<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hadapi Ancaman Resesi, Dana Darurat Saja Tidak Cukup</title><description>Meski Indonesia belum masuk jurang resesi, negara kawasan ASEAN seperti Filipina dan Singapura sudah dinyatakan resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/23/320/2265804/hadapi-ancaman-resesi-dana-darurat-saja-tidak-cukup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/23/320/2265804/hadapi-ancaman-resesi-dana-darurat-saja-tidak-cukup"/><item><title>Hadapi Ancaman Resesi, Dana Darurat Saja Tidak Cukup</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/23/320/2265804/hadapi-ancaman-resesi-dana-darurat-saja-tidak-cukup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/23/320/2265804/hadapi-ancaman-resesi-dana-darurat-saja-tidak-cukup</guid><pubDate>Minggu 23 Agustus 2020 05:48 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/22/320/2265804/hadapi-ancaman-resesi-dana-darurat-saja-tidak-cukup-OJqq1BtB3T.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/22/320/2265804/hadapi-ancaman-resesi-dana-darurat-saja-tidak-cukup-OJqq1BtB3T.jpeg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Ekonomi Indonesia di ambang resesi setelah pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 minus 5,3%. Meski Indonesia belum masuk jurang resesi, negara kawasan ASEAN seperti Filipina dan Singapura sudah dinyatakan resesi.
Dalam menghadapi kemungkinan resesi, Cash is king menjadi topik yang sangat penting. Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, pada situasi krisis seperti saat ini uang cash menjadi hal yang sangat penting.
Namun, bukan berarti semua kebutuhan bisa dipenuhi oleh uang cash. Selain dana darurat, dirinya juga menyarankan untuk menyiapkan dana dalam investasi, lalu menggunakan asuransi seminimalnya untuk mengcover kebutuhan kesehatan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sementara itu, Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan pengeluaran juga harus bisa dipilah-pilah. Ada baiknya pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu penting atau yang sifatnya untuk memenuhi kebutuhan lifestyle ada baiknya untuk ditunda.
Andi Nugroho mengatakan, alasan mengapa uang cash menjadi sangat penting adalah agar bisa menjadi modal ketika situasi sulit menerpa. Misalnya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada perusahaan tempat bekerja.
Baca Selengkapnya: Bagaimana Cara Mengelola Keuangan di Tengah Ancaman Resesi?
</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonomi Indonesia di ambang resesi setelah pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 minus 5,3%. Meski Indonesia belum masuk jurang resesi, negara kawasan ASEAN seperti Filipina dan Singapura sudah dinyatakan resesi.
Dalam menghadapi kemungkinan resesi, Cash is king menjadi topik yang sangat penting. Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, pada situasi krisis seperti saat ini uang cash menjadi hal yang sangat penting.
Namun, bukan berarti semua kebutuhan bisa dipenuhi oleh uang cash. Selain dana darurat, dirinya juga menyarankan untuk menyiapkan dana dalam investasi, lalu menggunakan asuransi seminimalnya untuk mengcover kebutuhan kesehatan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sementara itu, Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan pengeluaran juga harus bisa dipilah-pilah. Ada baiknya pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu penting atau yang sifatnya untuk memenuhi kebutuhan lifestyle ada baiknya untuk ditunda.
Andi Nugroho mengatakan, alasan mengapa uang cash menjadi sangat penting adalah agar bisa menjadi modal ketika situasi sulit menerpa. Misalnya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada perusahaan tempat bekerja.
Baca Selengkapnya: Bagaimana Cara Mengelola Keuangan di Tengah Ancaman Resesi?
</content:encoded></item></channel></rss>
