<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>1,5 Bulan Jadi Penentu Ekonomi RI Kuartal III, Apakah Resesi?</title><description>Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menggenjot pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV-2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/25/20/2267011/1-5-bulan-jadi-penentu-ekonomi-ri-kuartal-iii-apakah-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/25/20/2267011/1-5-bulan-jadi-penentu-ekonomi-ri-kuartal-iii-apakah-resesi"/><item><title>1,5 Bulan Jadi Penentu Ekonomi RI Kuartal III, Apakah Resesi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/25/20/2267011/1-5-bulan-jadi-penentu-ekonomi-ri-kuartal-iii-apakah-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/25/20/2267011/1-5-bulan-jadi-penentu-ekonomi-ri-kuartal-iii-apakah-resesi</guid><pubDate>Selasa 25 Agustus 2020 11:31 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/25/20/2267011/1-5-bulan-jadi-penentu-ekonomi-ri-kuartal-iii-apakah-resesi-NHuKDf4xF8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/25/20/2267011/1-5-bulan-jadi-penentu-ekonomi-ri-kuartal-iii-apakah-resesi-NHuKDf4xF8.jpg</image><title>Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menggenjot pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV-2020. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, risiko tekanan ekonomi masih akan terus terjadi jika daya beli konsumsi masih rendah.

Adapun saat ini, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II minus 5,32%. Sedangkan pada semester pertama pertumbuhan ekonomi minus 1,24%.

&quot;Down risk menunjukkan suatu tanda yang cukup nyata pada kuartal ketiga dan keempat,&quot; kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (25/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kurang 1,5 Bulan Lagi, Ini Cara Sri Mulyani Cegah Resesi
Dia melanjutkan konsumsi harus didorong ke zona positif. Adapun pemulihan konsumsi ini cukup berat.

&quot;Konsumsi masih belum tunjukkan pemulihan dan kita masih ada waktu 1,5 bulan di kuartal III-2020,&quot; jelasnya.

Dia berharap belanja pemerintah akan bisa terserap. Hal ini bisa mendongkrak zona ekonomi yang positf.  Diperkirakan akan tumbuh 0% di 2020. Sedangkan jika skenario berat di minus 1,1%.

&quot;Jadi konsumi harus kembali ke zona positif di kuartal ketiga dan keempat ini memang cukup berat di kuartal ketiga karena konsumi belum mendapatkan pemulihan yang diberikan,&quot; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menggenjot pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV-2020. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, risiko tekanan ekonomi masih akan terus terjadi jika daya beli konsumsi masih rendah.

Adapun saat ini, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II minus 5,32%. Sedangkan pada semester pertama pertumbuhan ekonomi minus 1,24%.

&quot;Down risk menunjukkan suatu tanda yang cukup nyata pada kuartal ketiga dan keempat,&quot; kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (25/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kurang 1,5 Bulan Lagi, Ini Cara Sri Mulyani Cegah Resesi
Dia melanjutkan konsumsi harus didorong ke zona positif. Adapun pemulihan konsumsi ini cukup berat.

&quot;Konsumsi masih belum tunjukkan pemulihan dan kita masih ada waktu 1,5 bulan di kuartal III-2020,&quot; jelasnya.

Dia berharap belanja pemerintah akan bisa terserap. Hal ini bisa mendongkrak zona ekonomi yang positf.  Diperkirakan akan tumbuh 0% di 2020. Sedangkan jika skenario berat di minus 1,1%.

&quot;Jadi konsumi harus kembali ke zona positif di kuartal ketiga dan keempat ini memang cukup berat di kuartal ketiga karena konsumi belum mendapatkan pemulihan yang diberikan,&quot; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
