas dan tidak, dan memilih gaya hidup sesuai rencana dan kemampuan adalah salah satu kebiasaan keuangan yang perlu dibangun,&amp;rdquo; katanya.Dirinya mengungkapkan, bahwa ada  saatnya menikmati dan ada saatnya  membangun keuangan untuk masa depan. Sebab pondasi keuangan juga perlu  disiapkan sejak dini.
&amp;ldquo;Jangan sampai mendahulukan gaya hidup secara gegabah dan  mengesampingkan persiapan keuangan masa depan karena banyak juga  kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi dengan usia produktif yang  terbatas,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurut dirinya, kesadaran ini akan lebih baik jika adanya literasi  keuangan semenjak sekolah. Namun, begitu disayangkan karena ilmu  pengelolaan keuangan pribadi ini tidak diajarkan di bangku sekolah.
&amp;ldquo;Jadi saat akhirnya mereka bekerja dan punya penghasilan sendiri,  kurang dibekali pengetahuan dasar pengelolaan keuangan. Semoga harapan  saya di masa yang akan datang literasi keuangan dasar bisa dimulai dari  bangku sekolah,&amp;rdquo; tutupnya. (kmj)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bicara soal tabungan, ternyata masih banyak generasi milenial yang kesulitan mengatur uang.  Sebab, umumnya pengeluaran konsumtif kalangan milenial sangat besar, hingga untuk menabung setiap bulannya sulit untuk menyisihkan
Terkait hal tersebut, Perencana Keuangan One Shield Consulting Budi Rahardjo mengungkapkan bahwa bagi kalangan milenial, harus disadari bahwa menabung adalah upaya untuk mendisiplinkan diri guna membeli aset juga di masa yang akan datang.
Baca juga: Eksistensi Logo Ayam di Dunia Bisnis, dari Restoran hingga Jamu
&amp;ldquo;Memang harus dipaksakan dan diupayakan semaksimal mungkin, salah satu caranya adalah karena milenial ini dekat dengan teknologi ya, bahkan teknologi sudah begitu melekat dengan kehidupan mereka sehari-hari, ada beberapa bank yang sudah melakukan inovasi-inovasi teknologi dengan membuat sejumlah aplikasi keuangan yang bergaya milenial cocok untuk berbagai kebutuhan rencana keuangan mereka,&amp;rdquo; katanya saat dihubungi Okezone, Jakarta, Sabtu (22/8/2020).
Menurut Budi Rahardjo, seharusnya milenial dapat bersemangat dan terpacu dalam merencanakan keuangan dan menabung. Dirinya juga menyebutkan bahwa milenial memiliki inovasi-inovasi keuangan yang menarik sekali.
Baca juga: Piknik saat Long Weekend? Anggarannya 10% dari Pendapatan Saja
&amp;ldquo;Termasuk itu tadi, membangun kebiasaan dan pola menabung sebelum dibelanjakan untuk konsumsi, bahkan dapat digunakan untuk keperluan lifestyle mereka,&amp;rdquo; katanya.
Selain itu, setelah ditanyakan bagaimana pendapat dirinya atas kecenderungan milenial yang lebih memfokuskan penggunaan uang untuk kebutuhan lifestyle daripada merencanakan kebutuhan jangka panjang, dirinya berkata untuk menyeimbangkan dengan prioritas.
&amp;ldquo;Menikmati gaya hidup bukan berarti tidak boleh, tapi menyeimbangkan mana yg prioritas dan tidak, dan memilih gaya hidup sesuai rencana dan kemampuan adalah salah satu kebiasaan keuangan yang perlu dibangun,&amp;rdquo; katanya.Dirinya mengungkapkan, bahwa ada  saatnya menikmati dan ada saatnya  membangun keuangan untuk masa depan. Sebab pondasi keuangan juga perlu  disiapkan sejak dini.
&amp;ldquo;Jangan sampai mendahulukan gaya hidup secara gegabah dan  mengesampingkan persiapan keuangan masa depan karena banyak juga  kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi dengan usia produktif yang  terbatas,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurut dirinya, kesadaran ini akan lebih baik jika adanya literasi  keuangan semenjak sekolah. Namun, begitu disayangkan karena ilmu  pengelolaan keuangan pribadi ini tidak diajarkan di bangku sekolah.
&amp;ldquo;Jadi saat akhirnya mereka bekerja dan punya penghasilan sendiri,  kurang dibekali pengetahuan dasar pengelolaan keuangan. Semoga harapan  saya di masa yang akan datang literasi keuangan dasar bisa dimulai dari  bangku sekolah,&amp;rdquo; tutupnya. (kmj)</content:encoded></item></channel></rss>
