<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Defisit APBN Kian Melebar Capai Rp330,2 Triliun</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit APBN 2020 tercatat mencapai Rp330,2 triliun atau 31,8%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/25/20/2267038/defisit-apbn-kian-melebar-capai-rp330-2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/25/20/2267038/defisit-apbn-kian-melebar-capai-rp330-2-triliun"/><item><title>Defisit APBN Kian Melebar Capai Rp330,2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/25/20/2267038/defisit-apbn-kian-melebar-capai-rp330-2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/25/20/2267038/defisit-apbn-kian-melebar-capai-rp330-2-triliun</guid><pubDate>Selasa 25 Agustus 2020 12:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/25/20/2267038/defisit-apbn-kian-melebar-capai-rp330-2-triliun-Efk6iAwYsa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/25/20/2267038/defisit-apbn-kian-melebar-capai-rp330-2-triliun-Efk6iAwYsa.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit APBN 2020 tercatat mencapai Rp330,2 triliun atau 31,8% dari patokan dalam anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2020 senilai Rp1.039,2 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan realisasi defisit anggaran itu setara dengan 2,01% PDB.

&quot;Realisasi defisit APBN kita saat ini cukup besar, karena itu dampaknya terhadap defisit APBN akan sangat besar hingga akhir tahun,&quot; ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;1,5 Bulan Jadi Penentu Ekonomi RI Kuartal III, Apakah Resesi?
Dia merinci belanja negara hingga 31 Juli 2020 tercatat senilai Rp1.252,4 triliun atau 45,7% dari pagu Rp2.739,2 triliun. Realisasi belanja negara itu tumbuh 1,3% dibandingkan penyerapan per akhir Juli tahun lalu yang senilai Rp1.236,3 triliun.

Sementara itu, realisasi penerimaan perpajakan hingga Juli 2020 tercatat senilai Rp711 triliun atau 50,6% dari target Rp1.404,5 triliun. Performa ini mencatatkan kontraksi 12,3% dibandingkan realisasi akhir Juli 2019 senilai Rp810,6 triliun.


Sedangkan realisasi pendapatan negara tercatat senilai Rp922,2 triliun atau terkontraksi 12,4% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu Rp1.052,4 triliun.

&quot;Realisasi pendapatan negara itu setara dengan 54,1% dari target senilai Rp1.699,9 triliun,&quot; katanya.

Dia menambahkan kenaikan defisit hingga 79,5% dibandingkan tahun lalu yang sebesar 183% menggambarkan penerimaan mengalami tekanan.

&quot;Belanja naik akibat COVID-19 dan oleh karena itu dampaknya ke defisit sangat besar. Sampai akhir tahun estimasi 6,34% dari GDP, sampai akhir Juli defisit adalah 2% dari GDP,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit APBN 2020 tercatat mencapai Rp330,2 triliun atau 31,8% dari patokan dalam anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2020 senilai Rp1.039,2 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan realisasi defisit anggaran itu setara dengan 2,01% PDB.

&quot;Realisasi defisit APBN kita saat ini cukup besar, karena itu dampaknya terhadap defisit APBN akan sangat besar hingga akhir tahun,&quot; ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;1,5 Bulan Jadi Penentu Ekonomi RI Kuartal III, Apakah Resesi?
Dia merinci belanja negara hingga 31 Juli 2020 tercatat senilai Rp1.252,4 triliun atau 45,7% dari pagu Rp2.739,2 triliun. Realisasi belanja negara itu tumbuh 1,3% dibandingkan penyerapan per akhir Juli tahun lalu yang senilai Rp1.236,3 triliun.

Sementara itu, realisasi penerimaan perpajakan hingga Juli 2020 tercatat senilai Rp711 triliun atau 50,6% dari target Rp1.404,5 triliun. Performa ini mencatatkan kontraksi 12,3% dibandingkan realisasi akhir Juli 2019 senilai Rp810,6 triliun.


Sedangkan realisasi pendapatan negara tercatat senilai Rp922,2 triliun atau terkontraksi 12,4% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu Rp1.052,4 triliun.

&quot;Realisasi pendapatan negara itu setara dengan 54,1% dari target senilai Rp1.699,9 triliun,&quot; katanya.

Dia menambahkan kenaikan defisit hingga 79,5% dibandingkan tahun lalu yang sebesar 183% menggambarkan penerimaan mengalami tekanan.

&quot;Belanja naik akibat COVID-19 dan oleh karena itu dampaknya ke defisit sangat besar. Sampai akhir tahun estimasi 6,34% dari GDP, sampai akhir Juli defisit adalah 2% dari GDP,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
