<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Kuartal III Pajak Stuck dan Daya Beli Mentok, Jokowi: Kuncinya Investasi   </title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa penerimaan pajak di bulan Juli mulai stuck atau tidak menunjukan pergerakan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/24/20/2266477/ekonomi-ri-kuartal-iii-pajak-stuck-dan-daya-beli-mentok-jokowi-kuncinya-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/24/20/2266477/ekonomi-ri-kuartal-iii-pajak-stuck-dan-daya-beli-mentok-jokowi-kuncinya-investasi"/><item><title>Ekonomi RI Kuartal III Pajak Stuck dan Daya Beli Mentok, Jokowi: Kuncinya Investasi   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/24/20/2266477/ekonomi-ri-kuartal-iii-pajak-stuck-dan-daya-beli-mentok-jokowi-kuncinya-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/24/20/2266477/ekonomi-ri-kuartal-iii-pajak-stuck-dan-daya-beli-mentok-jokowi-kuncinya-investasi</guid><pubDate>Senin 24 Agustus 2020 13:17 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/24/20/2266477/ekonomi-ri-kuartal-iii-pajak-stuck-dan-daya-beli-mentok-jokowi-kuncinya-investasi-RiyOTdLtso.png" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Pimpin Ratas (Foto: BPMI/Youtube Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/24/20/2266477/ekonomi-ri-kuartal-iii-pajak-stuck-dan-daya-beli-mentok-jokowi-kuncinya-investasi-RiyOTdLtso.png</image><title>Jokowi Pimpin Ratas (Foto: BPMI/Youtube Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa penerimaan pajak di bulan Juli mulai stuck atau tidak menunjukan pergerakan. Dia mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh mentoknya konsumsi masyarakat.

&amp;ldquo;Penerimaan pajak di bulan Juli ini mulai stuck lagi. Ini menunjukkan daya beli masyarakat sudah mentok lagi,&amp;rdquo; katanya saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, Senin (24/8/2020).

Dia mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena kegiatan ekonomi masih belum dibuka sepenuhnya.

&amp;ldquo;Karena terkendala misalnya restoran hanya buka 50%. Kemudian tempat wisata, okupansi hotel juga belum bisa tinggi,&amp;rdquo; tuturnya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Mau Jual Vaksin Covid-19 ke Negara Lain, Ini Alasannya
&amp;nbsp;
Dia pun tak mempermasalahkan bahwa sektor ini belum maksimal. Namun harus dicari jurus lain untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020.

Dia menyebut kuncinya adalah investasi. Pasalnya Indonesia juga masih belum bisa memaksimalkan sektor ekspor karena pasar internasional yang belum normal.

&amp;ldquo;Saya kira tidak apa-apa (stuck). Tapi harus ada jurus lain yang bisa kita lakukan yaitu dengan meningkatkan investasi agar kuartal ke-III bisa mengungkit. Saya kira kuncinya di investasi,&amp;rdquo; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa penerimaan pajak di bulan Juli mulai stuck atau tidak menunjukan pergerakan. Dia mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh mentoknya konsumsi masyarakat.

&amp;ldquo;Penerimaan pajak di bulan Juli ini mulai stuck lagi. Ini menunjukkan daya beli masyarakat sudah mentok lagi,&amp;rdquo; katanya saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, Senin (24/8/2020).

Dia mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena kegiatan ekonomi masih belum dibuka sepenuhnya.

&amp;ldquo;Karena terkendala misalnya restoran hanya buka 50%. Kemudian tempat wisata, okupansi hotel juga belum bisa tinggi,&amp;rdquo; tuturnya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Mau Jual Vaksin Covid-19 ke Negara Lain, Ini Alasannya
&amp;nbsp;
Dia pun tak mempermasalahkan bahwa sektor ini belum maksimal. Namun harus dicari jurus lain untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020.

Dia menyebut kuncinya adalah investasi. Pasalnya Indonesia juga masih belum bisa memaksimalkan sektor ekspor karena pasar internasional yang belum normal.

&amp;ldquo;Saya kira tidak apa-apa (stuck). Tapi harus ada jurus lain yang bisa kita lakukan yaitu dengan meningkatkan investasi agar kuartal ke-III bisa mengungkit. Saya kira kuncinya di investasi,&amp;rdquo; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
