<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pencairan Anggaran PEN Tak Sesuai Target, Ekonomi Kuartal III Bagaimana?</title><description>Kemenkeu mencatat realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) tidak mencapai target.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/24/20/2266503/pencairan-anggaran-pen-tak-sesuai-target-ekonomi-kuartal-iii-bagaimana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/24/20/2266503/pencairan-anggaran-pen-tak-sesuai-target-ekonomi-kuartal-iii-bagaimana"/><item><title>Pencairan Anggaran PEN Tak Sesuai Target, Ekonomi Kuartal III Bagaimana?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/24/20/2266503/pencairan-anggaran-pen-tak-sesuai-target-ekonomi-kuartal-iii-bagaimana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/24/20/2266503/pencairan-anggaran-pen-tak-sesuai-target-ekonomi-kuartal-iii-bagaimana</guid><pubDate>Senin 24 Agustus 2020 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/24/20/2266503/pencairan-anggaran-pen-tak-sesuai-target-ekonomi-kuartal-iii-bagaimana-IYlTR5kl0L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/24/20/2266503/pencairan-anggaran-pen-tak-sesuai-target-ekonomi-kuartal-iii-bagaimana-IYlTR5kl0L.jpg</image><title>Sri Mulyani (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) tidak mencapai target.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan total penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional atau PEN per 19 Agustus 2020 mencapai Rp174,79 triliun atau 25,1%.
 
Baca juga: Menko Airlangga Sebut Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Naik 18%
Rinciannya pelaksanaan anggaran PEN itu mencakup realisasi program kesehatan senilai Rp7,36 triliun atau 13,9%, perlindungan sosial 49,7%, hingga dukugan UMKM yang telah mencapai 37,2% dari pagu senilai Rp44,63 triliun.

&quot;Lalu anggaran PEN itu masih 25,1%,&quot; ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Senin (24/8/2020).
 
Baca juga: Ekonomi RI Kuartal III Pajak Stuck dan Daya Beli Mentok, Jokowi: Kuncinya Investasi 
Dia melanjutkan pembiayaan korporasi sampai hari ini realisasinya masih 0%. Padahal alokasi yang disiapkan pemerintah untuk pembiayaan korporasi senilai Rp53,57 triliun.

&quot;Untuk pembiayaan korporasi belum dilakukan realisasi karena untuk beberapa penyertaan modal negara BUMN sudah terbit dan sedang dalam proses final dan ini kemudian akan diikuti pencairan,&quot; katanya.
 
Baca juga: Presiden Jokowi Mau Jual Vaksin Covid-19 ke Negara Lain, Ini Alasannya
Dia menambahkan strategi penyerapan pemulihan ekonomi nasional akan segera dipercepat di kuartal ketiga. Hal ini agar ekonomi Indonesia tidak mengalami kontraksi.

&quot;Penerapan untuk kuartal ketiga ini menjadi kunci agar kita bisa mengurangi kontraksi ekonomi. Pemerintah menggunakan seluruh instrumen dalam rangka mengembalikan terutama akselerasi di bidang konsumsi, investasi dan ekspor,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) tidak mencapai target.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan total penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional atau PEN per 19 Agustus 2020 mencapai Rp174,79 triliun atau 25,1%.
 
Baca juga: Menko Airlangga Sebut Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Naik 18%
Rinciannya pelaksanaan anggaran PEN itu mencakup realisasi program kesehatan senilai Rp7,36 triliun atau 13,9%, perlindungan sosial 49,7%, hingga dukugan UMKM yang telah mencapai 37,2% dari pagu senilai Rp44,63 triliun.

&quot;Lalu anggaran PEN itu masih 25,1%,&quot; ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Senin (24/8/2020).
 
Baca juga: Ekonomi RI Kuartal III Pajak Stuck dan Daya Beli Mentok, Jokowi: Kuncinya Investasi 
Dia melanjutkan pembiayaan korporasi sampai hari ini realisasinya masih 0%. Padahal alokasi yang disiapkan pemerintah untuk pembiayaan korporasi senilai Rp53,57 triliun.

&quot;Untuk pembiayaan korporasi belum dilakukan realisasi karena untuk beberapa penyertaan modal negara BUMN sudah terbit dan sedang dalam proses final dan ini kemudian akan diikuti pencairan,&quot; katanya.
 
Baca juga: Presiden Jokowi Mau Jual Vaksin Covid-19 ke Negara Lain, Ini Alasannya
Dia menambahkan strategi penyerapan pemulihan ekonomi nasional akan segera dipercepat di kuartal ketiga. Hal ini agar ekonomi Indonesia tidak mengalami kontraksi.

&quot;Penerapan untuk kuartal ketiga ini menjadi kunci agar kita bisa mengurangi kontraksi ekonomi. Pemerintah menggunakan seluruh instrumen dalam rangka mengembalikan terutama akselerasi di bidang konsumsi, investasi dan ekspor,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
