<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sisi Positif Generasi Sandwich, Apa Itu?</title><description>Menjadi generasi sandwich memang sulit, seolah menjadi tantangan tersendiri dalam menjalani hidup.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/25/320/2267000/sisi-positif-generasi-sandwich-apa-itu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/25/320/2267000/sisi-positif-generasi-sandwich-apa-itu"/><item><title>Sisi Positif Generasi Sandwich, Apa Itu?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/25/320/2267000/sisi-positif-generasi-sandwich-apa-itu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/25/320/2267000/sisi-positif-generasi-sandwich-apa-itu</guid><pubDate>Selasa 25 Agustus 2020 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/25/320/2267000/sisi-positif-generasi-sandwich-apa-itu-uc7q2VIILc.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/25/320/2267000/sisi-positif-generasi-sandwich-apa-itu-uc7q2VIILc.jpeg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menjadi generasi sandwich memang sulit, seolah menjadi tantangan tersendiri dalam menjalani hidup. Tidak jarang pula yang berusaha dengan upaya besar untuk melepaskan diri dari jeratan tersebut.
Namun, perlu disadari tidak selamanya jeratan tersebut menyulitkan. Adakalanya untuk membuka hati dan melihat sisi positif menjadi bagian dari generasi sandwich.
Baca juga: Bantuan Karyawan Rp600.000 Cair, Enaknya Dipakai untuk Apa Ya?
Hal seperti berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk keluarga besar menjadi suatu kemampuan diri yang tidak dimiliki oleh semua orang.
Bahkan bisa jadi dengan menjalani hal tersebut akan memberi kesempatan untuk memperbaiki keadaan agar memutus rantai polanya. Berikut adalah hal yang perlu disadari dalam menjadi bagian generasi sandwich seperti dilansir dari laman Instagram Pritaghozie, Jakarta, Selasa (25/8/2020).
Baca juga: Subsidi Gaji Cair, Prioritaskan Beli 3 Keperluan Ini
Pertama, bersyukur masih memiliki orang tercinta. Terlepas dengan fakta adanya toxic family, namun kebanyakan generasi sandwich yang ditemukan sebenarnya berisi keluarga yang baik.
Hanya saja, saat masa produktifnya kurang pandai mengelola keuangan untuk masa depan atau terjadi takdir yang memang berat ujiannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kedua, bersyukur masih memiliki penghasilan. Memang sebagian dari  generasi sandwich kerap merasa tidak adil jika harus membagi  penghasilannya dengan keluarga besar. Namun, terlepas dari itu semua  pernah kan terbesit dipikiran, bahwa barangkali doa mereka juga yang  mengantarkan pada sukses saat ini.
Ketiga, bersyukur melihat kebahagiaan kecil. Seperti petuah dari  Dunn, Gilbert, Wilson 2012, &quot;If money doesn't make you happy then you  probably aren't spending it right&quot;.
Hal tersebut mengungkap bahwa uang mampu mendatangkan kebahagiaan  saat berbagi dengan ikhlas, melebihi saat membelanjakannya semua untuk  diri sendiri.
Prita mengatakan, itu sebabnya apa pun latar belakangnya, pastikan  pengelolaan dana pensiun dilakukan dengan baik agar masa depan lebih  baik lagi.</description><content:encoded>JAKARTA - Menjadi generasi sandwich memang sulit, seolah menjadi tantangan tersendiri dalam menjalani hidup. Tidak jarang pula yang berusaha dengan upaya besar untuk melepaskan diri dari jeratan tersebut.
Namun, perlu disadari tidak selamanya jeratan tersebut menyulitkan. Adakalanya untuk membuka hati dan melihat sisi positif menjadi bagian dari generasi sandwich.
Baca juga: Bantuan Karyawan Rp600.000 Cair, Enaknya Dipakai untuk Apa Ya?
Hal seperti berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk keluarga besar menjadi suatu kemampuan diri yang tidak dimiliki oleh semua orang.
Bahkan bisa jadi dengan menjalani hal tersebut akan memberi kesempatan untuk memperbaiki keadaan agar memutus rantai polanya. Berikut adalah hal yang perlu disadari dalam menjadi bagian generasi sandwich seperti dilansir dari laman Instagram Pritaghozie, Jakarta, Selasa (25/8/2020).
Baca juga: Subsidi Gaji Cair, Prioritaskan Beli 3 Keperluan Ini
Pertama, bersyukur masih memiliki orang tercinta. Terlepas dengan fakta adanya toxic family, namun kebanyakan generasi sandwich yang ditemukan sebenarnya berisi keluarga yang baik.
Hanya saja, saat masa produktifnya kurang pandai mengelola keuangan untuk masa depan atau terjadi takdir yang memang berat ujiannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kedua, bersyukur masih memiliki penghasilan. Memang sebagian dari  generasi sandwich kerap merasa tidak adil jika harus membagi  penghasilannya dengan keluarga besar. Namun, terlepas dari itu semua  pernah kan terbesit dipikiran, bahwa barangkali doa mereka juga yang  mengantarkan pada sukses saat ini.
Ketiga, bersyukur melihat kebahagiaan kecil. Seperti petuah dari  Dunn, Gilbert, Wilson 2012, &quot;If money doesn't make you happy then you  probably aren't spending it right&quot;.
Hal tersebut mengungkap bahwa uang mampu mendatangkan kebahagiaan  saat berbagi dengan ikhlas, melebihi saat membelanjakannya semua untuk  diri sendiri.
Prita mengatakan, itu sebabnya apa pun latar belakangnya, pastikan  pengelolaan dana pensiun dilakukan dengan baik agar masa depan lebih  baik lagi.</content:encoded></item></channel></rss>
